Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 102 – BOCAH WAKTU ITU


__ADS_3

'Sial! Aku ketahuan!’ batin Reyna melihat Riku sudah mendekatinya.


“Em… Ren, sepertinya aku benar-benar harus pergi. Semuanya aku pamit pergi dulu ya.” kata Reyna dengan cepat melepaskan tangan Ren dan pergi.


Sayangnya Riku sangat cepat dan langsung menangkap tangan Reyna membuat Reyna terkejut.


“Rey, apa benar itu kau? Aku merindukanmu.” kata Riku dengan pelan langsung memeluk Reyna dengan lembut.


Ren : “!!!!!...” membulatkan kedua matanya.


Andrew dan yang lain : “!!!....”


Semuanya terkejut melihat Riku memeluk Reyna apalagi Ren langsung saja terbelalak matanya melihat adegan didepan matanya.


Riku langsung saja melepaskan pelukannya dan melihat Reyna dan bertanya, “Kau kemana saja selama ini? Kenapa kau ada disini? Aku mencarimu kemana-mana tau.”


“Maaf tuan muda Riku, saya tidak mengenal anda. Mungkin anda salah orang.” kata Reyna dengan pelan melepaskan tangan Riku.


Riku langsung saja membulatkan kedua matanya mendengar Reyna tidak mengenalnya.


“Apa yang barusan kau bilang? Kau tidak mengenalku? Apa kau serius tidak mengenalku?” tanya Riku tidak percaya.


“Saya benar tidak mengenal anda tuan.” kata Reyna dengan sopan.


Rui yang mendekati Riku langsung saja terkejut mendengar kata Reyna tidak mengenal bosnya.


“Apa yang barusan nona Reyna katakan? Nona Reyna tidak mengenal Bos Riku.” gumam Rui dengan terkejut.


“Apa aku salah dengar? Bagaimana kau tidak mengenalku? Apa mungkin kau kecelakaan sampai kena amnesia? Kalau begitu gawat dong, aku akan membawamu ke rumah sakit untuk memeriksamu.” kata Riku dengan panik ingin membawa Reyna ke rumah sakit sekarang juga.


‘Amnesia? Dari mana aku kena amnesia?’ batin Reyna merasa Riku sudah tidak waras.


“Tidak usah tuan. Saya tidak sakit.” kata Reyna dengan pelan.


“Tidak mungkin! Kalau begitu kenapa kau tidak mengenalku? Apa mungkin aku salah orang?” tanya Riku dengan terkejut memeriksa Reyna.


“Anda memang salah orang tuan. Saya tidak mengenal anda. Apa mungkin anda merindukan orang itu sampai salah mengenal orang lain?” kata Reyna dengan pelan.


“Berhenti memengang tangannya. Apa kau ingin mati?” teriak Ren dengan dingin menatap tajam Riku dan menghempas tangannya dari tangan Reyna langsung berdiri didepan Reyna karena sudah tidak tahan melihat Riku dari tadi memegang tangan pacarnya.


Semua teman Ren langsung saja ketakutan melihat tatapan tajam Ren dan terkejut melihat Ren berani melawan tuan muda Richard.


“Oh, maaf. Aku pikir dia adalah orang yang aku kenal. Karena wajahnya terlihat mirip.” kata Riku dengan pelan.


‘Tidak, karena memang mirip, karena aku adalah orang yang sama dengan orang yang kau kenal dan orang kau


cari.’ batin Reyna menatap Riku.

__ADS_1


‘Sayangnya kau langsung mengenalku dengan muka aku, untung saja aku pakai lensa kontak supaya mengubah


warna mataku dan aku bisa menipumu.’ batin Reyna dengan senyum.


“Banyak orang yang mirip di dunia. Jika kau ingin bertemu dengannya kenapa tidak kau cari saja dia.” kata Ren dengan dingin.


“Aku memang sedang mencarinya. Sayangnya dia sudah menghilang hampir 6 bulan, jadi aku mengira kalau gadis itu adalah orang yang aku cari.” kata Riku dengan pelan.


“Apa gadis ini yang kau cari? Kau lihat baik-baik bukannya berbeda.” kata Ren langsung menarik Reyna didepannya dan memperlihatkan pada Riku.


Riku melihat Reyna dengan teliti memang sangat mirip dengan orang yang dicarinya tapi warna matanya sangat berbeda. Warna mata Reyna warna biru laut, sedangkan gadis didepannya warna hitam.


“Ya, Dia sangat mirip dengan gadis yang aku cari, sayangnya warna matanya berbeda.” kata Riku dengan pelan.


“Lain kali lihat dengan baik. Kau melukainya.” kata Ren dengan datar memperlihatkan tangan Reyna yang berbekas.


