
“Pagi-pagi sudah ramai.” kata Reyna yang baru sampai kampus melihat didepan gerbang kampus sudah banyak orang.
“Tentu saja, karena hanya setahun sekali mengadakan bazar pastinya ramai.” kata Ren yang tiba-tiba bicara dibelakang Reyna.
“Astaga kapan kau dibelakang aku?” kata Reyna dengan terkejut.
“Baru saja. Ayo kita masuk sekarang.” kata Ren sambil mengandeng tangan Reyna.
Reyna menghempas tangan Ren karena memegangnya membuat Ren heran.
“Kenapa?” tanya Ren.
“Tidak boleh bergandengan tangan.” kata Reyna dengan tegas.
“Disini kan ramai, tidak akan ada yang melihat.” kata Ren ingin memegang tangan Reyna lagi, Reyna langsung memukul tangan Ren dengan kuat.
“Jangan berani memegang tangan aku! Jika berani jangan harap aku bertemu dengan aku lagi.” kata Reyna dengan mengancam Ren.
Ren mendengar perkataan Reyna langsung terkejut dan cemberut. “Sekali ini saja ya… Pliss….” kata Ren dengan memohon seperti anak kecil.
“Tidak boleh!” kata Reyna dengan tegas.
“Rey, kau jahat, kau menyebelin.” kata Ren semakin cemberut seperti anak kecil yang berusia 5 tahun karena Reyna tidak ingin bergandeng tangan dengannya.
“Nanti dilihat orang. Aku masih tidak ingin orang lain tau tentang hubungan kita.” kata Reyna.
“Mau sampai kapan aku menunggu?” tanya Ren dengan penasaran.
“Sampai waktunya tiba.” kata Reyna dengan senyum.
“……..”
“Kapan?? Times? Hours? Minutes? Seconds?” tanya Ren seperti anak kecil.
“Apa bisa kau berhenti bicara seperti anak kecil?” kata Reyna menatap Ren dengan kesal.
“No! I can’t do that!” kata Ren.
Reyna melihat Ren entah kenapa rasanya kesal langsung meninggalkan Ren begitu saja. Ren melihat Reyna pergi begitu saja langsung mengejarnya, Reyna melihat Ren mengikutinya langsung menginjak kaki Ren dengan kuat membuat Ren kesakitan, Reyna langsung berlari cepat supaya Ren tidak bisa mengejarnya.
“Sepertinya disini sudah aman.” kata Reyna melihat Ren tidak mengejarnya.
__ADS_1
“Bisa-bisanya dia ingin bergandeng tangan aku, jika ada yang melihat bagaimana?” gumam Reyna dengan kesal.
Reyna melihat sekeliling ternyata dia berada di tempat jualan makanan. Reyna melihat sekelilingnya banyak yang jual makanan enak sampai air liurnya keluar, Reyna langsung saja membeli apa yang ingin dimakannya.
Disisi lain seorang gadis dengan pria melihat sekeliling kampus menikmati bazar kampus.
“Pa, apa papa akan mengikuti lelang tanah?” tanya seorang gadis menikmati makan crepe.
“Tentu saja, jika ada dapat tempat yang bagus papa bisa membuka perusahaan baru.” kata Papa ke pada anaknya.
“Tapi, apa papa yakin bisa mendapatkannya?” tanya gadis tersebut dengan ragu.
“Tentu saja gadis kecil ku, jika kita bisa dapat tanah tersebut kita pasti bisa mendapatkan pendapatan yang besar.”
“Bukankah tanah yang ingin papa inginkan adalah tanah terbaru yang diinginkan oleh semua orang bisnis? Aku ragu kalau papa bisa mendapatkannya.”
“Tenang saja, papa pasti akan mendapatkannya.” kata papa dengan pasti.
“Jika kita tidak dapat bagaimana pa?” tanya gadis itu dengan nada sendu.
“Jika begitu berarti tuhan masih belum dipihak kita. Kita masih belum tau apakah bisa dapat atau tidak kalau kita masih belum mencobanya.” kata Papa ke anaknnya.
