Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 82 – KENAPA BISA DIBULLY?


__ADS_3

Sampai depan apartemen Andrew langsung saja keluar dari mobil dan membuka pintu belakang menggendong Yuna dan masuk ke dalam. Kai langsung mengambil tas Yuna masuk kedalam apartemennya.


Tiba di depan pintu Kai melamun dan meraba-raba mencari kuncinya.


“Kau ngapain? Cepat buka pintunya.” kata Andrew melihat Kai hanya melamun saja.


“Aku baru ingat kalau kunci aku tidak ada.” kata Kai yang menggaruk kecil keningnya.


“APA!! Apa kau tidak bohong?” tanya Andrew sampai teriak.


“Bukankah kita ketemu dengan mereka karena mencari kunci apartemen aku?” kata Kai.


“Tidak mungkin kita balik lagi ke kampus.” kata Andrew.


Kai tiba-tiba melihat tangan Yuna seperti memengang sesuatu yang familiar langsung saja melihatnya.


“Ini dia kunci aku.” kata Kai melihat kuncinya dipegang Yuna.


“Kenapa ada sama Yuna?” tanya Kai dengan bingung.


“Mungkin Yuna yang menemukan kuncimu. Cepat buka pintunya.” kata Andrew.


Kai langsung saja membuka pintunya dan masuk kedalam.


“Buka kamar kau.” kata Andrew.


“Kenapa? Apa kau ingin melihat koleksi aku?” tanya Kai.


“Tentu saja menaruh Yuna ke kasur. Apa yang kau pikirkan? Kenapa aku harus melihat koleksi kau yang tidak ada gunanya itu.” bentak Andrew.


“Tapi… Kamar aku lagi berantakan.” jawab Kai dengan senyum kecil.


“Jadi aku mau menaruh Yuna dimana?” tanya Andrew kesal dengan Kai.


“Taruk saja dulu dia di kursi. Biar aku membersihkan kamar aku.” kata Kai


Akhirnya Andrew membaringkan Yuna di kursi.


Clekk.


“Kenapa kalian ribut sekali? Apa tidak bisa tenang di rumah orang? Kalian membuat aku terbangun.” kata Kai dengan serak keluar dari kamarnya. Rambutnya beratakan seperti baru bangun tidur dan memakai kaos bertulis “I’m King” dan celana pendek.


“Ren? Kenapa kau disini?” tanya Kai terkejut melihat Ren masih di apartemen.


“Memangnya kenapa aku disini? Ini kan rumah aku.” kata Ren dengan dingin.


“Bukan itu maksud aku. Bukankah kau ingin pergi? Kenapa masih disini?” tanya Kai dengan cepat karena takut Ren marah dengannya.


“Tidak jadi. Karena aku lupa menyetel alarm di hp aku.” jawab Ren.

__ADS_1


Ren melihat ada gadis berbaring di sofa. Ren melihat ke Andrew dan Kai bergantian dan melihat ke gadis itu lagi.


“Siapa dia?” tanya Ren seperti tidak melihat jelas wajah Yuna karena baru bangun tidur.


“Dia Yuna.” jawab Kai.


“Kenapa dia ada disini? Kenapa juga dia tidur di sofa? Apa kalian yang membawanya kesini?” Ren banyak bertanya.


Mereka ingin menjawab tapi Ren sudah berkata, “ Nanti kalian ceritakan. Aku pergi mandi dulu.”


Setelah 15 menit Ren mandi langsung keluar kamar melihat Yuna masih berbaring ke sofa.


“Kenapa kau biarkan dia tidur disofa?” tanya Ren.


“Kamar Kai sangat berantakan dan kotor. Sepertinya selama seminggu ini dia tidak membersihkan kamarnya.” jawab Andrew yang masih mengobati luka Yuna.


“Kenapa tidak ditidurkan saja disofa itu?” tanya Ren melihat Andrew masih membiarkan Yuna berbaring tanpa bantal.


“Apa maksudmu?” tanya Andrew bingung dengan perkataan Ren.


“Angkat dia.” Ren menyuruh Andrew mengangkat Yuna.


Setelah Andrew menggendongnya, Andrew melihat Ren membuka sofa itu menjadi kasur membuatnya membuka matanya lebar-lebar.


“Sejak kapan ada sofa seperti ini di apartemen mu?” tanya Andrew.


