Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 177 - REYNA PALING MENAKUTKAN DAN KEJAM


__ADS_3

"Apa tujuan kalian ke sini?" tanya Calvin.


"Kami kesini di suruh oleh pemilik apartemen ini mengambil dokumen saja." kata lelaki berkacamata.


"Aku tau kalau kalian berbohong. Katakan dengan jujur atau aku potong bibir kalian." kata Ren dengan tajam.


"Ka-kami memang mengatakan dengan jujur Tuan. Dan lagi kami juga tidak menyentuh gadis itu." kata Lelaki berkacamata sambil menunjuk ke Reyna.


"Kau jangan coba-coba berbohong padaku jika mulut dan tangan kalian tidak di tempatnya lagi." ancam Ren.


"Kenapa kami harus berbohong pada kalian Tuan? Jika tidak percaya tanya saja sama Nona itu." kata Lelaki berkacamata melihat ke Reyna.


"Kenapa kalian berdua lihat ke aku? Apa kalian percaya pada perkataannya?" tanya Reyna melihat Ren dan Calvin melihatnya dengan teliti.


"Nona, Kenapa nona berani berbohong. Nona bisa dapat dosa yang besar jika berani berbohong." kata Lelaki berkacamata.


"Yang memiliki dosa itu kalian berdua. Siapa yang bilang kalian sudah dapat izin dari pemilik apartemen datang ke sini?" tanya Reyna balik.


"Kami memang sudah dapat izin dari pemilik apartemen ini. Bahkan kami punya kuncinya." jawab lelaki tersebut.


"Apa kau tau siapa pemilik apartemen ini?" tanya Reyna.


"Tahu, maka dari itu kami ada kunci apartemen dan bisa masuk kedalam." kata Lelaki berkacamata.


"Siapa namanya?" tanya Ren.


"Rayna. Namanya Rayna Richelle." jawab Lelaki berkacamata membuat Calvin dan Ren agak terkejut.


"Apa kau yakin nama pemilik apartemen ini Rayna?" tanya Ren sudah menatap tajam Lelaki berkacamata.

__ADS_1


"I-iya. Bahkan kami sudah tanya sama orang bawah, dan mereka menjawab benar." kata Lelaki berkacamata dengan gugup.


"Dimana dia sekarang?" tanya Calvin juga menatap tajam lelaki itu.


Calvin merasa ada yang tidak beres dan memiliki firasat buruk terjadi sama Rayna.


"Di-dia ada bersama Bos kami."


"Siapa Bos kalian? Jangan bilang kalau kalian ini yang menculik Rayna sampai kalian ke apartemen ingin menculik barangnya juga." kata Calvin menatap tajam kedua lelaki itu.


"Ka-kami memang di suruh oleh Nona Rayna, Tuan." kata Lelaki berkacamata dengan ketakutan melihat tatapan tajam Calvin.


"Jika kalian berani bohong, maka kalian akan tau akibatnya." kata Calvin langsung menghubungi Rayna.


"Apa Rayna mengangkat nya?" tanya Ren.


"Tidak. Aku sudah menghubungi nya berkali-kali, tidak ada jawaban. Bahkan telpon ke 3 Hp nya sudah di matikan." kata Calvin menelpon nomor Rayna sudah tidak aktif lagi.


Ren dan Calvin melihat videonya. Memang terlihat kalau Rayna pergi sendirian ke tempat sepi dan masuk ke gedung kosong. Setelah itu mulut nya langsung di kasih kain kecil yang sudah di kasih obat bius. Setelah Rayna pingsan, video langsung berakhir.


"Siapa Bos kalian?" tanya Calvin dingin dan amarahnya sudah hampir mencapai puncak.


Bagaimana Calvin tidak marah kalau Rayna, sang istri kesayangannya di culik oleh seseorang.


"Dimana Rayna sekarang? Jika kalian tidak kasih tahu dengan jujur, maka aku akan mencincang kalian dan bawa kalian ke kandang harimau." kata Calvin langsung menarik baju Lelaki berkacamata tersebut dengan kasar.


"Kasih ke kandang harimau aku rasa masih terlalu ringan. Bagaimana kalau mereka berdua kasih sama orang Gay saja? Biarkan tubuh mereka di siksa dan di nikmati oleh orang gay." kata Reyna merasa kalau kasih ke kandang harimau masih terlalu ringan.


Semua orang disana tersentak terkejut, bahkan kedua lelaki yang terikat itu langsung muka pucat pasi mendengar mereka akan di kasih oleh orang gay.

__ADS_1


"Bagus juga ide mu Rey. Kau memang sangat pintar." kata Ren dengan senyum dan mengelus kepala Reyna dengan lembut.


"Bagaimana? Jika kalian tidak jawab dengan jujur maka aku akan panggil orang Gay ke sini dan menyuruh mereka menikmati tubuh kalian berdua." kata Calvin mengancam.


Kedua lelaki itu pucat pasi dan keluar keringat dingin. Mereka sampai gemetar ketakutan jika mereka berbohong maka mereka akan di kasih oleh orang Gay dan menikmati tubuh mereka.


"Jawab!" bentak Calvin melihat kedua lelaki itu hanya diam saja.


"No-nona Rayna di bawa ke kota XX. Kami hanya di suruh ke apartemen nya untuk mencari dokumen yang diminta oleh Bos kami." kata Lelaki berkacamata itu dengan jujur karena takut akan di kasih oleh orang Gay.


"Dokumen apa yang kalian cari?" tanya Calvin.


"Kami juga tidak tau. Kami hanya di suruh mencari dokumen saja. Dokumen itu ada di amplop coklat dan ada tanda RR di amplop coklat." jawab lelaki berkacamata.


"Dari mana kalian tau kalau Rayna adalah punya Apartemen di lantai 55?" tanya Ren.


"Bukankah di sini memang milik Nona Rayna? Bahkan kami sebelum naik sudah menanyakan pada resepsionis." kata lelaki berkacamata.


"Sayangnya kalian salah besar. Apartemen ini bukan milik Rayna, tapi milik pacar aku Reyna." kata Ren dengan senyum kecil.


"Mustahil! Kami sudah menanyakan pada orang bawah dan mereka mengatakan benar kalau apartemen ini milik nona Rayna." kata Lelaki berkacamata dengan terkejut.


"Bukan Rayna tapi Reyna. Mungkin orang bawah salah dengar namanya. Karena namanya hanya beda satu huruf aja." kata Ren dengan senyum.


"Itu berarti..."


"Kalian sudah salah. Walaupun memang benar Rayna tinggal di sini. Tapi ini milik Reyna yaitu saudara Rayna." kata Ren.


"Sekarang kalian berdua bilang semua tujuan kalian. Jangan ada informasi yang di sembunyikan, jika ada sedikit saja informasi yang kalian sembunyikan, maka kalian akan aku bawa orang Gay ke sini dan menikmati tubuh kalian itu." ancam Reyna.

__ADS_1


Kedua lelaki itu ketakutan mendengar perkataan Reyna. Mereka pikir Reyna hanya gadis polos, ternyata Reyna adalah paling menakutkan dan kejam di bandingkan sama Calvin dan Ren.


T.B.C


__ADS_2