Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 60 – SENGAJA


__ADS_3

“Sekalian temanmu jadi asistenmu saja untuk membantu.” kata Andrew.


Reyna dan Yuna saling pandang mendengar perkataan Andrew.


“Bagaimana Yuna? Apa kau mau membantu aku?” tanya Reyna.


“Jika tidak merepotkanmu aku mau membantu.” jawab Yuna dengan senyum.


“Baiklah, kami akan membantu.” kata Reyna ke Andrew.


“Bagus! Kalau begitu kalian duduk di pojok paling kanan itu. Semua berkas ada di meja.” kata Andrew dengan senyum.


“Ok.” kata Reyna langsung menuju meja dengan Yuna dan mengerjakan tugasnya.


“Pak, apa mereka bisa mengerjakan keuangan bazar?”


“Benar pak. Nanti mereka mengambil uangnya bagaimana?”


“Aku melihat mereka sepertinya bukan jurusan keuangan. Apa mereka mengerti tentang keuangan bazar?”


Banyak mahasiswa di ruangan itu merasa ragu dan takut dengan Reyna karena takut salah menghitung atau mengambil uang bazar.


“Kalian tidak perlu khawatir. Mereka dari jurusan bisnis. Tentu saja mereka bisa mengelolah keuangan bazar. Kalau soal uang mereka juga tidak bisa mengambilnya, karena semua pemasukan dan pengeluaran keuangan sudah ada fakturnya, jadi tidak perlu khawatir.” kata Andrew dengan pelan.


Mendengar perkataan Andrew semua mahasiswa terdiam dan berpikir ada benar juga. Tapi mereka merasa kalau Reyna dan Yuna tidak bisa membuat laporan keuangan tersebut. Andrew melihat banyak yang menatap sinis terhadap Reyna tapi Andrew hanya tersenyum.


“Kalian kerjakan tugas kalian. Sebentar lagi Ren akan kembali. Aku akan bertanggung jawab jika mereka berdua ada melakukan kesalahan atau mengambil uang bazar.” kata Andrew dengan pasti.


Semua mahasiswa terkejut kalau Andrew malah mau bertanggung jawab terhadap Reyna dan Yuna jika mereka ada mengambil uang bazar tersebut.


“Baiklah. Aku kembali ke rumah sakit dulu. Kalian jangan berbuat yang tidak perlu dan kerjakan tugas kalian karena nanti kalian akan menanggung akibatnya jika tidak melakukan tugas kalian.” kata Andrew.


“Baik pak.” kata Mahasiswa dengan serempak dan melakukan tugas mereka masing-masing.


“Reyna, aku balik ke rumah sakit dulu. Jika ada yang tidak mengerti bisa tanya sama mereka.” kata Andrew ke Reyna.


“Baiklah. Hati-hati.” kata Reyna dengan senyum.


“Reyna, apa kau pernah melakukan laporan keuangan sebelumnya?” tanya Yuna.


“Ini baru pertama kali.” kata Reyna.


“Jika kita salah input bagaimana?” tanya Yuna dengan cemas kalau Reyna baru pertama kali membuat laporan keuangan.


“Kita kan ada belajar di kelas. Kenapa kau takut begitu Yuna?” tanya Reyna melihat Yuna dengan cemas.


“Aku hanya takut kita salah input. Nanti kita salah masukkan datanya bagaimana?” tanya Yuna dengan cemas.


“Jika ada yang tidak tau, kita hanya tinggal bertanya Yuna. Kita tidak mungkin asal input kalau tidak tau cara mengelolahnya.” kata Reyna dengan tenang.


“Permisi.” tanya Reyna di samping nya.

__ADS_1


“Ada apa?” kata Mahasiswi di sebelahnya.


“Ini cara menginput datanya bagaimana ya? Program ini pakai password jadi saya tidak bisa input kedalam.” kata Reyna dengan pelan.


Mahasiswa itu mengajari bagaimana cara menginput data keuangan pada Reyna. 15 menit dia mengajari Reyna dan Yuna.


“Setelah ini langsung di simpan saja.” kata Mahasiswa tersebut.


“Baiklah, terima kasih.” kata Reyna dengan senyum.


“Sama-sama.” kata mahasiswa itu langsung mengerjakan tugasnya.


“Apa kau mengerti apa yang dibilangnya?” tanya Reyna ke Yuna.


“Mengerti.” jawab Yuna.


“Kau mau input atau menghitung uang?” tanya Reyna.


“Input saja. Karena menghitung uang aku kurang mengerti.” kata Yuna.


“Baiklah. Kau didepan komputer.” kata Reyna langsung beranjak dari kursi supaya Yuna duduk.


