Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 116 – BERPACARAN


__ADS_3

“Bagaimana dengan Felicia? Apa kau ingin dengan Felicia?” tanya Hana.


“Aku tidak mau sama cewek matre seperti dia.” kata Ren memalingkan wajahnya.


“Cewek matre? Apa kau ingin bilang kalau Felicia adalah cewek matre?” tanya Hana.


“Ya. Aku pernah melihatnya pergi ke mall beli banyak baju bermerk.” kata Ren.


“Bukankah sudah biasa seorang gadis beli banyak baju?” tanya Hana.


“Apa mama juga seperti itu sewaktu SMA atau kuliah? Beli baju dan tas banyak banyak bermerk tiap hari?” tanya Ren.


“Walau mama suka shopping juga tidak mungkin shopping tiap hari.”


“Felicia tiap hari belanja terus di mall. Bukan di 1 mall tapi tiap hari pergi beda mall. Lusa dan kemarin aku melihatnya di mall beli banyak pakaian dan tas.” kata Ren.


“Apa kau ingin bilang kalau Felicia suka mengamburkan uang untuk berfoya-foya?” tanya Hana manatap Ren.


“Ya.”


“Tidak mungkin. Felicia tidak mungkih melakukan hal itu.” kata Hana menggelak


“Terserah mama percaya atau tidak, Aku melihat dengan mataku sendiri.” kata Ren.


“Atau mama ingin kau mengujinya?” tanya Ren.


“Menguji apa? Apa kau ingin menguji Felicia?” tanya Hana.


“Ya. Apakah perkataan aku benar atau tidak. Aku bahkan merasa kalau Felicia juga suka menidas dan meremehkan orang lain.” kata Ren.


“Nanti mama akan bicarakan dulu dengan papamu.” kata Hana.


“Baiklah. Mama rundingkan saja dulu sama papa.” kata Ren. Hana langsung saja pergi mencari suaminya.


“Ren, Reyna kemana? Apa dia tidak bersama denganmu?” tanya Kai.


“Reyna pergi cari makan.” jawab Ren.


“Apa dia masih ingin makan? Bukankah tadi dia sudah makan banyak?” tanya Kai dengan terkejut.


“Aku rasa tubuhnya sama sekali tidak normal.” kata Andrew.


“Kalau begitu aku pergi cari Reyna.” kata Ren langsung saja ingin pergi tapi di cegah oleh Felicia.


“Kau mau kemana Ren?” tanya Felicia menghandang Ren


“Aku mau kemana apa urusannya denganmu.” jawab Ren dengan dingin.


“Kenapa kau begitu dingin terhadapku. Bukankah kita teman sejak SMP. Kenapa kau masih saja dingin sama temanmu sendiri.” kata Felicia sedih.


“Aku tidak menganggapmu teman Fel. Bahkan aku tidak pernah bilang ingin berteman denganmu. Kau sendiri yang mendekati aku terus.” kata Ren dengan dingin.


Felicia terkejut mendengar perkataan Ren tidak pernah menganggapnya teman. Jadi selama ini Ren menganggapnya apa.


“Jadi selama ini kau menganggap aku apa?” tanya Felicia.


Ren sangat malas bicara dengan Felicia langsung saja pergi meninggalkan Felicia, walaupun Felicia sudah mencoba untuk menghentikannya tapi Ren tidak peduli dengan ucapan Felicia dan pergi menemui Reyna.


***


“Apakah enak?” tanya Riku.


“Tentu saja. Apa kau tidak mencobanya?” tanya Reyna.


“Tidak. Karena aku sudah kenyang.”

__ADS_1


Reyna hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.


“Rey.”


Reyna mendengar ada suara yang familiar langsung menoleh ke samping dan ternyata Ren mencarinya.


“Gimana makanannya enak?” tanya Ren.


“Ya. Apa kau sudah menemui mamamu?” tanya Reyna.


“Hm....” Ren hanya mengangguk.


“Setelah makan ini, apa aku boleh pulang? Karena sudah malam.” kata Reyna melihat jam sudah jam 11 malam.


“Baiklah. Aku akan mengantarkan kau pulang setelah makan.” kata Ren.


“Ternyata benar kalian disini.” kata Andrew sama Kai melihat Ren dan Reyna.


“Kenapa kalian ke sini?” tanya Ren


“Ibumu sedang mencarimu.” kata Kai.


“Jangan kemana-mana ya aku akan segera kembali.” kata Ren ke Reyna.


“Ya, kau pergi lah.”


Ren langsung pergi menemui mamanya. Sedangkan Riku melihat Ren sangat lembut dengan Reyna merasa ada yang aneh, karena biasanya Ren sangat dingin dan datar itu sangat dengan Reyna.


“Kenapa bocah itu sifatnya sangat berbeda jika dengan Reyna? Tidak mungkin bocah itu menganggap Reyna sebagai adik.” gumam Riku melihat kelakuan Ren terhadap Reyna.


***


“Ada apa ma?” tanya Ren.


“Malam ini apa kau ikut pulang dengan mama?” tanya Hana


“Kenapa pulang ke apartemen? Mama sangat kesepian dirumah tanpamu Ren.” kata Hana.


“Karena aku akan mengerjakan tugas kuliah aku.” kata Ren alasan.


“Bukankah besok akhir pekan. Jadi menginaplah sehari, mama sangat kesepian tanpamu.” kata Hana membujuk Ren untuk ikut pulang bersamanya.


