
“Apa Mira sudah menunggu lama ya?” tanya Reyna menunggu angkutan masih belum datang menjemputnya.
“Tunggu dulu, Rumah Mira dimana? Bagaimana aku bisa pergi kesana kaalu tidak tau rumahnya.” kata Reyna sambil memukul jidatnya dan langsung mengambil Hp-nya telpon Ren bertanya dimana rumah Mira.
Deringan pertama langsung diangkat oleh Ren.
“Halo Ren.” kata Reyna
“Kenapa? Rindu sama aku?” tanya Ren langsung menggodanya.
“Tidak.” jawab Reyna
“Kalau tidak rindu kenapa telpon aku? Apa perlu aku cium kau supaya bisa jujur Rey.” kata Ren dengan manis.
“Aku tidak merindukan kau Ren. Aku ingin bertanya rumah Mira dimana?” tanya Reyna dengan datar
“Kenapa kau malah tanya tentang Mira?” tanya Ren langsung cemberut.
“Memangnya kenapa? Aku ingin pergi kerumahnya bermain karena sudah berjanji padanya semalam untuk bermain dengannya hari ini.” kata Reyna dengan datar.
“Tidak boleh!” kata Ren dengan tegas.
“Kenapa? Apa terjadi sesuatu dengan kalian berdua?” tanya Reyna merasa ada yang aneh.
“Kenapa kau malah menanyakan Mira bukan sama aku? Apa kau tidak merindukan aku Rey?” tanya Ren dengan cemberut.
“Kenapa kau seperti cemberut Ren?” tanya Reyna.
“Aku bertanya padamu apa kau merindukan aku atau tidak?” tanya Ren.
“Tidak!” jawab Reyna dengan tegas.
“………”
“Ren, apa kau masih disana?” tanya Reyna tidak mendengar suara Ren lagi.
“Ren… Halo…” kata Reyna melihat Ren tidak menjawab melihat telponnya masih tersambung.
‘Kok sepertinya Ren cemberut benar? Apa terjadi sesuatu dengan Ren?’ batin Reyna merasa ada yang aneh dengan sikap Ren.
“Ren, apa kau masih disana?” tanya Reyna
Reyna mencoba memanggil Ren berkali-kali tapi masih tidak menjawab dan berpikir apakah ada terjadi sesuatu dengan Ren. Reyna ingat barusan Ren langsung cemberut karena menanyakan dimana rumah Mira.
‘Apakah Ren cemberut karena aku menanyakan soal Mira? Sepertinya tidak mungkin deh. Bagaimana Ren bisa cemburu karena aku ingin pergi menemui Mira?’ batin Reyna.
Karena Reyna berkali-kali memanggil Ren tidak ada jawaban, Reyna mencoba untuk bertanya pada Ren.
“Ren, apakah ada terjadi sesuatu dengan mu dan Mira?” tanya Reyna dan Ren masih tidak menjawab membuat Reyna menghela nafasnya dan coba menggodanya.
__ADS_1
“Ren, apa kau mau kita berdua pergi ke taman bermain?” tanya Reyna.
“Mauuuuu……. Kapan kita pergi?” kata Ren langsung berteriak dengan gembira.
“………”
‘Sifat Ren turun dari siapa sih? Kenapa sifatnya seperti anak kecil berusia 5 tahun jika tidak diajak main langsung cemberut.’ batin Reyna dengan heran.
“Aku sekarang di depan kampus? Apa kau ingin menjemput aku?” tanya Reyna.
“Baiklah, aku akan bersiap-siap sekarang. Tunggu ya Sweety aku segera datang. Muach…” kata Ren langsung mematikan sambungannya dan bersiap-siap.
‘Sweety? Apa aku salah dengar? Kenapa panggilannya selalu berganti jika dia sedang over happy?’ batin Reyna dengan senyum sambil menggelengkan kepalnya.
Reyna menunggu Ren datang menjemputnya dan duduk dikursi dekat kampus. Setelah beberapa menit Reyna menunggu tiba-tiba ada telpon. Reyna melihat Hp-nya nomornya tidak diketahui dan Reyna membiarkannya. Setelah berkali-kali deringannya tidak berhenti membuat Reyna mengangkat telpon itu.
“Halo.” kata Reyna
“Halo, apakah ini dengan nona Reyna?” tanya seorang wanita.
“Dengan saya sendiri, ini siapa ya?” kata Reyna.
“Saya….” kata Wanita itu mau menjawab terdengar suara ribut merebut Hp tersebut.
“Halo, Kak Reyna. Ini Mira.” jawab Mira.
