
“Pacar!” kata Ren dengan tegas.
“Tapi Ren…..” kata Reyna langsung dipotong oleh Ren.
“Tidak apa-apa Rey. Mereka tidak akan membocorkan hubungan kita. Kau tenang saja.” kata Ren dengan lembut sambil mengelus kepala Reyna.
“Jadi kalian benar-benar berpacaran?” tanya Andrew ke Reyna dan Ren
“Iya, kita berpacaran.” kata Ren dengan pelan.
Andrew sekilas melihat ke Reyna ingin mengetahui hubungan mereka, Reyna melihat kearah Ren dan Ren tersenyum dan mengangguk, Reyna melihat Andrew mengangguk kepalanya dengan pelan. Andrew dan Kai terkejut tidak percaya.
“Kalian jangan menyebarkan hubungan kita, kalau gak kalian akan tau akibatnya.” kata Ren dengan nada mengancam.
“Memangnya kenapa kalau hubungan kalian disebarkan?” tanya Kai dengan bingung.
“Reyna tidak suka ada yang ingin berteman dengannya hanya dengan status. Jika ada yang tau kalau aku dan Reyna berpacaran pasti akan ada yang mendekati, mengancamnya dan ingin mendapat perhatianku.” kata Ren.
Andrew dan Kai hanya mengangguk mengerti. Saat Andrew mau bicara. Tiba-tiba perut Reyna berbunyi lagi.
~Kyuk…..
“Apa aku sudah boleh makan sekarang? Aku sangat lapar.” Pinta Reyna sambil memegang perutnya
Ren melihat jam di dinding ternyata sudah jam 9.30.
“Ya udah aku masak kare untukmu.” kata Ren dengan senyum sambil mengelus kepala Reyna.
Mata Reyna langsung berbinar mendengar Ren akan memasak Kare untuknya.
“Apa kau serius Ren?” kata Reyna dengan mata berbinar-binar.
“Iya. Aku akan memasak untukmu. Kau suka kare kan?” kata Ren dengan senyum melihat Reyna dengan mata berbinar-binar karena tau Reyna suka Kare.
“Akuu mauuuu.., yang porsi besar ya.” kata Reyna dengan manja dan mata berbinar.
“Apa ada hadiah untuk ku?” tanya Ren langsung menggoda Reyna tanpa memperdulikan Andrew dan Kai yang ada berada dikamarnya.
“Kau mau hadiah apa?” tanya Reyna dengan senyum.
“Nanti aku pikirkan. Mendingan kau mandi aja dulu.” kata Ren yang melihat Andrew dan Kai masih dikamarnya.
“Baiklah, tapi aku pakai baju apa? Tidak mungkin aku pakai bajumu kan?” tanya Reyna tidak membawa bajunya karena Ren dan Kai membawa keapartemennya.
“Ini bajumu, tadi sore sudah aku beli.” kata Ren sambil mengkasihkan kantong yang isi baju Reyna.
__ADS_1
“Thanks Ren.” Reyna langsung menerima kantong yang diberikan Ren.
“Tunggu bentar aku hidupkan airnya dulu.” kata Ren dan ke kamar mandi mengisi air untuk Reyna mandi.
“Reyna apa kau benar-benar pacaran dengan Ren?” tanya Andrew dengan pelan.
“Ya. Aku berpacaran dengan Ren.” kata Reyna dengan pelan, walaupun dia sendiri tidak ingat kapan dia setuju berpacaran dengan Ren. Tapi, Reyna dalam lubuk hatinya diam-diam memang suka sama Ren.
“Kau mencintai Ren?” tanya Kai dengan ragu
“Aku mencintai Ren, kenapa kalian tanya seperti itu?” tanya Reyna dengan senyum melihat Andrew dan Kai seperti ragu dengan jawabannya.
“Tidak, hanya saja aku tidak percaya kalau Ren memiliki pacar apalagi dekat dengan wanita karena…” kata Kai mau bicara langsung dipukul oleh Andrew.
“Kau jangan bicara aneh-aneh ke Reyna Kai. Nanti Reyna tersinggung.” kata Andrew yang nada tegas ke Kai.
“Karena apa Kai? Karena Ren tidak suka mendekati wanita karena menurutnya wanita itu hanya merepotkan, bikin ribut, ada maunya, ingin berfoya-foya belanja mahal, dan suka memamerkan dirinya ke orang lain kalau wanita itu hanya miliknya sendiri?” kata Reyna menyambungkan kata Kai karena tau apa yang dipikirkannya.
Deg…
Kai dan Andrew terkejut Reyna tau apa yang dipikirkan
“Emm… Maaf… Aku tidak bermaksud menyinggungmu…. Karena..” kata Kai agak terbata langsung dipotong oleh Reyna.
“Rey, airnnya sudah aku isi, kamu mandi saja dulu.” kata Ren yang baru keluar dari kamar mandi.
