Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 279 – PULAU Z


__ADS_3

Setelah beberapa hari akhirnya liburan Panjang sudah selesai. Reyna, keluarga Rayna, dan keluarga Ren sudah harus balik ke negeri mereka.


“Hah~ Aku tidak menyangka kalau liburan ini sangat cepat. Mama tidak ingin berpisah dengan mereka.” gambek Siska ke Gale.


“Mau bagaimana lagi, Ma. Cucu kita sudah mulai sekolah, dan juga putri kita juga harus kuliah.” kata Gale dengan pelan.


“Tapi… Mama kesepian…” Siska merengek kalau Reyna dan yang lain balik. Siska merasa kalau di Mansion mereka bakal sepi lagi seperti biasa tidak dengan yang sekarang sangat berisik karena kehadiran Reyna dan cucunya.


“Masih ada 3 hari lagi sebelum mereka balik, apa kita pergi jalan sekeluarga?” tanya Gale menyarakan saran pada Siska supaya tidak merengek.


“Jalan ke mana? Mama sudah jalan berhari-hari di kota ini dan bahkan hampir semua tempat sudah di kunjungi.”


“Ke pulau kita di negara Z” kata Gale dengan tenang.


“Pulau Z?” Siska langsung terdiam. Siska baru ingat kalua pulau itu banyak tempat bermain dan sangat nyaman.


“Benarkah? Bukankah pulau itu sudah lama tidak ada yang membersihkan tempat itu?” Siska langsung melihat Gale hanya tersenyum saja.


“Apa yang kau bilang? Kita menyuruh pelayan kita ke sana pasti sudah selesai 1 jam. Bagaimana?” tanya Gale.


“Baiklah. Aku akan bilang pada yang lain supaya bersiap-siap.” Siska langsung keluar kamar tanpa bicara dengan Gale lagi.


“Aku belum selesai bicara langsung keluar saja.” Gale menggelengkan kepalanya melihat Siska.


Gale langsung menelpon asistennya untuk menyuruh pelayan membersihkan pulau Z dalam 1 jam.


Kenapa hanya 1 jam? Karena Gale menyuruh pelayan yang ada di Villa dan Mansionnya untuk pergi sekarang. Hanya ada 2 atau 3 orang saja yang berada di Mansionnya.


Siska dengan cepat menyuruh Reyna, Rayna dan Hana untuk cepat membawa baju dan perlengkapan mereka. Reyna bingung kenapa Mamanya menyuruh cepat membawa baju mereka.


“Memangnya kita mau kemana, Ma?” tanya Reyna dengan penasaran.


“Kita ke pulau Z. Papa mu ingin cucu kita bisa Bersama dengannya.” Kata Siska. Padahal dirinya sendiri yang ingin malah bilang suaminya yang ingin pergi.

__ADS_1


Reyna merasa ada yang aneh, karena tidak mungkin Papanya ingin berlibur si pulau Z. Reyna tahu pulau Z karena dia pernah ke sana sekeluarga.


Walaupun pulau itu sangat bagus untuk berlibur, tapi Reyna merasa bukan Papanya yang ingin pergi. Reyna melihat Mamanya sudah sangat bersemangat langsung tahu kalau dia yang ingin pergi berlibur, sedangkan Papanya hanya memberikan ide.


‘Kenapa Mama tidak jujur saja kalau masih ingin bersama cucu Mama?’ batin Reyna dengan senyum.


Reyna langsung masuk kamar mengambil beberapa pakaiannya untuk tinggal di pulau. Reyna tidak ingin kena marah pada Mamanya kalau tidak cepat mempersiapkan pakaiannya.


Sudah hamper 1 jam Reyna dan yang lain bersiap-siap. Keluarga Rayna dan Hana sangat penasaran ingin ke mana karena Siska tidak ingin memberitahu mereka.


“Rey, kita mau ke mana?” tanya Rayna ke Reyna.