“Tidak bisa ma. Karena tugas aku sangat banyak dan senin besok sudah harus dikumpul.” kata Ren.


“Sudahlah, ma. Jika memang Ren tidak bisa pulang. Bukankah masih ada papa?” kata papa Ren.


“Ada papa apanya? Bukankah papa juga sibuk di perusahaan? Tiap hari pergi pagi pulang larut malam terus bahkan mama sudah tidur papa baru pulang.” kata Hana.


“Akhir pekan papa akan di rumah. Semua pekerjaan akan papa lakukan di ruang kerja dirumah supaya bisa dengan mama.” kata Papa Ren bujuk istrinya.


“Benarkah?” tanya Hana minta kepastian suaminya.


“Tentu saja.”


“Baiklah. Jika papa membohongi mama, maka mama akan kabur dari rumah.” ancam Hana.


“Iya.” kata Papa Ren dengan lembut memeluk Istrinya.


“Ren, kau pulang lah. Sudah malam.” kata Papa Ren.


“Baiklah. Pa, Ma, Ren pulang dulu ya.” kata Ren memeluk mama dan papanya.


“Jika sudah sampai kau apartemen hubungi mama ya.” kata Hana.


Ren hanya mengangguk dan pergi mencari Reyna.

__ADS_1


“Tidak terasa anak kita sudah mau dewasa.” kata papa Ren melihat Ren pergi.


“Ya. Tapi aku ingin Ren cepat punya pacar. Masa diusianya yang sudah mencapai 20 tahun masih belum punya pacar.” kata Hana mengendud kesal dengan putranya.


“Nanti Ren juga akan dapat ma. Mama jangan memaksanya untuk cepat mencari pacar. Percaya lah, jika sudah waktunya pasti Ren akan dapat.” kata Papa Ren.


“Baiklah, aku percaya sama Papa.” kata Hana.


***


“Rey, apa kau sudah selesai?” tanya Ren mendekati Reyna.


“Sudah. Apa kau sudah bicara dengan mamamu?” tanya Reyna.


“Sudah. Ayo kita pulang.”


“Apa yang mamamu bicarakan?” tanya Reyna.


“Hanya menyuruh sesekali pulang ke rumah saja. Karena sudah lama aku tidak pulang.” kata Ren.


“Kenapa kau tidak ikut pulang saja? Bukankah besok akhir pekan?” tanya Reyna.


“Tidak bisa. Karena tugas kuliah aku menumpuk karena sudah beberapa minggu tidak masuk.” kata Ren.


“Baiklah.” kata Reyna.


“Apa aku salah dengar kalau Ren akan mengerjakan tugas kuliahnya?” tanya Kai.


“Aku rasa cuma hanya alasannya. Tidak mungkin dia mau mengerjakan tugasnya.” kata Andrew.


“Oh ya, Carlos dan yang lain kemana?” tanya Reyna.


“Mereka mau bicara dengan orang tua Ren dulu sebelum pulang.” kata Andrew.


“Apa aku juga harus bicara dengan orang tuamu Ren?” tanya Reyna.


“Tidak usah, karena aku sudah bilang kalau aku akan mengantarkan mu pulang.” kata Ren dengan cepat.


“Baiklah.” kata Reyna. Reyna sebenarnya ingin bertemu dengan orang tua Ren tapi Reyna merasa Ren tidak ingin dirinya bertemu dengan orang tuanya.


“Jangan bersedih. Kapan kapan kau juga akan bertemu dengan mereka.” kata Ren.


Ren mengantarkan Reyna pulang naik mobil sport Ren. Riku yang melihat Ren tidak ingin Reyna pulang dengan yang lain langsung saja merasa ada yang aneh. Riku menghentikn Andrew dan bertanya dengannya.


“Tunggu.” kata Riku ke Andrew.


“Ada apa tuan Riku?” tanya Andrew.


“Kau berteman lama dengan mereka berdua kan?” tanya Riku.


“Ya. Ren memang sudah lama, tapi Reyna baru 6 bulan lebih. Ada apa ya?” tanya Andrew.


“Apa hubungan antara mereka berdua?” tanya Riku sangat penasaran.


“Mereka berdua pacaran tuan.” kata Andrew membuat Riku terkejut.


“Apa kau bilang!!! Coba kau katakan sekali lagi.” kata Riku merasa dia salah dengar.


“Ren dan Reyna berpacaran tuan. Mereka sudah berpacaran selama 6 bulan lebih.” kata Andrew.


“Berarti bocah itu membohongiku!!” kata Riku sudah merasa marah langsung mengejar Ren dan Reyna.


Disisi lain yang tidak jauh dari Andrew dan Riku, Felicia mendengar semua pembicaraan Andrew dan Riku membuatnya terkejut.


“Apa?? Ren dan gadis itu berpacaran. Ini tidak mungkin.” gumam Felicia dengan terkejut.

__ADS_1


Felicia ingin mengejar Ren dan bertanya dengannya langsung dari mulutnya sendiri. Tapi sayangnya Ren sudah melajukan mobilnya bersama Reyna. Felicia tidak percaya melihat matanya melihat Ren dan Reyna pergi pulang bersama.


“Aku harus mencari kebenaran ini. Jika memang benar maka aku tidak akan diam.” kata Felicia melihat mobil sport Ren sudah pergi jauh.


__ADS_2