Yuna langsung duduk didepan komputer dan menginput pemasukan dan pengeluaran bazar, sedangkan Reyna menghitung uang dan mengoreksi faktur pengeluaran dan pemasukan bazar.


Setelah 30 menit Ren datang ke ruang osis. Ren bukan langsung duduk di kursinya tapi langsung mencari Reyna. Ren langsung melihat Reyna dipojok kanan sedang menghitung keuangan bazar membuat Ren tersenyum ternyata Andrew melakukan tugasnya, tapi membuat Ren bingung kenapa Reyna berada diposisi keuangan bukan seketaris.


‘Kenapa Reyna duduk di tempat keuangan? Bukannya aku menyuruh Andrew menepati Reyna ke tempat seketaris?’ batin Ren dengan bingung.


“Tidak ada.”


“Andrew kemana?” tanya Ren tidak melihat Andrew.


“Pak Andrew kembali ke rumah sakit.”


“Apa! Dia kembali kerumah sakit, sedangkan disini banyak tugas yang menumpuk.” kata Ren dengan suara tinggi.


“Begini ketua, pak Andrew balik kerumah sakit mendengar putri tadi kecelakaan.”


“Jika putri kecelakaan, siapa yang mengelola keuangan bazar?” tanya Ren dengan datar walaupun dia sudah tau siapa yang menggantikannya.


“Mereka berdua ketua.” jawab mahasiswa menunjuk kearah Reyna dan Yuna.


“Ini kasih kepada mereka. Panggil gadis yang berkaca mata itu kedepan aku.” kata Ren mengasih beberapa bon faktur.


Mahasiswa itu hanya mengangguk dan memanggil Reyna.


“Ini ada beberapa bon lagi, dan kamu dipanggil ketua di depan.” kata mahasiswa itu menyuruh Reyna ke depan.


Reyna langsung melihat di depan ternyata Ren sudah tersenyum tipis melihatnya.


“Yuna, apa tidak apa aku tinggal sebentar.” kata Reyna.

__ADS_1


“Baiklah.” jawab Yuna.


Reyna langsung meninggalkan Yuna dan langsung kedepan ketemu Ren.


“Ada apa?” tanya Reyna yang datar.


“Aku ingin kau mengurus ini secepatnya.” kata Ren menyerahkan dokumen ke Reyna.


“Tapi aku masih ada pekerjaan lain.” jawab Reyna.


“Bukankah dia bisa mengerjakannya sendiri?” tanya Ren dengan datar.


“Teman saya tidak begitu pandai dalam keuangan.” kata Reyna.


“Kalau begitu kau kerjakan kedua-duanya. Aku masih ada yang harus aku kerjakan.” kata Ren dengan datar sambil melihatkan dokumen yang menumpuk di mejanya.


“Apa kau sengaja melakukan ini?” tanya Reyna menatap Ren yang datar.


“Sengaja apa? Aku menyuruhmu karena kerjaan kau tidak begitu banyak.” kata Ren dengan datar.


Reyna melihat senyum tipis Ren pasti sengaja disuruh oleh Ren. Walaupun orang lain tidak melihat senyumnya tapi Reyna bisa melihatnya sekilas.


‘Jangan kau berpikir aku tidak tau apa yang kau pikirkan Ren.’ batin Reyna dengan datar.


"Kenapa?" tanya Ren.


"Tidak ada. Akan aku kerjakan dengan cepat." jawab Reyna dengan senyum penuh arti.


Ren hanya tersenyum Reyna akhirnya terjebak dengannya.


Setelah 10 menit Reyna mengerjakannya langsung kasih ke Ren.


"Ini sudah selesai." tanya Reyna dengan senyum mengasih dokumennya.


"Kerjakan lagi yang ini." kata Ren.


Reyna mau tidak mau mengerjakannya karena Ren yang suruh. Setelah Reyna menyelesaikannya dan mengasih ke Ren.


"Ini masih ada banyak." kata Ren mengasih beberapa dokumen ke Reyna.


Reyna menaikkan sebelah alisnya melihat banyak dokumen yang dikasih Ren.


'Kau ini benar-benar ingin menjebak aku supaya aku tidak boleh kemana-mana Ren.' batin Reyna.


"Kenapa? Bukankah kau ingin membantu aku?" tanya Ren dengan senyum manis.


"Baiklah ketua tampan, akan saya lakukan dengan sangat cepat." kata Reyna dengan senyum manis ke Ren.


'Lihatlah nanti. Bagaimana aku membalasmu Ren.' batin Reyna punya rencana.


Ren hanya tersenyum melihat Reyna, tapi Ren tidak tau kalau Reyna punya rencana untuk membalas Ren karena sengaja membuatnya banyak tugas.

__ADS_1


__ADS_2