“Maaf nona, aku melukai nona.” kata Riku dengan pelan.


“Tidak apa.” kata Reyna dengan senyum.


‘Apa yang bos katakan? Bukankah nona ini beneran nona Reyna? Walaupun warna matanya beda tapi penampilan,


suara, dan senyumannya sangat persis dengan nona Reyna.’ batin Rui yang melihat Bosnya seperti kena tipu sama nonanya.


“Kalau begitu aku permisi dulu.” kata Rui ingin berbalik membuat Reyna menghela nafasnya.


“Tunggu sebentar.” kata Riku langsung berhenti.


‘Kenapa dia berhenti? Apa dia sudah tau kalau itu aku?’ batin Reyna dengan gugup.


Riku berbalik langusng menatap Ren dengan teliti.


“Ada apa? Apa kau masih ada perlu?” tanya Ren.


“Apa kita pernah bertemu? Aku merasa kau sangat tidak asing.” kata Riku menatap Ren.


“Mungkin hanya perasaan kau saja.” kata Ren dengan datar.


“Benarkah?” tanya Riku. Riku benar-benar pernah melihat Ren tapi dimana dia tidak bisa ingat.


“Baiklah, kalau begitu aku permisi. Maaf telah menganggu kalian.” kata Riku langsung pergi meninggalkan Ren dan yang lain. Sedangkan Reyna langusng menghela nafasnya melihat Riku sudah pergi.


“Tidak masalah.” jawab Ren dengan datar.


“Ren, apa kau mengenal tuan Riku?” tanya Andrew ke Ren setelah Riku pergi.


“Aku tidak mengenalnya.” jawab Ren dengan datar.

__ADS_1


Riku yang ingin pergi langsung mendengar Andrew memanggil Ren langsung saja berhenti.


‘Ren? Dimana aku pernah mendengar nama itu?’ batin Riku langsung menoleh ke arah Ren.


“Kenapa bos?” tanya Rui melihat Bosnya diam menatap Ren.


“Aku merasa pernah melihat lelaki itu. Apa kau pernah melihatnya?” tanya Riku.


“Tidak bos. Saya tidak pernah melihatnya.” jawab Rui jujur.


“Apa bos kenal dengan pemuda itu?” tanya Rui.


“Entahla. Aku merasa pernah melihatnya bahkan nama dia juga terasa tidak asing, tapi aku tidak ingat dimana.” kata Riku.


“Siapa namanya bos?” tanya Rui.


“Ren.” jawab Riku.


“Sepertinya namanya pernah aku dengar bos. Apa nama keluarganya bos?” kata Rui setelah mendengar nama Ren.


“Aku tidak tahu nama keluarganya.”


“Apa bos mau saya cari tentang dia?” tanya Rui.


Riku terdiam dan di hanya melihat ke arah Ren dan yang lain.


“Ren, apa kau kenal dengan tuan Riku?” tanya Andrew.


“Tidak. Aku tidak mengenalnya.” jawab Ren datar.


“Benarkah? Kenapa aku merasa kau mengenalnya?” tanya Andrew dengan pasti.


“Mungkin hanya perasaanmu.” jawab Ren sambil mengasih Reyna pop corn.


“Rey, apa kau mau minum? Buka mulutmu.” tanya Ren mengasih cola ke Reyna dan mengambil beberapa pop corn langusng menyuapi Reyna membuat teman Reyna membulatkan mata mereka kecuali Andrew dan Kai. Sedangkan Fecilia  mengganga tidak percaya apa yang dilihatnya.


“Apa kau tidak bisa melihat tempat? Bisa-bisanya kau bermesraan didepan kami.” tanya Kai kesal dan merasa mendapatkan garam melihat kemesraan Ren dan Reyna.


“Apa pula masalahnya dengan kalian? Jika kalian tidak ingin melihat, ya jangan dilihat.” kata Ren dengan datar.


“Kalian sangat dekat sampai tidak ada yang memisahkan kalian berdua.” kata Andrew.


Riku yang mendengar pembicaraan mereka hanya diam mendengarkan, tapi setelah mendengar perkataan Andrew, Riku terdiam seperti teringat sesuatu.


‘Sangat dekat sampai tidak ada yang memisahkan’ batin Riku dengan pelan. Beberapa detik langsung saja teringat dan berteriak sampai Rui disampingnya terkejut, sedangkan Ren dan yang lain langsung menoleh karena mendengar Riku berteriak.


“Aku baru ingat kau! Bukankah kau bocah yang waktu itu!” teriak Riku sampai menunjuk ke Ren.

__ADS_1


__ADS_2