Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 73 – REYNA JADI PUTRI TIDUR


__ADS_3

Didalam mobil


"Kita mau kemana?" tanya pria tampan.


"Nanti kau akan tau. Sebentar lagi kita sampai tujuan." jawab temannya.


"Jawab sekarang atau aku congkel mata kau itu!" kata pria dengan dingin dan tajam.


"Apa kau tidak bisa bersabar tuan. 10 menit lagi kita akan sampai." kata temannya dengan santai.


"Jika kau membawa aku ke tempat yang tidak tidak awas saja kau." kata Pria tampan dengan tajam.


"Tenang saja. Tempatnya tidak seram kok. Bahkan akan membuat kau nostalgia." kata temannya dengan senyum.


Pria tampan itu tidak menjawab ataupun memperhatikannya, dia langsung meminta tablet dari sekretarisnya dan membuka beberapa file.


"Kenapa kau malah bekerja? Kita sudah lama tidak ketemu, biarkan otak kau itu istirahat dulu. Apa kepala kau tidak pusing melihat table didalam mobil?" tanya temannya.


"Jika kau hanya ingin bicara yang tidak penting jangan bicara denganku." kata Pria tampan dengan dingin.


"Apa bos kau tidak bisa diajak bicara selain tentang pekerjaan?" tanya temannya ke sekretaris pria tampan.


Sekretarisnya hanya senyum tipis ke teman bosnya, karena tau bosnya tidak pernah mau bicara hal lain selain soal pekerjaan. Jika membicarakan selain tentang pekerjaan, bosnya hanya menjawab dingin dan diam karena tidak mau membicarakannya.


Setelah 10 menit akhirnya sampai tujuan.


"Baiklah, kita sudah sampai. Kita turun sekarang." kata temannya dengan santai dan turun dari mobil.


“Apa kau yakin disini tempat yang ingin kau kunjungi?” tanya pria tampan yang baru turun dari mobil.


“Benar. Aku ada urusan sebentar di sini. Bukankah membuat mu nostalgia?” kata Temannya dengan senyum.


“Pak, apa bisa mengantarkan kami ke hotel?” tanya Pria tampan ke supir temannya tanpa memperdulikan temannya.


“Hei! Apa kau mendengarkan ku! Kenapa kau cuek pada ku sih?” tanya temannya dengan kesal.


“Jika kau ada perlu disini, kenapa kau tidak pergi saja sendiri. Aku balik ke hotel.” kata Pria tampan dengan dingin.


“Ayolah Riku, aku hanya sebentar saja. Aku hanya mengasih berkas ini. Bukankah ini membuat mengingat masa kita pas kuliah.” kata Temannya.


“Kalau hanya sebentar, aku tunggu di mobil.” kata Riku dengan dingin masuk kedalam mobil.


“Apa kau tidak mau melihat ke dalam? Hari ini ada drama di kampus ini. Dari pada kau hanya di dalam mobil mendingan keliling kampus saja sampai urusan aku selesai.” kata Temannya.

__ADS_1


“Bos, benar kata teman bos, Kita kedalam saja keliling kampus ini. Bukankah Bos barusan juga sudah selesai memeriksa berkas di tablet tadi?” kata Sekretaris.


“Sesekali otak kita istirahat juga tidak masalah kan. Kau juga bisa mengingat waktu masa-masa kau kuliah dulu.” kata Temannya.


Riku hanya menghela nafasnya melihat sekretaris dan temannya seperti memaksa dia keliling kampus.


“Baiklah. Kau sudah harus selesai dengan urusan mu jika aku sudah keliling kampus.” kata Riku dengan dingin keluar dari mobil.


“Ok. Aku yakin tidak akan lama.” kata Temannya dengan pasti.


“Ayo, Rui. Kita masuk kedalam.” kata Riku dengan dingin.


Rui langsung mengikuti bosnya.


***


“Apa kau dengar kalau kelas bisnis mengadakan drama putri tidur?”


“Aku tau, kenapa?”


“Kita pergi lihat yuk.”


“Untuk apa lihat drama kelas bisnis?”


“Apa kau tau yang jadi pangerannya adalah Enzi?”


“Benar, kita pergi lihat sekarang yuk. dramanya masih belum selesai.”


“Ayo…”


Banyak mahasiswi mendengar kalau drama kelas Bisnis yang menjadi pangeran adalah Enzi langung pergi ke gedung sebelah melihat drama tersebut.


