Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 164 - RAYNA KE HEAVEN CORPORATION


__ADS_3

Rayna sudah menyiapkan semua pesanannya. Hanya tinggal di antar ke Heaven Corporation.


"Akhirnya semua pesanan selesai. Tinggal tunggu jemputan ini saja." kata Rayna.


PING


Terdengar suara pesan masuk, Rayna langsung melihat HP nya ternyata dari Reyna.


Isi Pesan :


[ Rayna, orang yang akan jemput pesanannya akan segera datang. Kau bawa semua makanan ke bawah, supaya orangnya bisa mengambil makanannya, karena orang luar tidak di perbolehkan masuk ke dalam apartemen tanpa izin. ]


Rayna langsung membalas [ OK. ] pada Reyna. Rayna langsung membawa semua makanannya ke bawah.


Setelah Rayna membawa semua makanan di lobby, Rayna langsung berpikir apakah boleh dia ikut sama orang untuk antar makanan ke perusahaan. Rayna sangat tidak pandai bicara dengan orang lain jadi langsung saja bertanya ke Reyna.


Setelah beberapa menit Reyna langsung menjawab kalau Rayna ikut dengan orang itu ke perusahaan karena mereka akan makan siang bersama.


Rayna langsung tersenyum dan lega karena Rayna juga tidak tau dimana perusahaan Heaven jadi Rayna tidak usah cari taxi untuk mengantarkannya ke perusahaan.


Setelah 20 menit ada orang yang ingin masuk ke dalam tapi tidak di perbolehkan oleh satpam karena hanya orang yang tinggal atau ada kartu baru boleh masuk ke dalam.


Rayna melihat lelaki yang sedang bicara pada satpam seperti mencari seseorang di lobby, tapi satpam tidak memperbolehkan masuk ke dalam.


Keamanan di apartemen sangat ketat, jika mereka ingin bertemu seseorang harus ada kartu identitas atau nomor kartu kamar tersebut sebagai bukti supaya bisa masuk ke dalam.


Rayna melihat lelaki itu seperti mencari seseorang langsung saja mendekati mereka.


"Ada apa pak?" tanya Rayna.


"Dia sedang mencari seseorang nona, tapi saya tidak memperbolehkan orang ini masuk karena dia tidak membawa kartu identitasnya." kata satpam.


"Sudah saya bilang saya ke sini hanya disuruh menjemput makanan dan sekalian menjemput seseorang." kata Lelaki itu.


"Tapi Tuan tidak membawa kartu identitas bukan? Jika Tuan tidak bisa memperlihatkan kartu identitas Tuan maka saya tidak bisa membiarkan Tuan masuk kedalam." kat Satpam.


Rayna yang mendengar lelaki itu di suruh menjemput makanan dan menjemput seseorang dan mulai berpikir apakah dia yang Reyna suruh untuk menjemputnya.


Rayna ingin sekali bertanya pada lelaki itu, tapi sayang dia tidak punya keberanian untuk bicara. Rayna langsung saja menelepon Reyna untuk memastikan apakah lelaki ini orang yang akan mengantarkannya ke perusahaan Heaven.


"Halo, Reyna."


"Ada apa Rayna?" tanya Reyna.


"Aku sudah menunggu di lobby tapi orang jemputan belum datang." kata Rayna.


"Tapi, Aku sudah mendengar kabar dari dia bahwa dia sudah di depan apartemen. Apakah kau ada bertemu dengannya?" tanya Reyna.

__ADS_1


"Di depan pintu ada seorang lelaki yang sedang mencari seseorang tapi aku tidak tahu orang itu adalah orang suruhanmu atau sedang mencari orang lain." kata Rayna.


"Coba kau foto orangnya." kata Reyna.


"Apa video call saja? Biar lebih jelas. Jika benar kau bisa bicara sama dia." kata Rayna.


"OK. Aku video call sekarang ya." kata Reyna langsung video call ke Rayna.


"Apa dia orangnya Reyna?" tanya Rayna memperlihatkan kamera ke arah depan dan mendekati orang itu supaya Reyna bisa melihat wajahnya dengan jelas.


"Ya. Dia orangnya Rayna. Kau kasih hp mu padanya." kata Reyna.


"Maaf Tuan, ada yang ingin bicara dengan Tuan." kata Rayna.


"Saya nona?" tanya lelaki itu menunjukkan dirinya.


"Iya." Rayna mengangguk.


Lelaki itu melihat siapa yang menelponnya langsung melihat Reyna langsung terkejut.


