Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 97 – ANCAMAN


__ADS_3

“Semuanya kan tidak seberapa banyak kau keluarkan uangnya? Aku merasa kau membelinya lagi juga bisa.” kata Ren yang ingin membela dirinya dan tanpa merasa bersalah.


“Oh! Tidak banyak keluarkan uang ya?? Kalau begitu kau pergi beli sekarang yang semua kau makan dan minum di sini.” kata Reyna menunjuk ke arah pintu dan menyuruh Ren pergi beli sekarang juga.


“Jangan sekarang dong! Aku lagi bersembunyi, kenapa harus keluar pergi beli sekarang. Nanti aku ketahuan oleh mereka.” kata Ren dengan cepat.


“Apa yang perlu kau sembuyikan? Apa hanya karena tidak ingin pergi ke acara kolega keluarga kau?” tanya Reyna dengan santai.


“Alasannya bukan Cuma hanya itu. Alasan aku sangat banyak dan tidak ingin pergi kesana.” jawab Ren.


“Alasanmu hanya hal sepele tahu. Apa hanya karena banyak cewek mendekati dan menggodamu? Temanmu ingin bertanya hubunganmu dengan gadis lain, atau orang tuamu ingin menjodohkanmu pada gadis lain di acara itu karena kau sama sekali tidak dekat dengan semua gadis? Apa itu yang ingin kau bilang?” tanya Reyna dengan santai sambil meminum jus.


Ren : “……”


“Apa yang kau takutkan dengan hal sepele seperti itu?” tanya Reyna langsung duduk di depan Ren.


“Bagimu hanya hal sepele Rey, kalau aku bukan hal sepele lagi tapi seperti gempa bumi.” jawab Ren dengan tegas.


Reyna : “…….”


Gempa Bumi?


Dari mana datangnya gempa bumi hanya karena tidak ingin ikut acara?


Apa satu orang ini sudah tidak waras?


Ring~    Ring~


Reyna melihat Hp Ren ada panggilan dari Andrew. Reyna melihat Ren tidak menatap maupun memengang Hp nya.


“Kenapa tidak kau jawab?” tanya Reyna melihat dari tadi Andrew menelponnya.


“Biarkan saja. Emangnya aku peduli. Maupun Andrew dan Kai mendapatkan hukuman sama mereka, pastinya aku tidak akan menolong atau berpihak sama mereka.” kata Ren dengan cuek.


Reyna melihat Ren sepertinya ada yang tidak beres. “Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan padaku Ren?” tanya Reyna.


“Memangnya apa yang aku sembunyikan padamu?” kata Ren dengan polos yang pura-pura tidak tau apa-apa.


“Kau jangan berbohong padaku Ren. Sekali kau berbohong padaku, kau akan tau akibatnya.” ancam Reyna.


Ren terdiam mendengar ancaman Reyna. Reyna sekali ancam yang ada Ren tidak bisa berkutik.


Ring~      Ring~

__ADS_1


Reyna melihat Andrew menelponnya. Reyna langsung saja menjawabnya.


“Ada apa?” tanya Reyna


“Apa kau sudah menelpon Ren?” tanya Andrew.


“Apa kau tidak bisa bicara lain selain tentang Ren?” tanya Reyna yang sudah menjadi dingin.


Diseberang telpon Andrew yang mendengar Reyna bicara dingin langsung saja merasa ketakutan.


“Em…… Jika kau tidak bisa menghubunginya juga tidak apa.” kata Andrew dengan cepat tapi temannya langsung bicara dengan cepat.


“Apa yang kau katakan? Jika dia tidak bisa menemukan Ren bagaimana nasib kita?” tanya temannya dengan cepat.


Andrew menyuruh temannya untuk diam tapi tidak diperdulikannya dan langsung mengambil Hp Andrew.


“Hei kau! Jika kau sudah menemukan Ren segera beritahu padaku. Jika tidak kau akan tahu akibatnya.” ancam temannya.


Reyna mendengar bukan suara Andrew atau Kai langsung tahu kalau yang bicara adalah teman Ren.


“Apa kau mengancamku?” tanya Reyna dengan dingin membuat Ren susah menelan salivanya karena melihat Reyna sudah mulai berlampu merah. Sedangakan Yuna hanya diam dan takut melihat Reyna.


“Ya. Aku mengancammu. Jika kau tau keberadaannya segera beritahu padaku. Jangan kau pikir bisa menyembuyikan Ren sendirian.” kata Temannya dengan santai.