Disisi lain Riku dan Rui melihat digedung sebelah banyak mahasiswa yang melihat drama.


“Bos, sepertinya banyak pergi melihat drama? Apa bos tidak ingin pergi melihat?” tanya Rui melihat banyak mahasiswa pergi melihat drama.


“Untuk apa melihat drama? Palingan cuma hanya acting.” kata Riku dengan dingin.


“Mungkin perannya mereka bagus. Kita pergi melihat saja bos.” kata Rui.


“Memangnya kelas mana yang memerankan drama?” tanya Riku.


“Kelas Bisnis bos.” jawab Rui melihat brosur drama.

__ADS_1


“Mereka membuat drama apa sampai banyak orang yang ingin melihat?” tanya Riku.


“Drama putri tidur.” jawab Rui.


“Terserah, dari pada kita tidak tau mau kemana lagi.” kata Riku dengan dingin langsung pergi melihat drama.


***


“Raja, kau mengundang semua teman dan peri dalam pesta putri pertama mu? Aku akan membuat putrimu mendapat cinta dan kekaguman tapi pada ulang tahunnya yang ke 16 tepat sebelum matahari terbenam jarinya kaan tertusuk jarum dan dia akan meninggal.” tanya Cecilia yang berakting sebagai penyihir.


“Sepertinya sudah dimulai bos.” kata Rui masuk kedalam gedung.


Riku hanya diam saja dan masuk kedalam. Riku duduk dikursi langsung membuka berkas yang dibawanya. Sedangkan Rui hanya bisa diam karena melihat bosnya tidak bisa mencegahnya untuk tidak bekerja.


“Lihat putrinya sudah keluar.”


Reyna berpakaian lusuh langsung naik keatas panggung membuat semua orang disana terkejut.


“Kenapa putrinya adalah gadis kampungan itu?” teriak mahasiswi merasa kecewa.


“Berarti nanti dia akan berciuman dengan Enzi dong!”


“Tidak!!! Enzi itu milik kita. Kenapa yang menjadi putri harus gadis culun itu.”


Banyak mahasiswi yang kecewa dan cemburu karena yang jadi putri adalah Reyna.


Reyna melihat banyak mahasiswi merasa cemburu karena dia akan dicium oleh Enzi. Tapi Reyna tidak perduli dengan mereka. Reyna langsung melihat Ren seperti membatu. Sedangkan Ren disamping panggung seperti jadi patung karena terkejut Reyna adalah seseorang putri.


‘Sial! Kenapa Rey yang jadi putri?! Itu artinya dia akan mendapatkan ciuman dari Enzi!!’ batin Ren dengan terkejut dan kesal.


‘Apa karena ini Rey tidak mau memberitahu pada aku apa perannya? Kau membuat aku cemburu Rey! Tau begini aku lihat peran dramanya lagi. Jika aku tau kalau Rey yang jadi putri aku akan bilang pada dosen untuk mengatur ulang perannya.’ sambung Ren dengan cemburu melihat Reyna menjadi putri yang akan dicium oleh Enzi yang sebagai pangeran sambil menggenggamkan tangannya dengan kuat sampai kukunya memutih.


“No-nona Reyna. Nona Reyna mahasiswi di kampus ini?” gumam Rui dengan terkejut melihat Nonanya menjadi putri tidur.


“Em… Bos…. Apa bos tidak ingin peran melihat putrinya bos?” tanya Rui melihat bosnya masih fokus dengan berkasnya.


“Diam Rui! Kau membuat aku kehilangan fokus.” kata Riku dengan dingin yang masih fokus dengan berkasnya.


“Tapi bos….” kata Rui ingin bicara langsung dipotong oleh Riku.


“Apa kau tidak bisa diam Rui? Kau membuat aku kehilangan fokus. Kau tau akibatnya jika menggangu aku Rui.” kata Riku dengan tajam menatap Rui.


Rui hanya bisa diam karena Riku menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


“Memangnya kenapa dengan putrinya? Apa putrinya sudah dapat ciuman dari pangerannya? Apa kau pikir aku terpesona dengan putri tidur Rui. Kau jangan bercanda dengan aku!” kata Riku dengan tajam menatap Rui langsung melihat berkasnya lagi.


'Apa bos tidak ingin melihat nona Reyna yang berperan menjadi putri tidur?’ batin Rui melihat bosnya yang masih fokus dengan berkasnya.


__ADS_2