
"Tolong bantu aku ambilkan bon baru. Punya aku sudah habis."
"Bukannya punya mu masih ada beberapa lembar?"
"Sisa 1 kertas lagi. Ada yang mau beli paket meja diamond."
"Paket Diamond?? Siapa yang mau beli?" Temannya terkejut mendengar ada yang mau beli paket Diamond.
"Customer lah. Siapa lagi?" jawabnya dengan enteng.
"Maksudnya siapa orang itu yang mau beli paket Diamond itu? Bukankah itu harganya ratusan juta?" tanya Temannya.
"Seorang gadis. Aku lihat sepertinya dia masih kuliah."
"Mahasiswi??? Apa kau yakin dia punya uang untuk membayar semua itu?" tanya Temannya tidak percaya.
'Bagaimana mungkin seorang mahasiswi ingin membeli paket meja Diamond yang harganya ratusan juta?'
'Jangan bilang dia hanya bercanda saja. Dari mana gadis itu mendapatkan uang sebanyak itu?'
"Jangan bilang kalau gadis itu hanya ingin beli tapi tidak dibelinya." kata temannya.
"Apa maksudmu? Apa kau ingin bilang kalau gadis itu hanya ingin mengupdate ke media sosial dia ingin beli. Tapi nyatanya tidak bisa membayar semua itu?" tanyanya dengan terkejut.
"Kalau bukan itu apa lagi? Jangan bilang kalau dia ingin membeli peralatan diamond lainnya." kata Temannya.
"Tidak mungkin kan mereka tidak jadi beli. Jika mereka memang tidak punya uang, kenapa ingin membeli peralatan untuk keuntungan pribadinya? Apa mereka tidak malu dilihat orang lain?"
"Mereka? Gadis itu tidak sendirian?" tanya Temannya.
"Dia datang bersama temannya."
"Mendingan kau pergi melihat mereka saja. Jangan sampai mereka ingin membeli barang yang berkualitas lainnya." kata temannya dengan cepat.
"Baiklah." katanya langsung pergi menemui Reyna dan Yuna.
'Apa benar yang dikatakannya kalau gadis itu hanya ingin mendapatkan keuntungan di media sosial?'
__ADS_1
Karyawan itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat supaya tidak berpikir macam-macam. Dia mengambil bon dan langsung pergi menemui Reyna dan Yuna.
"Nona saya sudah mengambil bon dan formulir. Apakah nona bisa kasih identitas nona untuk mengisi datanya?" tanya karyawan dengan sopan.
"Kak, sekalian tambah sofa yang di ruangan itu sepaket ya." kata Reyna langsung menunjuk ke arah ruangan sofa yang dia masuk tadi sambil mengasih kartunya ke karyawan itu.
"Hah?" karyawan itu bingung.
Apa nona ini ingin membeli sofa diamond juga?
Apa benar yang dibilang teman aku itu kalau nona ini hanya pura-pura beli?
"Kenapa kakak diam? Tambah dengan sofa yg didalam itu. Totalnya berapa semua?" tanya Reyna melihat karyawan wanita itu hanya diam saja.
"Harga paket meja itu harganya 850 juta per paket. Beli 2 jadi 1,7 Miliar. Harga sofa didalam juga sofa diamond harganya 700 juta. Jadi totalnya 2,4 miliar." jawab karyawan.
"Nona ingin bayar pakai kartu kredit atau debit?"
"Kartu debit saja kak." jawab Reyna langsung mengambil dompet.
Disaat Reyna ingin membuka dompetnya tiba-tiba ada pegawai lain membawa satpam dengannya langsung berteriak pada Reyna dan Yuna.
"Ada apa ya?" tanya Reyna tiba-tiba melihat karyawan itu teriak padanya.
"Bawa saja mereka keluar pak. Jangan mendengarkan katanya." kata pegawai itu dengan cepat.
"Kenapa kita harus dibawa? Kami disini ingin membeli barang bukan membuat rusuh. Apa alasan kakak ingin membawa kami keluar dari sini? Apa kami mengganggu kakak?" tanya Reyna dengan banyak pertanyaan.