“Oh Mira, bagaimana kabarmu Mira?” tanya Reyna dengan senyum mendengar suara Mira.
“Tidak, kakak sekarang tidak sibuk.” jawab Reyna.
“Kak Reyna apakah kita bisa ketemu? Mira kangen sama kak Reyna.” kata Mira
“Tapi sekarang kakak lagi ingin pergi ke taman bermain bersama….” kata Reyna langsung dipotong oleh Mira.
“Taman Bermain? Mira mau ikut…..” kata Mira dengan antusias.
“Apa Mira mau ikut juga?” tanya Reyna.
“Mau, Mira Mau ikut ke taman bermain? Apakah kak Reyna pergi ketaman bermain yang papa kasih kemarin?” tanya Mira.
“Iya benar Mira, tapi…” kata Reyna langsung dipotong.
“Mira pergi sekarang juga, Mira juga ada tiketnya. Mira suruh supir untuk mengantarkan Mira ke taman bermain.” kata Mira dengan cepat.
“Tapi Mira…” Reyna ingin mengatakan sesuatu langsung dipotong cepat oleh Mira.
“Baiklah kak Reyna, kita ketemu di Taman Bermain ya. Bye bye kak Reyna….” kata Mira dengan antusias langsung mematikan teleponnya.
“……….”
__ADS_1
“Aku mau mengatakan kalau Ren juga akan ikut ketaman bermain.” kata Reyna melihat sambungan hp-nya yang sudah mati.
‘Kenapa perasaan aku tidak enak? Sepertinya nanti terjadi sesuatu yang buruk.’ batin Reyna dengan perasaan tidak enak.
Reyna merasa aka nada hal buruk yang terjadi hari ini membuat Reyna berpikir keras langsung meminum air dan menunggu Ren. 5 Menit kemudian mobil Ren langsung datang.
“Apa kau menunggu lama my Sweety?” kata Ren dengan membuka mobil kacanya.
“Kenapa kau memakai kacamata hitam?” tanya Reyna.
“Kenapa memangnya? Bukankah ini membuat aku lebih keren?” tanya Ren dengan gaya coolnya.
“Terserah. Kita pergi sekarang.” kata Reyna menghembus nafasnya langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam.
“Kenapa muka kau cemberut? Apa terjadi sesuatu?” tanya Ren melihat Reyna sepertinya cemberut.
“Tidak ada, hanya memikirkan sesuatu.” kata Reyna dengan datar.
“Baiklah kita pergi sekarang. Apa kau sudah makan?” tanya Ren.
“Belum.” jawab Reyna dengan datar.
“Kenapa belum makan?” tanya Ren dengan terkejut.
“Belum lapar.” jawab Reyna dengan datar.
‘Belum Lapar? Apa aku tidak salah dengar?’ batin Ren dengan tidak percaya kalau Reyna masih belum lapar.
‘Kenapa tiba-tiba perasaan aku tidak enak benar? Apakah akan terjadi sesuatu nanti?’ batin Reyna dengan berpikir
keras.
‘Akh….. Berpikir keras saja membuat aku lapar…’ batin Reyna melihat ada orang yang makan sate dipinggir jalan.
“Ren, berhenti dulu disitu. Kita pergi makan dulu, perut aku lapar.” kata Reyna sambil menunjukkan toko jualan sate.
‘Bukankah tadi bilang tidak lapar? Kenapa malah tiba-tiba jadi lapar?’ batin Ren melihat Reyna sangat ingin makan sate. Akhirnya Ren berhenti di depan toko sate dan makan sate.
“Pak satenya 2 porsi besar ya.” kata Reyna ke orang jualan sate.
“Aku tidak makan porsi besar Reyna, kamu saja yang makan porsi besar, aku yang biasa saja.” kata Ren.
“Kenapa kau mau makan porsi besar punya aku? Pesan saja lagi kalau mau.” kata Reyna dengan cuek.
“Bukankah kau sudah pesan 2 porsi, berarti 1-nya untuk aku kan?” tanya Ren.
“Aku makan 2 porsi besar sendirian.” kata Reyna dengan dingin karena merasa kelaparan ingin cepat makan.
“Jadi kau tidak pesan untuk aku Rey?” tanya Ren membulatkan matanya bahwa Reyna akan memakan Sate dengan 2 porsi besar bahkan tidak pesan untuknya juga.
__ADS_1
“Jika kau mau pesan aja lagi.” kata Reyna dengan dingin dan cuek.
‘Kenapa Rey tiba-tiba jadi dingin denganku? Apa terjadi sesuatu?' batin Ren