Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 172 - IMPERIAL STAR UNIVERSITY


__ADS_3

Pagi hari Ren membuka matanya dengan perlahan. Ren seperti tidur sangat nyenyak tadi malam.


Ren tidak melihat Reyna di sampingnya langsung melihat ke atas kasur, ternyata Reyna sudah pindah tempat tidurnya dan tidur di kasurnya.


Ren langsung berdiri dan melihat Reyna tidur sangat nyenyak. Ren merasa hatinya sangat tenang melihat Reyna tidur dengan nyenyak apa lagi menurutnya sangat lucu karena Reyna tidur sepertinya mimpi makan yang enak bahkan air liurnya keluar di mulutnya.


"Kau mimpi apa Rey sampai keluar air liur kau? Apa kau mimpi makan enak?" kata Ren ingin mengelap air liur Reyna tapi di urungnya.


"Mendingan aku foto dulu sebelum mengelap air liurnya." kata Ren dengan pelan


Ren mengambil Hp nya dan  foto Reyna yang tidurnya sangat lucu baginya itu. Selesai Foto Ren langsung memegang muka Reyna yang lucu itu dengan gemes. Ren langsung mengelap air liur Reyna dengan tissue.


Anehnya Reyna tidak bangun ataupun kesakitan karena biasanya Reyna jika ada yang menyentuhnya pas tidur pasti Reyna akan langsung bangun. Entah karena Reyna merasa tidak ada hawa bahaya atau karena tidur nyenyak sampai tidak tau ada orang yang menyentuhnya hanya Reyna yang tau.


Setelah Ren puas melihat muka Reyna dan banyak foto Ren langsung pergi mandi dan mencuci mukanya.


Reyna membuka matanya dengan pelan. Reyna melihat jam di dinding sudah jam 7.30. Reyna melihat ke kasur bawah melihat Ren sudah tidak ada. Reyna mendengar suara di kamar mandi langsung tau kalau Ren sedang mandi.


Reyna langsung bangun dan memegang mukanya. Entah kenapa Reyna merasa ada yang menyentuh mukanya.


"Apa ada yang menyentuh muka aku ya? Kenapa aku merasa ada yang menyentuh muka aku? Apa mungkin Ren?" gumam Reyna.


"Rey, kau sudah bangun? Kenapa?" tanya Ren keluar dari kamar mandi melihat Reyna memegang mukanya di cermin.


"Pagi Ren. Tidak ada." kata Reyna.


"Kalau begitu kau pergi mandi lah. Air panasnya lagi aku hidupkan." kata Ren mencium kepala Reyna.


Reyna langsung saja mengambil bajunya di lemari dan langsung masuk kamar mandi.


Tok~ tok~


Ren mendengar ada yang mengetuk pintu langsung pergi membuka pintu.


"Uncle... Aunty mana?" tanya Rachel.


"Lagi mandi.." kata Ren.


"Bukankah Aunty kemarin bilang kalau akan mandi bersama Rachel? Apa Aunty lupa?" tanya Rachel dengan cemberut. Rachel sudah lama bangun dan menunggu Reyna tapi karena Reyna tidak keluar dari kamar akhirnya Rachel mengetuk pintu Reyna.


"Kau ketok saja pintu kamar mandinya." kata Ren menyuruh Rachel masuk.


"Aunty..." Rachel mengetok pintu kamar mandi Reyna.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Reyna berhenti mandi karena mendengar ada yang mengetok pintu.


"Rachel mau mandi sama Aunty.." kata Rachel ingin membuka pintu tapi di kunci Reyna.


Reyna membuka pintu sedikit dengan pelan dan melihat Rachel sudah mengambil handuk dan bajunya.


"Ayo masuk."


Rachel masuk kedalam dan Reyna langsung mengunci lagi pintunya dan mandi bersama Rachel.


***


"Pagi tuan.." kata Harry melihat Ren keluar dari kamar Reyna.


"Hm..." Ren hanya bedehem saja.


"Tuan ingin apa? Biar saya buatkan." kata Rayna melihat Ren ke dapur.


"Cappuccino." kata Ren mengambil gelas di lemari.