“Jalan.” jawab Reyna dengan singkat.


“Jalannya ke mana Rey?” tanya Rayna balik.


“Nanti kau akan tahu. Dan lagi bukankah Mama mengatakan padauk untuk mengrahasiakannya.” Kata Reyna dengan senyum.


“Kenapa kau suka benar mengrahasiakn aku sesuatu terus?” tanya Rayna.


Rayna terdiam. Rayna merasa ada benarnya karena apapun yang di perlihatkan oleh Reyna dan keluarganya selalu membuatnya terkejut.


Rayna sangat tidak tahu kalau keluarganya sangatlah kaya. Bahkan jika Rayna tahu kalau di negara asalnya kalau negaranya adalah negara kekuasaan keluarganya maka sudah pasti Rayna akan pingsan.


Rayna tidak tahu kalau tempat yang mereka kunjungi selama liburan adalah milik keluarganya yaitu keluarga Richard.


Rayna tidak tahu kalau keluarganya sekaya ini karena Rayna selalu tinggal di apartemen kecil bersama Calvin dan tidak tahu bagaimana hidup sebagai orang kaya. Rayna selama hidup tenang, tidak penting baginya anak kaya atau miskin. Jadi Rayna tidak pernah tahu kekuasaan keluarganya.


Setelah semuanya telah bersiap. Akhirnya mereka langsung pergi memakai pesawat pribadi milik Gale. Perjalanan hanya 30 menit sampai tujuan.


“Mommy… Apa kita akan jalan di pulau itu?” tanya Rachel melihat pulau di jendela pesawat.


Rayna melihat juga di jendela. Rayna terbelalak melihat pulau yang sangat besar itu. Rayna bisa melihat banyak tempat bermain juga banyak Resort.

__ADS_1


Rayna merasa kalau tidak mungkin akan turun ke pulau itu. Walaupun jika memang turun di pulau tersebut maka dia akan sangat senang. Tapi Rayna tidak sadar kalau mereka menuju pulau tersebut.


“Hm? Apa Cuma hanya perasaan ku saja kalau kita mendekati pulau itu.” gumam Rayna.


“Kenapa?” tanya Reyna melihat Rayna hanya melihat ke jendela saja.


“Rey, apa Cuma hanya perasaan aku saja kalau kita mendekati pulau itu?” tanya Rayna.


“Kita memang ke sana, Ray.” jawab Reyna dengan santai.


“Apa??!!” teriak Rayna terkejut kalau memang menuju pulau yang besar itu.


“Kenapa? Bukankah aku sudah bilang kalau aku beritahu kau akan terkejut, dan tenryata kau juga terkejut melihat pulaunya saja.” kata Reyna dengan pelan.


“Aunty, apa benar kalau kita ke pulau itu?” tanya Richie di samping Reyna.


“Ya. Kau bisa bermain sepuasnya di pulau itu. Di sana banyak permainan yang menarik. Aunty rasa kau tidak akan bosan.” kata Reyna dengan senyum.


“Benarkah Aunty?” tanya Richie dan Rachel secara bersamaan melihat ke Reyna.


“Ya.”


Richie dan Rachel berteriak senang karena akan bermain sepuas mereka. Di Mansion Gale mereka sudah mulai bosan karena permainan di Mansion sudah mereka main berkali-kali.


“Aku tidak menyangka kalau mereka akan membawa kita ke pulau sebelum kita pulang.” kata Calvin melihat pulau yang besar di jendela.


“Sebenarnya seberapa kayanya mereka ya kak?” tanya Harry.


“Di lihat dari sini sepertinya besar.” kata Clara.


“Di lihat dari sini sepertinya luasnya bisa 10 hektar.” kata Edgar.


“10 Hektar???!!!” Calvin, Harry dan Clara terkejut mendengar kata Edgar. Mereka tahu kalau 10 hektar itu seberapa besar.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2