Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 263 - 5 TAHUN LAGI


__ADS_3

--- Villa Rayden ----


"Aww... Sakit Ma..." Ren kesakitan karena Hana tidak melepaskan telinganya.


"Biarmu tahu diri." kata Hana.


Hana dari Disney tidak melepaskan telinga Ren. Bahkan telinga Ren sudah memerah akibat ditarik Hana.


"Kenapa Mama begitu marah hanya karena aku tidur dengan Rey? Aku tidak melakukan apapun pada Rey, Ma Aku hanya memeluknya saat tidur." kata Ren.


"Itu sama saja. Apa kau ingin Reyna di katakan pelacur oleh orang lain?" tanya Hana dengan marah.


"Pelacur? Kenapa? Aku pacarnya, Ma. Kenapa Rey harus di katakan pelacur?" Ren tidak terima kalau Reyna di jadikan pelacur.


"Kau masih pacaran dengan Reyna dan dia bukan Istri mu." kata Hana.


"Apa? Tapi Rey di masa depan akan menjadi Istri ku juga Ma." kata Ren.


"Diam! Sampai kalian sampai Resmi kalian tidak boleh tidur bersama!" kata Hana dengan tegas dan melepaskan


telinga Ren.


"Apa??!! Tidak!! Aku tidak mau menunggu sampai selama itu!" teriak Ren dengan keras mendenagr tidak  boleh tidur dengan Reyna.


"Apanya tidak? Cuma hanya tinggal beberap tahun lagi. Dan lagi kalian masih belum bertunangan." kata Hana.


Ren semakin cemberut. Hana melihat Ren cemberut seperti anak kecil agak terkejut karena baru pertama kali Hana melihat Ren seperti ini di depannya.


"Kalau begitu kita langsung bertunangan saja. Aku tidak mau menunggu terlelu lama. 3 tahun itu masih lama Ma." kata Ren tidak mau menunggu selama 3 tahun.


"3 tahun? Kenapa harus 3 tahun?" tanya Hana dengan bingung.


"Sudah jelas kan. Aku dan Reyna masih kuliah dan lulus masih ada 3 tahun lagi." kata Ren.


"Itu berarti kau harus bersabar." kata Hana.


Reyna dan yang lain sudha masuk ke Villa. Rayna melihat Ren seperti beribut dengan Hana langsung penasaran.


"Cal, kau bilang sama Mama ku kalau aku mau menikah dengan Rey sekarang." kata Ren melihat Calvin masuk ke dalam.


"Kenapa aku harus bilang pada tante Hana? Bukankah dia mama mu?" Calvin terkejut.


"Kenapa kau tidak membantu ku membujuk mama ku?" tanya Ren dengan kesal.

__ADS_1


"Kenapa harus aku? Dan lagi kenapa kau ingin cepat menikah dengan Reyna?" tanya Calvin.


"Bukankah jawabannya sudah pasti..." kata Ren menatap tajam Calvin seperti tidak tahu maksud dari perkatannya.


"Tapi aku rasa kau memang harus menunggu saja. Bukankah hanya beberapa tahun lagi." kata Calvin.


"3 Tahun terlelu lama... Aku bahkan ingin menikahinya bulan besok." kata Ren membuat Hana dan Calvin tersentak.


"Apa kau gila? Kalian belum bertunangan dan ingin langsung menikah. Dan satu hal yang ingin aku katakan padamu kalau Reyna ingin menikah saat usia 25 tahun. Dan itu berarti kau harus menunggu 5 tahun lagi." kata Calvin.


Ren membeku menjadi batu mendengar harus menunggu 5 tahun. Ren berpikir 3 tahun saja masih lama apalagi 5 tahun.


"Kenapa harus di usia 25 tahun?" tanya Hana.


"Kata Reyna dia tidak ingin menikah muda. Reyna ingin menikmati masa mudanya dulu baru menikah." kata Calvin.


