
Reyna dan Yuna didepan kampus sedang menunggu mobil.
“Kita mau kemana Reyna?” tanya Yuna.
“Kita ke cafe.” jawab Reyna.
“Ngapain ke cafe?” tanya Yuna.
“Aku ingin bertemu dengan seseorang.” jawab Reyna.
“Siapa?” tanya Yuna.
“Teman. Aku ada perlu sesuatu dengannya.” jawab Reyna dengan singkat.
“Apa aku tidak merepotkan kalian?” tanya Yuna.
“Tidak merepotkan. Jika kau bertemu dengannya pasti kau akan terpesona dengannya pada pandangan pertama.” kata Reyna dengan senyum.
“Apa dia sangat ganteng?” tanya Yuna.
“Kau akan tau jika bertemu dengannya.” kata Reyna.
***
“Kalian bertemu disini?” tanya Yuna melihat hotel Alexander didepannya.
“Ya. Karena dia ada urusan disini. Ayo kita masuk.” kata Reyna.
Reyna dan Yuna masuk ke hotel. Yuna kagum dengan hotel Alexander. Semua fasilitas sangat bagus dan kelihatan mahal dimata Yuna.
“Kenapa Yuna?” tanya Reyna melihat Yuna seperti melihat kagum dihotel.
“Tidak ada.” jawab Yuna dengan cepat.
Reyna dan Yuna masuk ke café hotel dan masuk kedalam.
“Siang. Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya pegawai dengan sopan.
“Apa didalam ada orang yang memesan tempat atas nama Reyna?” tanya Reyna.
“Ada. Apakah anda nona Reyna?” tanya pagawai itu dengan sopan.
“Ya benar.” jawab Reyna.
“Baiklah. Silakan ikut saya.” kata Pegawai dengan sopan mempersilakan Reyna dan Yuna masuk kedalam café.
Pegawai itu mengantar Reyna dan Yuna masuk kedalam Café sampai tempat VIP.
“Silakan masuk.” kata Pegawai.
“Terima kasih.” kata Reyna.
Reyna dan Yuna masuk kedalam ruangan VIP. Didalam ruangan tidak ada orang.
“Kak, Apakah orangnya belum datang?” tanya Reyna ke pegawai.
“Tadi dia sudah datang. Tapi ada urusan, dia langsung pergi dan pesan jika nona sudah datang disuruh masuk dan menunggunya.” jawab Pegawai itu dengan sopan.
“Baiklah. Terima kasih.” kata Reyna.
“Nona ingin minum apa?” tanya pegawai.
“Aku Es teh manis. Yuna kau mau minum apa?” tanya Reyna.
“Sama denganmu saja Reyna.” jawab Yuna.
__ADS_1
“Baiklah. Es teh manis 2.” kata Reyna.
“Baiklah. Silakan ditunggu.” kata pegawai menulis pesanannya dan pergi dari ruangan tersebut.
“Reyna, siapa yang ingin kau temui? Kenapa dia mau bertemu denganmu ditempat yang mahal ini bahkan VIP?” tanya Yuna.
“Nanti kau juga akan tau Yuna.” kata Reyna dengan senyum.
Setelah 20 menit ada lelaki tampan masuk ke ruangan VIP.
“Apa kalian menunggu lama?” tanya Lelaki tampan.
Reyna melihat ada yang masuk ke ruangan VIP hanya tersenyum tipis, sedangkan Yuna hanya diam dan kagum melihat pria tampan yang didepannya.
“Tidak juga. Kau dari mana?” tanya Reyna dengan senyum.
“Maaf kalau terlambat. Ada yang perlu aku urus dulu jadi aku tinggalkan sebentar.”
“Tidak apa.” jawab Reyna.
“Baiklah. Ini Formulirnya dan semuanya ada didalam.” kata Lelaki tampan mengasih formulir ke Reyna.
Reyna mengambil formulir itu dan melihat isinya dengan teliti. Setelah Reyna membacanya langsung meminum tehnya.
“Bagus. Semuanya ada dan lengkap. Dokumen yang aku suruh gimana?” kata Reyna.
“Satunya lagi masih aku simpan ditempat yang aman. Apa perlu aku kasih sekarang juga?” tanya Lelaki tampan.
“Tidak usah. Lain kali aku akan mengambilnya sendiri.” kata Reyna.
“Baiklah. Apa masih ada yang aku kerjakan kak?” tanya Lelaki tampan.
“Untuk sekarang ini tidak ada. Kau urus saja dulu adikmu. Bagaimana dengan anak laki itu? Apakah operasinya berhasil?” tanya Reyna.
“Berhasil kak. Hanya menunggu melakukan terapi saja.” kata Lelaki tampan.
“Tentu saja kak Reyna. Jika aku tidak bertemu dengan kak Reyna aku pasti tidak akan seperti sekarang ini.” jawab Max.
Pria tampan itu adalah Max yang waktu itu ingin mengincar Reyna tapi tidak berhasil dan Reyna menolong mereka karena tidak punya tempat tinggal.