"Aku tau kalian beli barang disini hanya ingin pamer saja kan dan membuat status kalau kalian bisa membeli barang paket diamond untuk mendapatkan banyak like." kata karyawan itu dengan meremehkan Reyna.
Reyna langsung menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan wanita karyawan itu.
'Pamer di status? Mendapatkan banyak like? Apa yang kakak ini bicarakan? Jangan bilang kalau aku tidak bisa membeli semua barang ini?' batin Reyna.
"Kenapa kakak bicara seperti itu? Apa kakak berpikir kalau aku tidak bisa membeli semua ini?" tanya Reyna.
"Tentu saja. Bagaimana mungkin kalau kau punya uang membeli barang diamond sebanyak itu? Harganya bukan ratusan ribu, tapi ratusan juta. Bahkan jika digabungkan semuanya bisa jadi 2 miliar. Apa kau punya uang sebanyak 2 miliar?" kata karyawan itu dengan cepat dan pasti.
__ADS_1
"Apa kakak pernah bertemu dengan orang yang seperti itu di toko ini?" tanya Reyna dengan datar.
"Tidak pernah. Aku pernah mendengar kalau Orang yang seperti itu tidak akan punya uang. Kalian saja masih mahasiswi tidak mungkin kalian punya uang sebanyak itu? Atau mungkin kalian merampok?" kata karyawan itu dengan memandang sinis Reyna.
"Jika kakak tidak pernah ketemu, jangan asal bicara. Atau kakak banyak nonton film Korea karena banyak kejadian yang seperti ini." kata Reyna.
"Bukankah yang aku bilang benar. Jika benar berikan buktinya jika kau memang bisa membeli semua barang ini." kata karyawan itu.
"Jika aku bisa membuktikan apa yang akan kakak lakukan?" tanya Reyna yang merasa tidak ingin main main lagi karena karyawan ini sudah mengejek nya sampai orang lain melihat ke Reyna dan yang lain.
"Jika kau bisa membuktikan maka aku akan berlutut dan mencium kaki kau bahkan akan berjalan merangkak sampai ke depan toko ini." kata karyawan itu dengan berani.
"Apa kakak tidak menyesal dengan perkataan kakak sendiri?" kata Reyna dengan senyum.
"Tidak. Jika kau tidak bisa membayarnya maka aku akan meng-upload kau ke sosmed." kata karyawan itu dengan cepat.
"Kakak ini beneran terlalu banyak nonton film drama." gumam Reyna.
Reyna membuka dompetnya dan ingin mengambil kartu debitnya, tapi kartu nya tidak ada. Reyna bingung kenapa kartu nya tidak ada. Setelah berpikir ternyata Reyna memakainya lusa kemarin dan kartu nya ada di dalam tasnya yang lain.
"Ada apa? Jangan bilang kalau kau tidak membawa kartu nya?"
"Tidak akan lama. Kartu aku ketinggalan, jadi aku akan telpon dulu, paling 10 menit." kata Reyna dengan senyum.
"Cih! Sudah aku duga." kata karyawan itu dengan sinis.
Reyna tidak memperdulikannya dan langsung telpon pak Satya, sayangnya di telpon berapa kali tidak di angkat. Akhirnya Reyna telpon Max dan diangkat nya dalam bunyi ke dua.
"Ada apa kak Reyna?" tanya Max.
"Kau dimana? Apakah pak Satya lagi sibuk? Aku telpon pak Satya berkali kali tidak diangkat." kata Reyna.
"Pak Satya lagi meeting kak."
" Suruh pak Satya transfer uang 3 triliun ke rekening pribadi aku. Kartu debit punyaku yang satu lagi ketinggalan. Aku ingin dalam 10 menit sudah masuk ke rekening ku." kata Reyna dengan cepat.
"Baik kak. Aku akan segera menghubungi pak Satya." kata Max dan sambungan di putuskan.
__ADS_1
" Apa kau sudah selesai sandiwara nya? Mendingan kau jangan sok kaya untuk bisa membeli semua barang itu."