
Ren memukul wajah dan kepala Andrew dengan keras sampai Andrew kesakitan.
"Akh... Sakit sialan!" teriak Andrew kesakitan.
Ren tidak memperdulikan Andrew berteriak kesakitan memukul Andrew lagi sampai muka Andrew berbekas.
"Itu karena kau sendiri yang tidak menjawab panggilan aku." kata Ren dengan dingin.
"Bukankah itu harusnya kau tahu sendiri kalau aku tidak akan mengangkat panggilan telpon dari nomor yang tidak di ketahui." kata Andrew memegang mukanya yang kesakitan.
"Kenapa kau tidak telpon pakai handphone kau? Malah pakai handphone Reyna?" tanya Andrew dengan kesal.
"Oh. HP aku ketinggalan di mobil." jawab Ren datar.
"Sialan kau! Tahu kalau aku tidak akan mengangkat telepon dari orang asing, kenapa kau tidak ambil saja HP kau itu??!!" teriak Andrew marah pada Ren.
"Bukankah aku juga ada telpon dari bawah juga? Harusnya kau tanya dulu siapa yang telpon, tapi kau malah bilang tidak menerima pasien. Bukankah kau kenal dengan suara aku?" kata Ren membela dirinya tidak ingin di salahkan.
Andrew terdiam karena ada benarnya, karena dia tidak tanya siapa yang akan menemuinya, bahkan suaranya sangat familiar di telinga Andrew.
"Apakah kalian sudah selesai bicara?" tanya Reyna melihat Ren dan Andrew terdiam.
"Rey, kenapa kau malah diam saja? Harusnya kau marah sama pria satu ini karena telah membuat kita menunggu lama." kata Ren protes ke Reyna karena Reyna tidak marah sama Andrew dan hanya diam saja.
"Bukankah kau sama saja dengannya? Kau malas ambil HP mu di mobil dan memakai hp aku untuk menghubunginya dan akhirnya Andrew tidak angkat. Dan Andrew malah berpikir kita adalah pasiennya dan tidak ingin bertemu dengan kita." kata Reyna santai.
"Tapi bukankah kau yang mengasih HP kau ke aku untuk menghubunginya?" tanya Ren melihat Reyna malah tidak membelanya.
"Walaupun aku kasih HP aku atau tidak, tetap saja kau malas pergi ambil HP kau di mobil bukan?" tanya Reyna dengan santai.
Ren : "......"
"Tuh lihat, Reyna malah memarahi mu. Harusnya kau tau kalau aku tidak akan mengangkat panggilan yang tidak di kenal, malah kau memakai HP orang lain untuk menghubungi aku. Dimana salah aku coba?" tanya Andrew akhirnya angkat bicara melihat Ren sudah mati kutu karena Reyna.
Ren yang di sudut kan akhirnya diam dengan kesal. Reyna dan Andrew hanya tertawa dalam hati mereka melihat kekesalan Ren.
"Jadi kalian ada perlu apa menemui aku? Kalian tidak mungkin hanya ingin bertemu dengan aku saja di rumah sakit kan?" tanya Andrew ke inti.
__ADS_1
Andrew karena tahu pasti Ren dan Reyna ada sesuatu yang harus dilakukannya sampai mereka harus ke rumah sakit menemuinya.
"Sebenarnya kami ingin bantuan mu Andrew. Apa kau bisa membantu kami melakukan tes DNA?" tanya Reyna.
"Tes DNA? Siapa yang mau tes DNA?" tanya Andrew dengan bingung dan menaikkan sebelah alisnya.
"Aku dan dia." kata Reyna menunjuk ke Rayna.
"Siapa mereka? Kenapa wanita itu menutup wajahnya pakai masker dan kacamata? Bahkan sampai kepalanya di tutup pakai jaket?" tanya Andrew melihat seorang lelaki bersama seorang wanita yang menutupi wajahnya.
"Dari mana kau tau kalau dia wanita?" tanya Ren.
"Dari baju dan penampilannya saja sudah kelihatan." kata Andrew.
Rayna dan Calvin terkejut ternyata kalau Andrew tau kalau orang yang menutupi wajahnya adalah wanita.