“Ok. Karena urusan aku sudah selesai, aku pergi dulu.” kata Reyna yang langsung menghabiskan minumannya.
“Ok kak. Jika ingin butuh bantuan aku, hubungi aku dan aku akan melakukannya dengan cepat.” kata Max.
“Kau menjadi lelaki yang bertanggung jawab Max.” kata Reyna.
“Tentu kak. Karena aku sudah berjanji akan membantu kakak dalam keadaan apapun.” jawab Max dengan senyum.
Reyna dan Yuna langsung meninggalkan ruangan VIP dan pulang, sedangkan Max langsung pergi melihat adiknya yang berada dirumah sakit.
"Reyna, tadi itu siapa?" tanya Yuna.
"Teman aku. Aku minta bantuan dengannya." jawab Reyna.
"Aku lihat sepertinya dia mengagumi mu." kata Yuna.
"Benarkah?"
"Ya. Aku melihat cara bicara dia dengan mu, dia sangat menghormati dan mengagumi mu." kata Yuna.
"Sekarang kita mau kemana?" tanya Reyna langsung mengubah topik.
"Aku ingin mencoba crepe yang berada di seberang hotel. Aku penasaran dengan crepe itu sepertinya enak karena banyak yang antri." kata Yuna.
"Baiklah, kita pergi beli crepe. Akupun juga penasaran dengan crepenya karena banyak yang beli." kata Reyna.
__ADS_1
Reyna dan Yuna pergi ke seberang hotel beli crepe. Setelah mereka sudah pesan crepe, Reyna merasa ada yang menguntitnya dengan Yuna.
'Kenapa dimana-mana aku berada selalu ada yang mengganggu aku sih! Seperti tidak bisa membuat aku santai seharian.' batin Reyna dengan kesal melihat 3 orang yang menguntitnya.
"Reyna, ini punyamu." kata Yuna mengasih Crepe ke Reyna.
"Terima kasih." kata Reyna mengambil crepe dari Yuna.
"Apa kau bisa memakan semuanya?" tanya Yuna.
Reyna membeli 5 crepe dengan rasa yang berbeda-beda.
"Tentu saja." kata Reyna langsung memakan crepe itu.
"Kita duduk disana yuk." kata Reyna melihat kursi yang tidak jauh dari penjualan crepe.
Reyna dan Yuna duduk di kursi dan memakan crepe dengan lahap.
"Apa enak crepenya?" tanya Reyna.
"Ya. Crepe ini sangat enak sampai aku ingin tambah lagi." kata Yuna.
"Apa kau mau mencoba rasa lain?" tanya Reyna mengasih Crepe ke Yuna.
"Rasa keju ini enak." kata Yuna mencoba crepe rasa keju.
"Coklat dan daging juga enak." kata Reyna.
Reyna dan Yuna makan Crepe dengan lahap sampai mereka kenyang makan.
"Lama kelamaan aku bisa jadi gendut karena banyak makan Crepe yang membuat aku ketagihan." kata Yuna memegang perutnya yang mulai buncit.
"Hahaha... sama aku juga." kata Reyna dengan memegang perutnya.
"Sudah sore. Kita pulang yuk." kata Reyna melihat jam sudah jam 5 sore.
"Ok. Kita cari taxi." kata Yuna.
Reyna dan Yuna mencari taxi. Saat beberapa menit taxinya datang.
"Reyna, itu taxinya datang." kata Yuna melihat taxi sudah dekat.
Yuna ingin masuk kedalam, tapi Reyna melihat orang yang menguntit mereka mendekat, Reyna langsung menghentikan Yuna.
"Kenapa Reyna?" tanya Yuna.
"Pak, kalau boleh tau bapak jalan kearah mana ya?" tanya Reyna.
"Nona mau kemana? Biar saya antarkan nona sampai tujuan." kata orang taxi.
Reyna melihat orang taxi itu seperti mencurigakan memakai topi didalam mobil. Reyna langsung melihat ada pistol di depan pengemudi itu membuat Reyna terkejut.
"Em.. tidak jadi deh pak. Saya baru ingat ada yang ketinggalan di hotel." kata Reyna yang pura-pura baru ingat.
"Yuna, kita balik hotel dulu ya. Aku ada yang ketinggalan di hotel tadi." kata Reyna.
"Baiklah. Maaf ya pak." kata Yuna ke orang Taxi.
"Benarkah? Sayang sekali." kata orang taxi itu dengan senyum penuh arti.
Orang itu bertepuk tangan 2x sampai orang yang menguntit Reyna dan Yuna mendekati mereka membuat Reyna dan Yuna terkejut.
"Nona, masuk kedalam mobil sekarang." kata pria dengan dingin.
"Siapa kalian?" tanya Yuna tiba-tiba ketakutan.
__ADS_1
Reyna langsung memegang tangan Yuna dan ingin kabur. Tapi dengan cepat mereka membuat Reyna dan Yuna pingsan dan memasukkan mereka kedalam mobil.