
Setelah Ren mengantar Yuna pulang, Ren langsung kembali mengantarkan Reyna ke apartemennya. Tidak lupa Ren mencium dahi Reyna sebelum dia pergi.
“Akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak.” kata Reyna yang selesai cuci muka dan gosok gigi.
Reyna langsung berbaring ke kasur yang empuknya dan langsung main hp nya. Setelah beberapa saat Reyna langsung tertidur dikasur dengan nyenyak.
----Pagi hari----
Terdengar bunyi alarm Reyna langsung bangun dan pergi cuci muka dan mandi. Setelah selesai mandi Reyna langsung mengaringkan rambutnya.
PING.
Terdengar pesan masuk di Hp nya, Reyna langsung melihat pesan tersebut. Reyna langsung senyum setelah selesai membacanya.
“Sepertinya aku pergi sekarang.” kata Reyna dengan senyum setelah melihat pesan di Hp nya. Reyna langsung cepat mengeringkan rambutnya dan bersiap-siap.
----Di kampus----
Terdengar bunyi kelas sudah selesai.
“Yuna.” teriak Kai.
“Ada apa?” tanya Yuna mendengar Kai memanggilnya.
“Reyna kemana? Tadi aku tidak melihatnya di kelas.” tanya Kai
“Katanya dia ada urusan.” jawab Yuna.
“Urusan apa?” tanya Kai.
“Aku tidak tau. Kemungkinan dalam beberapa hari dia tidak masuk kelas.” kata Yuna.
Kai hanya mengganguk kepalanya. “Apa kau sudah makan?”
“Belum.Ini aku mau ke kantin makan siang.” kata Yuna.
“Kita makan bareng yuk. Kebetulan aku juga ingin makan di kantin.” kata Kai.
“OK.”
Kai dan Yuna langsung ke kantin makan siang.
“Kau lihat siapa yang bersama Kai.” kata seorang mahasiswi bisik ke temannya melihat Yuna dan Kai masuk bersama ke kantin.
“Bukankah itu teman si culun itu? Kenapa dia bersama dengan Kai?” tanyanya.
“Tidak tau. Apa mungkin dia menyukai Ren makanya mendekati Kai dulu?” tanyanya.
“Jika dia suka dengan Ren kenapa dia dekat dengan Kai? Bukankah harusnya dia mendekati Ren langsung?” tanya temannya balik.
“Ren kan susah dekat dengan cewek. Makanya dia mendekati Kai dulu karena Kai tidak masalah mendekati cewek atau cowok.”
“Jika dia berani melakukan itu untuk mendekati Ren, maka kita akan berikan dia pelajaran.” katanya dengan mata tajam.
Mereka berdua adalah fans Ren. Mereka pikir kalau Yuna mendekati Kai supaya mendekati dengan Ren. Tapi aslinya bukan begitu Kai yang mengajak Yuna untuk makan siang bersama.
“Kenapa makan nasinya sedikit?”tanya Kai melihat Yuna hanya ada nasi sedikit.
__ADS_1
“Ya. Aku tidak bisa makan banyak.” jawab Yuna dengan senyum.
“Apa tidak iya tubuhmu sangat kurus. Kau harus makan yang banyak Yuna, kau seperti tidak ada daging ditubuhmu.” kata Kai melihat tubuh Yuna dari atas sampai bawah sangat kurus.
“Aku memang tidak makan banyak. Makan nasi ini saja aku sudah kenyang.” kata Yuna dengan senyum.
“Apa kau serius? Kau tunggu disini. Jangan kemana-mana dan tunggu aku datang.” kata Kai langsung pergi meninggalkan Yuna.
“Tunggu Kai.” teriak Yuna tidak didengar oleh Kai dan langsung pergi saja.
Setelah 10 menit Kai kembali membawa makan untuk Yuna.
“Makanlah.” kata Kai mengasih ke piring Yuna.
“I-ini terlalu banyak Kai. Aku tidak bisa makan habis.” kata Yuna Kai mengasih terlalu banyak lauk ke mejanya.
“Makan saja. Kau beneran bisa pingsan makan sedikit itu.” kata Kai memakan nasinya.
Yuna ingin bicara tapi tidak bisa karena Kai sudah menaruh di piringnya. Mau tidak mau Yuna menghabiskan semuanya.
15 menit kemudian Kai dan Yuna menghabiskan makanan mereka.
“Kenapa?” tanya Kai melihat Yuan memengang perutnya.
“Ti-tidak ada.” kata Yuna dengan senyum kecil.