Hana langsung mengangguk mengerti. Hana melihat Ren sudah menjadi batu langsung tersenyum. Hana merasa kalau Ren tidak menerima kalau menunggu selama 5 tahun.


***


"Kamar kak Reyna sangat besar ya." kata Mira melihat sekeliling kamar Reyna.


"Benarkah? Apa kamar Mira tidak sebesar ini?" tanya Reyna.


"Itu sudah besar Mira. Dan lagi kamar ini sebenarnya untuk kamar pasangan, tapi karena jarang di pakai jadi kakak tidur di sini." kata Reyna.


"Apa kak Reyna tidur sendirian?" tanya Mira.


"Tidak. Dengan Tante Siska dan tante Hana. Rachel kemarin juga tidur dengan kami." kata Reyna.


Mira langsung menundukkan kepalanya.


"Mira bisa tidur di sini kok. Nanti kakak tambahkan kasur tambahan untuk Mira." kata Reyna.


"Benarkah?" Mira langsung mendogak kepalanya ke Reyna.


"Ya."


"Waiii.... Makasih kak Reyna...." Mira kegirahan senang dan memeluk Reyna.


"Rey!!!"


"Apa dia tidak bisa berteriak terus saat mencariku? Telingaku bisa peka dengarnya." Reyna merasa telinganya bisa rusak karena teriakan Ren.

__ADS_1


Ren masuk ke kamar Reyna dan melihat Reyna langsung memeluknya.


"Apa benar yang di katakan Calvin?" tanya Ren langsung ke inti.


"Hah? Apa?" Reyna bingung dengan Ren.


"Apa benar yang di katakan Calvin kalau 5 tahun lagi kau baru ingin menikah?" tanya Ren.


"Tentu saja benar. Aku tidak mau menikah cepat." kata Reyna.


"Waa..... Kenapa? Apa yang kurang dari ku sampai kau harus menunnggu selama itu?" tanya Ren dengan panik.


"Aku ingin menikmati masa mudaku. Dan lagi walaupun masih lama menikah kau masih mencintaiku kan?" tanya Reyna.


"Tapi 5 tahun terlalu lama. Apa tidak bisa lebih cepat?" tanya Ren dengan sedih.


"Tidak! dan lagi...."


"Apa?" tanya Ren.


"Aku tahu kau pasti bisa Ren. Jika kau sangat mencintaiku, aku yakin kau pasti bisa menunggu sampai saatnya tiba." kata Reyna dengan senyum.


"Benarkah? Apa kau tidak takut kalau aku tidak mencintaimu lagi?" tanya Ren.


"Aku lebih tahu tentang dirimu Ren. Dan lagi walaupun kita sudah menikah pun aku tahu kau tidak akan berubah kan?" kata Reyna.


"Aku tahu... Aku tahu.... Tapi...." Ren merasa tidak terima menunggu selama 5 tahun walaupun perasaannya tidak berubah pada Reyna.


"Apa? kalau ingin tidur denganku kau harus bersabar. Aku tahu kau orang yang bersabar." kata Reyna.


Ren mendengar kata bersabar itu tidak benar karena dia memang ingin tidur dengan Reyna. Entah kenapa setiap Ren tidur dengan Reyna ataupun mencium bau Reyna Ren bisa tidur dengan nyenyak.


"Baiklah." kata Ren akhirnya pasrah. Walaupun beberapa lama dia bicara dengan Reyna sudah pasti Reyna tidak akan mau menyetujuinya.


"Itu baru namanya Ren-ku." kata Reyna.


Ren mendengar Reyna memanggil nama Ren ku membuat Ren tersenyum puas dan senang. Ren mencium pipi kiri dan kanan Reyna dengan lembut.


"Pergilah mandi sana. Kau sangat bau." kata Reyna.


"Ok Rey ku." kata Ren dengan senyum langsung pergi mandi.


Reyna hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Ren. Tanpa Ren tahu kalau pintu kamar Reyna telah direnovasi.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2