“Baiklah Pa, jika memang kita tidak dapat tanah tersebut, kita masih bisa mencari tanah yang lain.” kata gadis itu dengan senyum.
Gadis itu hanya tersenyum walaupun dalam hatinya sangat ingin mendapatkan tanah terbaru tersebut untuk membuka perusahaan baru papanya.
“Pa, aku pergi beli minum dulu ya.” kata gadis itu.
“Baiklah, papa tunggu disini.” kata papa.
Gadis itu langsung pergi beli minum. Sesaat dia sudah membayar beli jus tiba-tiba tersenggol sampai kena baju seseorang.
“Akh… Maaf….” kata Gadis itu dengan cepat.
“Hei, apa kau tidak bisa melihat? Lihat baju aku kotor karena kau.” marah wanita itu.
“Maaf… saya tidak sengaja..” katanya dengan pelan.
“Apa kau berpikir meminta maaf bisa menyelesaikan masalah?” bentak wanita itu.
Gadis itu hanya menundukkan kepalanya dengan ketakutan karena bentakan wanita itu.
__ADS_1
“Aku minta kau mengganti uang untuk baju yang kau buat kotor.” kata wanita itu dengan memerintah.
“Ta-tapi aku tidak punya uang.” kata gadis itu dengan pelan.
“Tidak mungkin kau tidak punya uang, kau mahasiswi di kampus terkenal ini tidak mungkin tidak punya uang sepeserpun.” kata teman wanita melihat baju yang dipakainya adalah baju kampus.
“Yuna.” wanita itu melihat nama gadis itu dibajunya dan menyindirnya.
“Seperti namanya tidak sesuai dengan penampilanmu, kau seperti pengecut dan lemah.” kata wanita itu dengan sinis melihat penampilan Yuna seperti kampungan.
Yuna hanya diam saja tidak melawan karena Yuna suka pendiam dan sendiri tidak suka dekat dengan orang lain karena penampilannya seperti anak-anak biasa.
“Kalau kau tidak punya uang untuk menggantikan baju aku, kau ikut aku ke kantor polisi.” kata wanita itu dengan tegas dan memaksa Yuna ke kantor polisi.
“Ja-jangan…” kata Yuna dengan ketakutan.
“Ayo ikut aku sekarang.” kata Wanita itu menarik Yuna dengan paksa.
“A-aku mohon jangan….” kata Yuna dengan ketakutan dan mengeluarkan air matanya.
“Ada apa ini?” kata Reyna sambil memakan takoyaki ditangannya.
Wanita itu terkejut melihat Reyna tiba-tiba datang dan berkata, “Ini tidak ada urusannya denganmu. Ayo ikut aku sekarang.” Wanita itu menarik Yuna dengan kasar.
“Sa-sakit…” Yuna terisak kesakitan.
“Walaupun ini tidak ada urusannya dengan aku, tapi aku tidak bisa membiarkan kau memaksa orang dengan kasar.” kata Reyna langsung memukul tangan wanita itu dan menarik Yuna ke sampingnya.
“Ini tidak ada hubungannya dengan kau, jangan ikut campur urusan orang.” kata Wanita itu ke Reyna.
“Jika ada masalah kenapa tidak dibicarakan baik-baik.” kata Reyna dengan pelan.
“Jika kau ingin ikut campur kenapa tidak kau saja menggantikannya.” kata Wanita itu.
“Menggantikan apa?” tanya Reyna dengan bingung.
“Menggantikan baju aku yang kena jus dia.” kata Wanita itu sambil menunjuk ke Yuna.
“Ta-tapi aku kan tidak sengaja. A-aku juga sudah meminta maaf.” kata Yuna membela dirinya.
“Meminta maaf apa bisa menyelesaikan masalah baju aku yang sudah kau buat kotor? Baju aku ini baju limited dan didunia ini hanya ada 5 baju saja.” kata Wanita itu dengan marah membuat Yuna menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Reyna melihat bajunya memang terkena jus yang dipegang oleh Yuna. Reyna melihat baju yang dipakai wanita dari atas sampai kebawah.
‘Baju limited? Apa dia yakin baju yang dipakainya baju limited?’ batin Reyna tersenyum kecil melihat baju wanita itu.