Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 217 - MEMBIARKAN TIDUR


__ADS_3

“Iya Pa. Bahkan dia beraninya meninggalkan papanya di bandara. Untung saja kalau adik Calvin kebetulan ke bandara menjemput klien perusahaan, Jika tidak maka kakek Calvin sudah tidak tahu mau kemana, karena dia tidak punya uang.” kata Ren.


“Kakek? Apa mungkin kakek mu itu Edgar Leonardo?” tanya Aizen.


“Benar Tuan.” jawab Calvin.


“Di mana dia sekarang?” tanya Aizen.


“Kakek sekarang berada di apartemen Reyna.” kata Calvin.


“Apartemen Reyna?” tanya Aizen dengan bingung.


Aizen bingung kenapa Edgar ada berada di apartemen Reyna. Apa hubungan Reyna dengan Calvin bisa sampai tinggal di apartemen Reyna. Ren yang melihat papa nya bingung seperti menanyakan sesuatu langsung saja Ren menjelaskan pada papanya.


“Pa, Calvin dan keluarga berada di apartemen Reyna karena istri Calvin itu adalah saudara kandung Reyna, Pa. Maka dari itu Reyna memberikan Calvin dan kakek Edgar tinggal di apartemen Reyna.” jelas Ren.


“Oh Begitu ya… Apa kakek mu sekarang sudah membaik?” tanya Aizen.


“Sudah Tuan. Kakek sudah membaik bahkan sudah semangat lagi setelah istrirahat 2 hari penuh. Apa lagi kakek sangat bersemangat karena mendapatkan dua cicit.” jelas Calvin.


“Cicit? Apa kau sudah punya anak?” tanya Aizen dengan terkejut.


Aizen berpikir kalau Calvin baru menikah jadi berpikir belum mendapatkan anak, nyatanya bukan.


“Sudah Tuan.” jawab Calvin.


“Mereka sudah punya anak 2, Pa. Anak kembar sepasang.” kata Ren.


“Apa sepasang kembar? Terus mereka sudah umur berapa?” tanya Aizen dengan terkejut.


“Mereka sudah berusia 4 tahun. Sekarang mereka sudah masuk preschool.” jawab Calvin.

__ADS_1


“APA???” Aizen terkejut ternyata anak Calvin sudah besar.


“Kenapa papa berteriak terus sih? Berisik tahu.” kata Ren menutup telinganya karena Aizen dari tadi berteriak terus.


“Nanti sore aku pergi melihat kakek mu. Sekalian aku juga sudah lama tidak bertemu dengannya.” kata Aizen.


“Sudah lama? Apa papa kenal dengan kakek Calvin?” tanya Ren dengan agak terkejut.


“Ya. Papa kenal dengannya.” kata Aizen.


“Sejak kapan papa mengenalnya?” tanya Ren dengan penasaran karena Aizen tidak pernah memberitahu padanya.


“Sudah lama. Kalian kerjakan saja tugas kalian. Nanti sore pas di apartemen Reyna baru bicara.” kata Aizen langsung pergi tanpa menunggu Ren bicara lagi.


“Apa Tuan Aizen mengenal Kakek aku?” tanya Calvin agak terkejut. Calvin langsung bicara dengan Ren setelah Aizen keluar dari ruangan.


“Mungkin. Aku saja bahkan tidak tahu. Kalau di tanya sekarang yang ada Papa aku tidak akan menjawab. Kita tunggu saja nanti sore.” kata Ren.


Calvin hanya mengangguk setuju karena apa yang di katakan Ren ada benarnya karena di jam kerja tidak boleh bicara hal pribadi. Calvin langsung mengerjakan tugasnya, begitu juga dengan Ren.


Kai yang melihat Ren tidur di kantor membuatnya kesal. Karena Ren tidur, akhirnya tugas Ren di oper sama Dia.


"Kenapa aku merasa kalau setiap bersama Ren, selalu aku yang kena?? Sepertinya aku harus bilang sama Reyna kalau Ren hanya bersantai saja." kata Kai dengan pelan.


Kai melihat sudah jam 4 lewat. Kai langsung saja memberikan tugas ke HRD setelah itu baru pulang. Kai tidak membangunkan Ren dan membiarkan Ren tidur di kantor sendirian.


Setelah Kai memberikan berkas ke HRD, Kai Keluar dari ruangan HRD langsung bertemu Calvin.


"Kai, apa kau sudah selesai kerja?" tanya Calvin yang sudah mengambil tas kerjanya bersiap untuk pulang.


"Ya. Ini sudah mau bersiap pulang. Apakah terjadi sesuatu?" tanya Kai.

__ADS_1


"Memangnya ada apa?" tanya Calvin.


"Ren, semenjak dia masuk ke ruangannya, Ren hanya tidur saja di dalam dan tidak mengerjakan pekerjaannya." kata Kai.


"Oh, mungkin dia penasaran dengan perkataan Tuan Aizen." kata Calvin.


"Penasaran apa?" tanya Kai.


"Ren, penasaran kalau Tuan Aizen kenal dengan kakek aku atau tidak. Dia sudah bertanya pada Tuan Aizen, tapi sayangnya tidak di berikan jawaban oleh Tuan Aizen. Tuan Aizen bukankah kalau dia akan cerita setelah selesai bekerja. Apa mungkin karena itu Ren tidak mau bekerja?" tanya Calvin.


"Oh. Pantas saja dia tidur di kantor. Aku rasa bukan karena Ren kesal dengan Tuan Aizen, tapi karena sangat penasaran dan ingin jawabannya. Maka dari itu Ren tidur karena ingin waktu cepat berlalu dan ingin mendapatkan jawaban nya." kata Kai.


Pantas saja Kai melihat kenapa Ren tidur langsung setelah masuk ruangan, Ternyata karena Ren ingin waktu cepat berlalu karena ingin cepat Aizen bercerita padanya.


"Oh, ternyata begitu. Aku setelah ini ingin pulang bersama Ren, karena pasti dia ingin pulang menemui Reyna. Jadi aku sekalian pulang bersamanya." kata Calvin.


"Tidak usah membangunkan dia saja. Biarkan dia tidur di kantor sampai malam." kata Kai.


"Apa kau yakin? Jika nanti dia tahu kalau kau tidak membangunkannya nanti kau akan kena marah sama dia." kata Calvin.


"Aku hanya tinggal bilang kalau aku ada urusan." jawab Kai dengan santai.


"Sudah berapa lama dia tidur?" tanya Calvin.


"2 jam-an lebih. Karena aku melihat Ren masuk hampir jam 3 sore." kata Kai melihat jam tangan.


"Jika dia marah padamu, jangan masukkan aku ke dalam. Kalau begitu aku pulang duluan." kata Calvin.


Awalnya Calvin ingin pulang bersama Ren karena pasti Ren akan ikut dia pulang ke apartemen. Tapi karena Kai menyuruhnya untuk tidak membangunkan Ren, jadi Calvin langsung pulang duluan.


Kai langsung masuk ke ruangan dan mengambil tasnya. Kai melihat Ren masih tidur di sofa.

__ADS_1


"Biar aku kasih kau hukuman karena telah membuat aku susah beberapa hari ini." gumam Kai melihat Ren yang tidur di sofa langsung membiarkannya dan langsung pulang sendirian.


T.B.C


__ADS_2