
Setelah beberapa hari Reyna pergi ke Heaven Corporation untuk membantu pak Satya mengurus banyak berkas dan peralatan yang datang untuk perusahaan.
Seminggu kemudian….
“Yuna, nanti siang kau ada waktu gak?” tanya Reyna.
“Tidak. Kenapa?” tanya Yuna.
“Temanin aku belanja yuk. Aku mau pergi membeli peralatan kantor.” kata Reyna.
“Peralatan kantor? Mau untuk apa?” tanya Yuna.
“Teman aku ada buka perusahaan baru. Jadi dia ingin aku pergi membeli peralatan kantornya. Karena dia sangat sibuk, jadi dia menyuruh aku pergi beli.” kata Reyna.
“Ok. Setelah pulang kampus langsung pergi kan?” tanya Yuna.
“Yup. Thanks Yuna, kau memang yang terbaik.”
Sepulang kampus....
“Reyna!”
Reyna mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh ke belakang.
“Ada apa Kai?” tanya Reyna.
“Apa bisa bicara sebentar?” tanya Kai.
“Tidak masalah. Ada apa?” tanya Reyna.
“Kita bicara di ruangan kesehatan.” kata Kai langsung mengajak Reyna dan Yuna.
Tiba di ruangan kesehatan. Didalam sudah ada Andrew yang duduk menunggu Reyna dan Kai.
“Andrew, aku sudah membawa Reyna.” kata Kai.
“Bagus Kai.” kata Andrew dengan gembira.
“Ada apa? Sepertinya sangat penting sampai kalian memanggil aku.” kata Reyna melihat Andrew sepertinya sedang menunggunya.
“Reyna, kami ingin meminta bantuan denganmu.” pinta Andrew.
“Ada apa? Langsung saja ke intinya. Jangan terbelit-belit.” kata Reyna langsung duduk mendengar Andrew dan Kai.
“Kami ingin kau membujuk Ren.” kata Andrew langsung ke inti.
“Membujuk? Membujuk apa? Apa kalian ingin pergi ke suatu tempat?” tanya Reyna menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
“Kami ingin kau membujuk Ren untuk ikut acara. Acara ini sangat penting. Aku dan Kai tidak bisa membujuk Ren, karena dia pasti akan marah.” kata Andrew dengan pelan.
“Segitu pentingnya kah acara itu?” tanya Reyna.
“Ya. Acara ulang tahun kolega perusahaan orang tua Ren. Orang tua Ren menyuruh Ren untuk mengikuti acara itu. Acara ini sangat penting karena mereka akan mengadakan bekerja sama juga.” kata Andrew.
“Karena itu orang tua Ren menyuruh Ren untuk ikut, tapi Ren keras kepala tidak ingin ikut. Maka dari itu orang tuanya menyuruh kita teman terbaik Ren untuk membujuknya untuk datang ke acara itu. Sayangnya kita tidak bisa melakukannya karena baru beberapa hari lalu Ren malah marah dan membentak kami karena memaksanya untuk ikut acara itu.” sambung Andrew.
“Jadi aku dan Kai membicarakan bagaimana cara Ren mau ikut. Setelah itu aku ingat kalau ada kau Reyna.” kata Andrew.
“Jadi kalian berdua ingin aku membujuk Ren untuk ikut acara itu? Kenapa harus aku? Jika kalian tidak bisa membujuknya apa lagi aku. Aku tau Ren pasti tidak akan suka ikut acara seperti itu.” kata Reyna dengan santai.
“Aku mohon padamu Reyna. Bujuk dia supaya Ren mau ikut. Jika tidak, kami bisa kena imbasnya sama mereka.” kata Andrew memohon.
“Imbas? Sama siapa? Orang tua Ren? Tidak mungkin kan?” tanya Reyna dengan bingung.
“Bukan orang tuanya. Tapi teman kami waktu SMP dan SMA.” kata Andrew.
“Teman kita semua ikut acara itu karena mereka semua adalah orang bisnis. Nanti akan ada orang bisnis yang datang juga dari luar negeri.” kata Kai.
“Aku menolak!” kata Reyna langsung dengan tegas.
Andrew dan Kai terkejut Reyna tiba-tiba menolak. Awalnya mereka berpikir kalau Reyna akan mau membujuk Ren untuk ikut, ternyata ini tidak sesuai harapan mereka.