“Seminggu yang lalu.” jawab Ren dengan datar.


“Kenapa tiba-tiba ada kasur disini? Apa kau membawanya dari rumahmu?” tanya Kai ke Andrew.


‘Apa dia ini bodoh? Dari mana aku bisa membawa kasur ke sini dalam beberapa menit?’ batin Andrew melihat kebodohan Kai.


“Apa kau sudah membersihkan kamarmu?” tanya Ren.


“Baru saja selesai. Dari mana datangnya kasur ini?” kata Kai.


“Bagus kalau sudah bersih. Aku tiap hari merasa jijik tiap melihat kamar kau seperti gudang.” kata Ren yang tidak memberi jawab pertanyaan Kai.


“Jawab pertanyaan aku.”


“Aku membelinya minggu lalu.” jawab Ren datar.


“Kenapa kau tidak memberitahu aku?” tanya Kai.


“Kenapa aku harus memberitahu mu? Sofa ini sudah ada seminggu disini. Padahal seminggu ini kau selalu duduk di sofa ini sampai tidur di sofa sampai nyenyak dan mengorok, tapi kau tidak tau kalau sofa ini sudah diganti?” tanya Ren heran melihat Kai.


“Aku tidak tau.” jawab Kai.


“Bagaimana kau tidak tau? Bukankah rasanya berbeda dengan yang lama?” tanya Andrew.

__ADS_1


“Aku baru saja berpikir kalau rasanya berbeda.” kata Kai.


“Ren, dari mana kau mendapatkan teman bodoh seperti dia?” tanya Andrew ke Ren.


“Entahlah. Mungkin dia anak pungut saking bodohnya.” jawab Ren.


“Siapa yang kau bilang anak pungut?!” teriak Kai.


“Kalau bukan anak pungut berarti anak angkat dong.” kata Andrew dengan senyum tipis.


“Siapa yang kau bilang anak angkat?” tanya Kai.


“Mungkin kau bukan anak kandung orang tuamu.” sekarang Ren yang bicara membuat Kai terdiam.


“WHAT!!!! Aku bukan anak kandung orang tua aku? Jadi aku anak siapa? Apa mungkin aku sebenarnya anak kerajaan Belanda?” tanya Kai yang terkejut dan bingung.


Ren dan Andrew : “……”


Anak kerajaan Belanda?


Apa dia serius?


Ren dan Andrew terdiam dan heran melihat Kai yang bilang anak kerajaan Belanda. Mukanya saja tidak mirip orang belanda malah bilang orang belanda. Apa otaknya baik-baik saja?


“Ren, apa mungkin Kai otaknya tidak berfungsi?” tanya Andrew ke Ren.


“Bukan tidak berfungi. Aku saja berpikir bahwa otaknya jadi batu saking tidak bisa digerakkan sampai dia bicara yang sangat mustahil bilang keturunan kerajaan Belanda. Apa mungkin otaknya rusak kali.” kata Ren.


“Apa kita perlu membawa dia ke rumah sakit jiwa saja? Aku juga merasa otaknya rusak dan berhalusinasi sampai dia  berpikir menjadi anak kerajaan.” kata Andrew setuju dengan Ren.


“Siapa yang bilang membawa aku ke rumah sakit jiwa? Apa kalian gila!!” teriak Kai dengan marah.


Hum…


Terdengar suara membuat mereka melihat kearah Yuna ternyata Yuna sedah membuka matanya sedikit.


“Kau sudah sadar? Apa ada yang sakit?” tanya Andrew melihat Yuna terbangun langsung membiarkan Yuna duduk.


“Tidak. Ini dimana?” tanya Yuna melihat sekeliling.


“Di apartemen Kai dan Ren.”


“Kenapa aku berada disini?” tanya Yuna dengan terkejut berada di apartemen Kai dan Ren.


“Apa kau tidak ingat? Kau dibully sama segerombolan gadis di kampus belakang gedung olahraga.” kata Kai.


“Dimana mereka sekarang?” tanya Yuna yang baru saja ingat.


“Entahlah. Mungkin mereka takut ke kampus lagi.” kata Kai dengan datar.

__ADS_1


“Dibully? Kenapa bisa sampai dibully?” tanya Ren karena tidak tau masalahnya.


__ADS_2