"Biar saya buatkan saja. Tuan tunggu saja sambil nonton TV." kata Rayna mengambil gelas yang di ambil Ren dan langsung membuatkan Cappuccino untuk Ren.


"Bagaimana tidurnya? Apa nyenyak?" tanya Harry.


"Apa kau akan pergi kerja juga?" tanya Ren melihat Harry memakai baju kemeja.


"Ya Tuan. Karena aku sudah di terima maka aku juga harus bekerja." kata Harry.


"Bukankah kau masih sekolah? Bagaimana dengan sekolah mu?" tanya Ren.


"Aku sudah selesai ujian Tuan. Hanya tinggal tunggu hasil dan dapat sertifikatnya saja." kata Harry.


"Selesai sekolah kau ingin kuliah dimana?" tanya Ren.


"Masih belum tau Tuan. Mungkin aku akan langsung kerja saja." kata Harry. Harry ingin sekali kuliah tapi orang tuanya pasti tidak akan mau mengeluarkan uang untuknya karena sekolah SMA saja mereka hanya mengeluarkan untuk sekolah standard.


"Apa kau ingin kuliah?" tanya Ren melihat Harry pasti ingin kuliah.


"Tapi orang tua aku tidak ada biaya untuk aku Tuan." kata Harry dengan pelan.


"Har, jika kau ingin kuliah, Kuliah saja. Biar kakak yang membayar uang kuliahmu." kata Calvin.


"Tapi aku tidak ingin merepotkan kakak, kak." kata Harry tidak ingin kakaknya mengeluarkan untuk pendidikannya karena Harry tau kakaknya pasti lebih banyak mengeluarkan uang untuk keluarganya.

__ADS_1


"Kau masuk kuliah ingin masuk jurusan apa?" tanya Ren.


Harry tidak menjawab karena jika dia menjawab maka nanti pasti kakaknya akan mengeluarkan uang untuk kuliahnya.


"Jawab. Kenapa diam saja." kata Ren.


"Tidak usah Tuan. Dan lagi aku tidak ada minat kuliah." kata Harry dengan pelan.


"Jawab saja. Aku tau kau pasti ada minat dengan salah satu jurusan bukan?" tanya Ren dengan agak memaksa.


"Ju-Jurusan IT." kata Harry dengan pelan.


"Apa kau ada minat dengan teknologi?" tanya Ren.


Harry mengangguk pelan. Harry hanya diam saja, karena telah memberitahu ingin belajar IT.


"Jika kau mau kuliah jurusan IT maka kau masuk Imperial Star University saja. Universitas itu adalah jurusan IT terbaik di kota ini." kata Ren membuat Harry dan Calvin terkejut.


Imperial Star University adalah universitas terbaik di kota I bahkan salah satu universitas terbaik di dunia. Hanya orang kaya yang bisa masuk ke Imperial Star University.


"Ti-tidak Tuan.. A-Aku tidak mungkin bisa masuk ke universitas itu..." kata Harry dengan terkejut dan gugup mendengar Ren menyuruhnya masuk ke Universitas terbaik di kota I bahkan salah satu terbaik di dunia.


"Jika kau tidak mencobanya tidak akan tau kan." kata Ren datar.


"Ta-tapi uang masuk universitas itu sangat mahal Tuan." kata Harry dengan cepat.


"Aku bisa masukkan kau ke program beasiswa." kata Ren.


"Ta-tapi bukankah masuk beasiswa siswa akan mengajari mahasiswa lain?" tanya Harry dengan pelan.


Harry sangat tidak bisa mengajar orang lain belajar apa lagi menyuruh mereka mengerjakan tugas mereka.


"Apa pula masalah dengan mengajarkan mahasiswa lain? Jangan bilang kau tidak bisa mengajarkan orang lain belajar." kata Ren membuat Harry menundukkan kepalanya.


"Kau jangan khawatir. Aku pastikan kau akan masuk universitas terbaik di kota ini." kata Ren dengan santai dan pasti.


T.B.C


Apakah Harry akan menerima ajakannya REN atau tidak?


Bagaimana cara Harry akan masuk Imperial Star University?


Nanti kan kelanjutannya. ☺️☺️☺️🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2