“Kenapa Reyna? Biasanya kau ingin membantu kami kan? Kenapa sekarang tidak mau/” tanya Andrew dengan agak kecewa.
“Ikut? Aku hanya menyuruhmu supaya Ren ikut acara itu, bukan kau Reyna.” kata Andrew.
‘Kenapa kau harus ikut juga? Kita saja tidak mengajakmu.’
“Coba kalian berpikir. Jika aku berhasil membujuk Ren ikut acara itu, pasti dia akan mengajak aku juga untuk ikut.” kata Reyna.
“Jika begitu kau ikut saja. Kenapa kau tidak mau?” tanya Kai.
“Aku tidak suka dengan acara begituan.” jawab Reyna datar.
Andrew dan Kai : “……”
'Ren saja tidak suka acara begituan. Kau juga sama dengannya Reyna. Kalian benar benar sangat kompak.’ batin Andrew.
“Kenapa kau juga tidak suka? Disanakan hanya bicara dengan teman saja, tidak ada yang lain.” kata Kai bingung dengan pasangan yang sangat kompak ini.
“Masalahnya bukan itu. Jika aku ikut acara itu juga maka akan ada 3 masalah.” kata Reyna.
“3 masalah?” tanya Andrew dan Kai dengan bingung.
‘Apa masalahnya? Bahkan banyak benar sampai ada 3.’ batin Andrew dengan bingung.
__ADS_1
“Kalian pikirkan saja sendiri apa masalahnya.” kata Reyna dengan santai.
“Bagaimana kita bisa tau kalau kau tidak memberitahu kami?” kata Andrew dengan bingung.
“2 masalah ada di Ren. Sedangkan 1 masalahnya adalah masalah pribadiku.” kata Reyna.
“Masalah pribadi?” tanya Andrew dan Kai bingung dengan serempak.
“Masalah pribadi apa Reyna? Apa mungkin takut ketemu dengan orang tua Ren?” tanya Andrew.
“Bukan itu masalahnya.”
“Jadi apa?” tanya Andrew.
“Ada kemungkinan besar orang yang aku kenal datang ke acara itu, dan aku tidak ingin bertemu dengannya.” kata Reyna dengan datar.
“Siapa itu?” tanya Kai.
“Sebenarnya orang yang tidak begitu penting bagiku. Tapi untuk sekarang aku tidak ingin bertemu dengannya.” kata Reyna.
“Kenapa? Apa kau ada masalah dengannya?” tanya Andrew.
“Kalau ada masalah dengannya ya.. Ada….” kata Reyna sengaja menggantung kalimatnya.
“Orang yang tidak begitu penting? Kalau begitu kau tidak usah jumpa dengannya. Di acara itu tempatnya sangat besar dan banyak orang. Bisa kemungkinan kau tidak bertemu dengannya kan.” kata Andrew.
“Kalau tidak bertemu dengannya hanya ada kemungkinan 50% aku melihat dia atau dia tidak melihatku.” kata Reyna.
“50%? Bukankah itu artinya masih ada 50% lagi kau kemungkinan tidak bertemu dengannya.” kata Andrew.
“Yang aku takutkan dia akan mengetahui keberadaan aku karena dia sangat dekat dan kenal dengan keluarga Ren.” kata Reyna.
“Kenapa kau begitu tidak ingin bertemu dengannya? Aku melihat kau sepertinya memiliki masalah dengannya.” kata Andrew dengan penasaran.
“Jawabannya sangat mudah karena aku pergi tanpa bilang apa apa dengannya.” jawab Reyna santai.
“Ya. Aku tidak ingin dia mengetahui keberadaanku. Simpelnya aku kabur darinya.” sambung Reyna.
Andrew dan Kai : “……”
“Apa kau melakukan sesuatu bahaya sampai kau tidak ingin bertemu dengannya?” tanya Kai merasa ada sesuatu.
“Jawabannya sangat simple karena dia telah membuat aku marah. Akhirnya aku pergi tanpa bilang apapun padanya.” jawab Reyna meminum air.
Andrew dan Kai : “……”
“Apa itu artinya kau ingin bilang kabur dari rumahmu?” tanya Andrew yang mengetahui maksudnya.
__ADS_1