"Oh! Nona Reyna. Saya sudah di depan apartemen nona, tapi Satpam tidak mengizinkan saya masuk ke dalam nona." kata lelaki itu.


"Kau tanya sama wanita itu dimana dia taruh makanannya. Bawa semua makanan dan sekalian antar wanita di depan mu itu ke perusahaan. Aku akan menunggu mu di perusahaan." kata Reyna.


"Baik nona." lelaki itu patuh.


"I-iya." jawab Rayna gugup.


"Apa nona sudah menyiapkan semua makanannya?" tanya lelaki itu.


"Ada di meja." kata Rayna menunjuk ke arah meja.


"Baiklah. Kalau begitu apa saya boleh masuk pak?" tanya lelaki itu ke Satpam.


"Dia orang suruhan teman saya untuk mengantarkan semua makanan ke perusahaan." jelas Rayna.


"Baik nona. Silakan masuk." kata Satpam mengizinkan lelaki itu masuk ke dalam dengan menaruh kartu satpam itu supaya lelaki itu bisa masuk.


"Apa mobil tuan jauh? Makanan ini sangat banyak." kata Rayna.


"Mobil saya sudah di depan nona. Kita tinggal bawa saja semua kotak makanan ini." kata Lelaki itu membawa makanan itu ke mobilnya. Rayna juga ikut membantu membawa semua makanan ke mobil dan langsung pergi ke perusahaan Heaven.


Sampai Heaven Corporation.


"Kita sudah sampai nona." kata lelaki keluar dari mobil.


Rayna merasa kagum dengan perusahaan Heaven karena sangat besar dan tinggi. Rayna masuk ke dalam sambil membawa kotak nasi.

__ADS_1


"Rayna."


Rayna mendengar ada yang memanggil namanya langsung menoleh ke arah suara tersebut. "Reyna." Rayna langsung melihat ke Reyna yang berada di depan resepsionis.


"Aku sudah menunggu lama. Kau tau aku sudah sangat lapar menunggu makanannya." kata Reyna langsung membantu Rayna mengambil kotak nasi yang sudah di masukkan ke dalam plastik.


"Maaf ya lama. Karena di jalan macet, jadi agak telat datang." kata Rayna minta maaf.


"Tidak apa. Kita langsung saja bawa ke dalam." kata Reyna mengambil kotak nasi untuk Yuna dan yang lain.


"Mana punya aku? Kenapa aku punya tidak ada?" tanya Reyna tidak melihat namanya.


"Punya mu ada di sini. Aku pisahkan dengan yang lain. Karena punya mu sangat banyak." kata Rayna memperlihatkan rantang nasi besi.


"Oh. Baiklah ayo kita masuk ke dalam. Teman aku sudah menunggu kita." kata Reyna.


"Ini kasih saja sama orang yang sudah pesan ya. Nanti pembayarannya di simpan saja dulu di sini, nanti aku akan ambil uangnya." kata Reyna ke Resepsionis.


"Baik nona."


"Oh ya kak, Di kotak nasi ini ada sup lebih, kasih saja siapa yang mau. Jika kakak mau makan saja. Tidak usah dibayar." kata Rayna.


"Baik nona terima kasih" kata Resepsionis dengan ramah.


"Ayo Rayna." kata Reyna memegang tangan Rayna dan langsung ke belakang kantin.


***


"Maaf kalian menunggu lama." kata Reyna menaruh kotak nasi di meja.


"Lama. Aku sudah kelaparan. Mana punya ku?" kata Mimi merasa sudah kelaparan.


"Loh, seingat aku aku tidak pesan sup. Kenapa ada sup di dalam?" tanya Stella melihat ada sup di kotak makannya.


"Itu aku kasih ke semua orang. Kalian tidak usah bayar sup nya." kata Rayna.


"Kau siapa?" tanya Stella.


"A-aku..." Rayna langsung saja gugup.


"Dia teman aku namanya Rayna. Dan dia yang memasak semua makanan ini." kata Reyna.


"Benarkah? Salam kenal Rayna. Aku Mimi, dia Yuna dan Stella." kata Mimi memperkenalkan diri.


"Salam kenal semuanya." kata Rayna dengan senyum.


"Ayo kita makan, aku sudah sangat lapar." kata Reyna.

__ADS_1


Semuanya langsung saja makan dengan sangat lahap, Bahkan Mimi makan dengan sangat lahap dan cepat karena sudah sangat lapar.


__ADS_2