“Apa perutmu sakit?” tanya Kai.
“Tidak apa. Aku hanya merasa mual saja.” kata Yuna.
“Tidak apa, nanti juga sembuh.”
Kai merasa tidak enak karena memaksa Yuna memakan semua yang dikasih nya. Akhirnya Kai membawa Yuna ke ruang kesehatan.
----Di Ruang Kesehatan----
“Ada apa?” tanya Andrew.
“Perutnya sakit. Coba kau cek dia.” kata Kai membawa Yuna ke kasur.
“Aku beneran tidak apa Kai. Aku hanya sakit perut saja.” kata Yuna yang tidak mau diperiksa.
“Sudah kau diam saja.” kata Kai dengan tegas.
“Kenapa dengan perutnya?” tanya Andrew sambil memeriksanya.
“Dia kebanyakan makan sampai perutnya sakit.” kata Kai.
“Dia tidak apa. Hanya kebanyakan makan. Istirahat yang cukup saja nanti juga tidak apa. Aku kasih obat mual saja.” kata Andrew.
“Baik dok. Terima kasih.” kata Yuna.
“Apa yang kau lakukan padanya sampai perutnya sakit?” tanya Andrew.
“Di kantin dia hanya memakan sedikit jadi aku mengasih nambah lauknya. Aku tidak menyangka kalau perutnya sampai sakit.” kata Kai.
“Kenapa kau melakukan itu? Tiap orang porsi makanya pasti berbeda.” kata Andrew.
__ADS_1
“Aku tau, tapi aku lihat tubuhnya sangat kurus. Aku pikir dia tidak makan dengan teratur.” kata Kai melihat kearah lain.
Andrew memperhatikan tubuh Yuna dan ternyata benar Yuna sangat kurus.
“Apa kau selalu makan sedikit?” tanya Andrew ke Yuna.
“Aku memang tidak makan banyak.” jawab Yuna.
“Kau harusnya bilang kalau kau tidak bisa habis makannya.” kata Kai.
“Karena kau menaruh lauknya ke piring aku pasti mau tidka mau aku habiskan.” kata Yuna dengan wajah memelas.
“Jika tidak bisa makan semuanya jangan dipaksa. Ini akibatnya kalau kau memaksa makan.” kata Kai.
“Kalau dibuangkan sayang. Aku tidak suka membuang makanan.”
“Jika sayang kan bisa di bungkus. Kenapa harus sampai paksa makan.” kata Kai.
Yuna terkejut dengan perkataan Kai. ‘Benar juga kenapa aku tidak berpikir ya?’ batin Yuna.
“Sepertinya kau sangat lugu Yuna. Tidak bisa berpikir sebelum bertindak.” kata Kai.
“Hehe…” Yuna hanya tersenyum.
“Kalian berdua makan bersama?” tanya Andrew.
“Ya, aku tidak sengaja bertemu dengannya dan kebetulan aku juga ingin makan di kantin.” jawab Kai.
“Tidak sengaja atau sengaja?” tnaya Andrew senyum menggoda.
“Tidak sengaja. Jangan berpikir macam-macam kau Andrew.” kata Kai menatap tajam Andrew.
“Tumben kau makan sendirian? Ren kemana?” tanya Andrew.
“Dia tidak masuk kampus.” kata Kai.
“Kenapa?” tanya Andrew.
“Biasa…. Karena mata kuliah hari ini hanya tentang bisnis. Mana mau dia masuk kampus.” jawab Kai dengan santai.
“Kenapa dia tidak masuk jurusan lain saja? Aku rasa jurusan bisnis terlalu mudah untuk Ren. Aku rasa dia bisa menghabiskan waktu dalam 1 tahun saja untuk menyelesaikan kuliahnya.” kata Andrew.
“Ya. Dia memang bisa menghabiskan kuliahnya dalam 1 tahun kalau dia rajin masuk kuliah dan tidak tidur selama pelajaran.. Bahkan dia selalu bolos kuliah.” kata Kai.
“Aku benar tidak tau apa yang dipikirkannya.” kata Kai.
“Sama.” jawab Andrew.
“Ayo kita masuk kelas. Ini sudah jam lewat 10 menit.” kata Kai melihat jam.
"OK. Kami permisi dokter.” kata Yuna dengan sopan.
“Andrew, kita masuk kelas dulu, nanti kita bicara lagi.” kat Kai.
“Ok.” jawab Andrew.
Kai dan Yuna langsung masuk kelas.
__ADS_1