Rayna sebelum masuk rumah sakit memang sengaja menutupi wajahnya. Karena Rayna sangat tidak suka orang lain memperhatikannya, jadi Rayna menutupi mukanya pakai masker dan kacamata. Pas makan siang tadi Rayna baru melepaskan masker dan kacamatanya.
"Sebenarnya kami tidak sengaja bertemu dengan mereka. Banyak hal yang terjadi, makanya kita ingin melakukan test DNA." kata Reyna.
"Jika tidak ingin bercerita juga tidak apa. Tapi kenapa harus test DNA dan kenapa dia menyembunyikan wajahnya? Apakah dia malu?" tanya Andrew melihat ke Rayna.
"Apa anda yakin nona?" tanya Calvin merasa agak ragu.
"Tidak apa. Dokter ini teman kami, lebih tepatnya dokter ini teman dekat Ren. Jadi tidak akan ada masalah." kata Reyna dengan senyum pasti.
Rayna dan Calvin saling pandang langsung melihat ke Reyna seperti jujur. Akhirnya Rayna melepaskan maskernya.
"Baiklah." kata Rayna melepaskan masker dan kacamatanya.
Andrew agak terkejut mendengar suara wanita yang dikenalnya. Setelah Rayna melepaskan masker dan kacamatanya, Andrew terkejut dan membulatkan matanya melihat muka Rayna.
"Kalian kembar?" tanya Andrew terkejut melihat ada 2 Reyna.
"Kemungkinan besar iya. Makanya aku ingin memastikan nya dan melakukan test DNA dengannya." kata Reyna.
"Sebenarnya tanpa test DNA sudah kelihatan kalau kalian adalah kembar. Bahkan bukan cuma hanya wajah dan penampilan kalian, suara kalian bahkan sangat mirip." kata Andrew.
__ADS_1
"Di dunia ini banyak orang yang mirip tapi tidak memiliki hubungan darah bukan?" tanya Ren.
"Benar juga sih. Tapi entah kenapa aku merasa kalau dia adalah kembaran Reyna. Karena bukan cuma hanya mukanya saja yang mirip." kata Andrew.
"Aku tau. Tapi untuk memastikan lebih akurat bukankah harus melakukan test DNA?" tanya Reyna.
"Baiklah jika itu mau kalian. Aku akan ambil sampel darah kalian untuk test DNA." kata Andrew.
"Apakah memang harus mengambil darah?" tanya Rayna.
"Ya. Sebenarnya bisa pakai air liur atau rambut, tapi kalau pakai darah lebih akurat dan pasti lebih bagus ambil darahnya langsung." kata Andrew.
"Baiklah." kata Rayna dengan lesu.
"Kenapa Rayna?" tanya Reyna.
"Tidak apa. Aku hanya takut di suntik atau melihat darah." kata Rayna dengan lesu.
"Kalau begitu kau jangan melihat suntik nya saja. Hanya memejamkan mata mu dengan pelan." kata Reyna.
"Tidak apa Ray. Aku ada bersamamu. Jika kau takut, aku pegang tangan aku dengan erat." kata Calvin dengan lembut.
Rayna hanya mengangguk dan memegang tangan Calvin dengan erat.
"Kalau begitu kalian berdua berbaring saja di kasur. Aku ambil alatnya dulu." kata Andrew langsung berdiri mengambil alat suntik dan yang lain. Sedangkan Reyna dan Rayna berbaring di kasur di temani Ren dan Calvin.
Setelah Andrew sudah siap mengambil alatnya, langsung mengambil darah Rayna dan Reyna sedikit dan diberikan nama mereka.
Rayna memalingkan wajahnya dan memegang tangan Calvin dengan erat karena takut melihat suntiknya.
"Siapa namamu?" tanya Andrew.
"Rayna Dok." jawab Rayna.
"Nama mu Rayna? Bukankah nama mu mirip dengan Reyna?" tanya Andrew.
"Bukan cuma hanya nama tapi nama belakang mereka juga sama. Kau lihat saja kartu identitasnya." kata Ren.
__ADS_1
Andrew terkejut mendengar perkataan Ren, langsung melihat kartu identitas Rayna, ternyata nama belakang mereka sama.
Andrew merasa kalau Rayna ini adalah saudara kembar Reyna karena mereka memiliki banyak kesamaan dari nama, penampilan bahkan nama belakang mereka.