“Aku kasih kau peringatan keras. Jangan pernah membuat aku marah atau bikin aku emosi jika kau tidak mau kena imbasnya dari ku. Jika kau berani maka aku akan bermain denganmu sampai kau puas.” ancam Reyna dengan mata elang yang bisa memangsa siapapun.


Reyna selesai bicara langsung mematikan telponnya, dan menatap Ren dengan dingin membuat Ren susah bernafas.


“Kau ingin ikut acara atau tidak?” tanya Reyna dengan dingin menatap tajam Ren.


Glek…


Ren susah menelan salivanya melihat Reyna menatap dengan tajam. Ren beneran seperti anak kucing yang takut sama ratu singa yang siap memangsa kapan saja.


“Em….. Aku……” kata Ren terbata-bata.


“Bicara dengan jelas!” bentak Reyna.


“Ya, aku ikut acara itu….” kata Ren dengan pelan.


“Tapi…” Ren menatap Reyna dengan ragu.


“Apa?” tanya Reyna dengan dingin.

__ADS_1


“Aku ingin kau ikut bersamaku ke acara itu. Jika kau menolak maka aku juga tidak akan mau ikut.” kata Ren dengan cepat.


“Kenapa aku harus ikut? Disana tidak ada yang aku kenal.” kata Reyna dengan cepat


“Kalau kau tidak mau ya sudah, aku juga tidak mau ikut.” kata Ren sambil memalingkan wajahnya.


“Kenapa kau sifat kau seperti anak kecil?” tanya Reyna melihat Ren berubah seperti anak kecil.


“Siapa yang kau bilang anak kecil? Aku kan hanya ingin membawa mu bersamaku, bukan orang lain. Jika kau tidak mau ikut maka aku juga tidak mau ikut.” kata Ren dengan muka cemberut.


‘Kenapa aku melihat Ren bicara seperti anak kecil?Bicara seperti anak yang meminta permen ke ibunya. Apa cuma


hanya perasaanku?’ batin Reyna.


“Apa kau ingin membawa aku sebagai partnermu begitu?” tanya Reyna.


“Tentu saja. Memang apa lagi?”


“Kalau begitu aku tidak mau. Bukannya aku sudah bilang padamu aku tidak ingin orang lain mengetahui hubungan kita? Kenapa kau malah ingin aku pergi ke acara keluarga kau sebagai partnermu? Apa kau ingin membocorkan hubungan kita?” tanya Reyna dengan kesal dan marah ke Ren.


“Apa pula masalahnya? Yang kau bilang jangan memberitahu siapapun pasti di kampus saja kan? Kalau di acara apa pula masalahnya? Disana banyak orang yang tidak kenal denganmu.” kata Ren.


“Sekarang kau pilih salah satu. Ikut aku ke acara sebagai partnerku atau aku tidak akan ikut ke acara itu.” tegas Ren.


“Bukannya ini namanya pemerasan?” tanya Reyna melihat Ren seperti memaksanya untuk ikut.


“Cepat pilih salah satu.”


“Aku tidak mau! Nanti ada orang yang kenal dengan aku bagaimana?” kata Reyna dengan cepat.


“Apa pula masalahnya? Jika kau tidak ingin orang lain melihat wajahmu, kau hanya iinggal mengubah wajah dan penampilan mu saja. Bukankah itu gampang untukmu?” tanya Ren.


Reyna  : “………”


Reyna terdiam mendengar perkataan Ren karena apa ygn dibilangnya benar juga. Dia hanya mengubah penampilan dan wajahnya saja. Tapi dia sangat takut jika ada yang mengenalnya walaupun sudah mengubah wajah dan penampilannya terutama dengan orang itu.


“Bagaimana? Kau mau jadi partner aku atau tidak?” tanya Ren.


“Hah~ Baiklah, aku ikut. Tapi jika aku ketahuan maka aku akan langsung pergi dari acara itu.” kata Reyna dengan tegas.


“Ok. Tidak masalah.” jawab Ren dengan senyum tipis tapi hatinya sangat gembira seperti berbunga-bunga mendengar Reyna akan menjadi partnernya di acara itu.


Yuna yang dari tadi mendengar pembicaraan Reyna dan Ren hanya bisa diam dan bingung dengan sikap dan kelakuan mereka berdua. Tadi Reyna sedang marah langsung saja dalam beberapa menit sekarang Ren yang marah. Yuna benar-benar pusing melihat bagaimana dengan sikap pasangan satu ini. Sikap dan suasana hati mereka sangat cepat berubah dan tidak bisa diprediksi sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2