“OK.” kata Reyna yang melihat Ren keluar dari kamar mandi, langsung saja turun dari kasur tapi Ren langsung mendekat dan menggendongnya.
“Kakimu lagi sakit biar aku menggendongmu ke kamar mandi.” kata Ren dengan senyum dan mengantarkan Rey ke kamar mandi. Setelah dikamar mandi Ren menaruk Reyna dikursi yang sudah Ren siapkan.
“Kau duduk saja disini. Disini ada lap untuk kau membersihkan tubuhmu. Ingat ya kakimu jangan kena air, karena tadi baru ganti perban.” kata Ren dengan pelan dan memperingatkan Reyna.
“OK, thanks Ren.” kata Reyna dengan senyum.
“Apa kau bisa buka baju sendiri? Apa mau aku bantu?” kata Ren tiba-tiba ingin menggoda Reyna.
“Tidak perlu, kau keluar aja Ren, aku bisa melakukannya sendiri.” kata Reyna dengan pelan.
“Apa kau yakin? Aku bisa membantumu.” kata Ren dengan senyum jahil, seperti tidak berhenti menggoda Reyna.
“Keluar atau kau mau aku tendang?” kata Reyna dengan senyum jahil.
“Emangnya kau bisa tendang? Kakimu kan lagi sakit?” kata Ren dengan menggoda dan mendekati Reyna.
Reyna melihat Ren mendekatinya langsung mengambil gayung yang berisi air panas dan melemparkannya kemuka Ren.
__ADS_1
“Akh… Panas….” teriak Ren yang kepanasan akibat dilemparkan air panas.
“Apa kau mau lagi Ren?” kata Reyna dengan senyum jahil.
“Baiklah. Awas kau nanti.” kata Ren dengan senyum jahil langsung keluar kamar mandi. Reyna langsung saja mengunci pintu mulai membuka pakaiannya dan mulai mandi.
“Kenapa Ren? Apa terjadi sesuatu?” tanya Andrew mendengar suara teriak an dari kamar mandi.
“Kenapa bajumu basah?” tanya Kai melihat baju Ren basah.
“Tidak ada. Kalian tunggu aja dulu diluar, aku ganti baju dulu.” kata Ren yang menuju lemari pakaiannya langsung ganti bajunya.
Andrew dan Kai hanya menganguk dan keluar kamar langsung kedapur mempersiapkan makan malam.
Setelah 5 menit Ren keluar kamar dan langsung kedapur membantu Andrew dan Kai membuat Kare.
“Apa kau bisa masak Ren?” tanya Andrew
“Tentu saja aku bisa.” kata Ren dengan santai memotong bahan makanan dengan cepat.
Kai dan Andrew melihat Ren memotong bahan makanan dengan cepat dan melihat Ren dengan tidak percaya.
“Kau bisa memasak Ren? kenapa selama ini aku bersama denganmu kau sama sekali tidak melihatmu memasak?” tanya Kai dengan tidak percaya.
“Aku memang bisa memasak. Cuma hanya malas masak untuk diri sendiri.” kata Ren dengan santai.
“Kenapa bukankah masak sendiri lebih hemat dibandingkan makan diluar, lebih hemat dan banyak bergizi.” tanya Andrew.
Ren menatap Andrew dan berkata “Masak sendiri memang hemat, tapi kalau masak hanya untuk 1-2 orang saja bikin capek dan beli bahan makanan di market tidak boleh sedikit karena sudah dibungkus semua. Bukankah kalau beli bahan terlalu lama dikulkas akan rusak juga.” kata Ren dengan santai.
“Apa lagi aku dan Kai sangat jarang dirumah, Bagaimana mau masak dirumah sedangkan orangnya rata-rata diluar rumah.” Sambung Ren.
Andrew dan Kai berpikir benar juga kalau dirumah tidak ada orang, pasti bahan yang ada dikulkas lama-lama akan rusak.
“Sudah jangan bicara lagi bantu aku masak.” kata Ren yang dari tadi melihat Andrew dan Kai hanya diam saja dan tidak membantu.
“Ok, kita bantu sekarang.” kata Andrew langsung mereka membantu Ren mempersiapkan makan malam.
----30 Menit kemudian----
“Karenya sudah selesai, kalian bersihkan aja meja di ruang tamu. Aku mau buatkan jus dulu.” kata Ren sambil mengambil Jeruk di kulkas.
“OK.” kata Andrew dan Kai langsung membersihkan meja di ruang tamu untuk makan. Andrew mengambil piring dan gelas dan Kai mengambil Lap. Bersamaan Reyna baru saja keluar dari kamar Ren. Ren yang melihat Reyna keluar dari kamarnya langsung membulatkan matanya.
‘Shitt.. Kenapa Rey keluar dengan penampilan seperti itu?’ kata Ren dengan terkejut.
__ADS_1