
"Apa kau sudah membawa oleh oleh untuk nenek?" tanya Aruna.
"Tentu saja, Nek." kata Reyna dengan senyum.
"Bagaimana keadaan Nenek? Nenek tidak kesepian karena aku tidak bertemu dengan ku?" tanya Reyna dengan manja.
"Tentu saja Nenek sangat merindukan mu Reyna. Bahkan Nenek sangat ingin ke luar negeri juga supaya bisa bersama mu." kata Aruna dengan pelan.
"Tentu saja Neki. Jika nenek ingin ikut sama aku ke luar negeri, nenek bisa tinggal bersama aku saja." kata Reyna.
"Haha.. Tentu saja, cucu ku yang tercinta."
"Oh ya. Apa kau sudah punya pacar?" tanya Aruna.
"Menurut Nenek bagaimana? Apa menurut nenek aku sudah punya pacar?" tanya Reyna dengan senyum.
"Pasti belum. Kenapa semua cucu Nenek semua pada tidak punya pacar ataupun calon? Kalau begini mau sampai kapan aku punya cicit." kata Aruna dengan cemberut.
"Kau lihat kakak mu yang satu itu. Otaknya hanya kerja.. Kerja.. dan kerja. Mau sampai kapan kakak mu itu punya pacar, apa lagi usianya sudah 25 tahun." kata Aruna.
"Apa nenek memiliki seorang cicit?" tanya Reyna.
"Tentu saja! Nenek sudah tua, tapi kalian masih belum bisa memberikan Nenek seorang cicit." kata Aruna dengan kesal.
"Oh ya, Nek. Aku sudah menyiapkan oleh oleh special untuk Nenek." kata Reyna.
"Oleh oleh apa?" tanya Aruna.
"Nanti Nenek juga akan tahu juga." kata Reyna dengan senyum manis.
***
__ADS_1
Siska dan Hana pergi menemui Rayden.
"Pa..." Siska mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam ruang kerja Rayden.
"Hm.. Oh Siska. Kenapa? Apa ada masalah sampai datang ke sini?" tanya Rayden.
Rayden yang sedang sibuk memeriksa dokumen langsung berhenti melihat ada yang masuk ke ruangannya.
"Tidak ada, Pa. Hanya ingin bilang kalau Cucu mu telah pulang." kata Siska.
"Cucu? Oh, Reyna. Kapan dia pulang?" tanya Rayden mendengar Reyna sudah pulang.
"3 hari yang lalu. Reyna sekarang ke belakang menemui mama." kata Reyna.
"Hmm.. Bukankah kau Hana?" tanya Rayden baru sadar kalau ada Hana.
"Halo Uncle. Lama tidak berjumpa." kata Hana.
"Kau juga datang. Apa Aizen juga datang?" tanya Rayden.
"Apa yang mereka lakukan di sana?! Istri mereka sedang datang menemui orang tua nya tapi mereka malah bekerja?!" teriak Rayden dengan marah.
"Sepertinya aku harus menghukum mereka yang kecanduan gila kerja itu." lanjut Rayden langsung menelpon Gale tapi di hentikan karena ada yang masuk ke dalam.
"Permisi Tuan. Ada tamu yang ingin bertemu dengan Nona Reyna." kata Pelayan yang masuk ke dalam.
"Siapa?"
"Katanya Pacar Nona Reyna, Tuan."
"Pacar??" Rayden terkejut mendengar Cucu nya sudah memiliki pacar. Apalagi membawa pacarnya pulang.
__ADS_1
"Apa Reyna sudah punya pacar?" tanya Rayden.
"Ren sudah datang. Dia disuruh masuk saja. Paling dia cari Reyna." kata Hana.
"Biarkan dia masuk." kata Rayden.
Pelayan langsung permisi keluar dan menyuruh satpam untuk membiarkan Ren dan yang lainnya masuk.
"Apa dia putra mu, Hana?" tanya Rayden.
"Benar, Uncle." kata Hana.
"Aku tidak menyangka kalau Putra mu mau bersama Cucu ku. Atau mungkin Reyna yang ingin berpacaran pada Putra mu?" tanya Rayden dengan penasaran.
Hana dan Siska hanya tersenyum mendengar kata Rayden. Rayden pasti terkejut kalau Ren yang ingin menjadi pacar Reyna bukan Reyna yang mau.
"Apa Papa tidak jadi telpon Gale dan Aizen?" tanya Siska.
"Oh ya. Baru ingat. Aku harus menghukum mereka berdua karena telah membiarkan kalian sendirian. Mereka orang kecanduan kerja itu apa tidak bisa memberikan waktu bersama keluarganya." kata Rayden langsung menelpon Gale.
Sementara itu, Hana dan Siska mereka saling pandang dan tersenyum karena rencana mereka akan berhasil.
"Di mana Rey?" tanya Ren langsung masuk ke Mansion dan melihat sekeliling untuk mencari Reyna.
"Nona Reyna di belakang taman bersama Nyonya Besar." kata pelayan.
Ren yang mendengar Reyna ada di belakang taman, langsung saja Ren berjalan cepat ke belakang bersama Calvin dan Richie
Sedangkan Harry dan Clara duduk di ruang tamu menemani Edgar.
Ren sudah berada di taman mencari Reyna.
__ADS_1
Baru saja Ren mau mencari Reyna tiba-tiba terdengar teriakan yang membuat semua orang terkejut.
T.B.C