
3 HARI KEMUDIAN
Matahari sudah terbit dengan terang, tapi Reyna masih tidur di kasurnya yang empuk. Reyna yang masih dalam dunia mimpi.
Di mimpinya Reyna tiba tiba terserang hewan buas ganas yang sedang menyerangnya sampai Reyna ketakutan dan berlari. Reyna yang merasa mimpi buruk, langsung terbangun dari mimpinya .
Reyna langsung lega karena itu adalah mimpi. Reyna merasakan tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
"Apa ini? Siapa yang menganggu tidur ku?" Reyna melihat tubuhnya terkunci.
Ada tangan di tubuhnya membuat Reyna tidak bisa bangun. Bahkan kakinya juga tidak bisa di gerakkan. Reyna melihat ke belakangnya melihat siapa yang memeluknya.
"Ren?" Reyna terkejut melihat Ren tidur di sampingnya bahkan memeluknya sangat erat seperti guling.
"Kenapa dia ada di kamar ku? Dan juga kenapa dia memaluk ku seperti guling? Apa aku ini guling?" Reyna terkejut Ren bisa masuk ke kamarnya.
Reyna dengan cepat melepaskan tangan Ren. Reyna turun dari kasur dan melihat ke Ren yang masih tidur dengan nyenyak. Reyna merasa badannya sangat kaku karena Ren memeluknya sampai dirinya tidak bisa bergerak.
"Sepertinya kamar aku harus pakai bogrol. Bagaimana bisa Ren masuk ke dalam kamar aku?" Reyna yang masih melihat Ren tidur di kasurnya.
Reyna langsung melihat ke pintu kamarnya sepertinya masih di kunci dari dalam. Reyna merasa aneh, jika kunci dari dalam, harusnya Ren tidak bisa masuk kedalam.
"Bagaimana dia bisa masuk ke dalam, sedangkan pintu di kunci dari dalam." Reyna merasa sangat aneh.
Reyna melihat ke luar jendela. Reyna melihat jendelanya terbuka sedikit membuat Reyan terbelalak.
"Sepertinya aku harus cari cara mengunci jendela ini." gumam Reyna.
Reyna melihat ke Ren yang masih tidur dengan nyenyak, tiba tiba membuat Reyna kesal dan marah. Karena Ren dia jadi terbangun karena terasa panas, padahal AC nya dingin.
"Awas saja kau, Ren. Aku akan menghukum orang yang berani masuk kedalam kamar orang tanpa izin." kata Reyna dengan kesal.
__ADS_1
Reyna langsung pergi mandi karena badannya seperti berkeringat banyak karena Ren memeluknya sampai Reyna berkeringat. Reyna bukannya tidur nyenyak, tapi malah menjadi sangat lelah dan panas.
Setelah Reyna membersihkan diri selama 30 menit karena dirinya mrasa sangat panas akhirnya mandi lama untuk menyegarkan dirinya.
Setelah selesai mandi, Reyna langsung ke bawah.
"Pagi, Reyna. Bagaimana tidur mu?" tanya Siska melihat putrinya sudah bangun.
"Tidak enak sama sekali, karena ada yang menganggu tidur ku." kata Reyna dengan kesal.
"Ada apa? Dan juga tumben kau bangun cepat." kata Siska dengan khawatir.
"Ma, apa aku bileh meminta tolong pada Mama?" tanya Reyna dengan memohon.
"Ada apa? Sepertinya sangat serius?" tanya Siska me dekati Reyna.
Reyna berbisik ke telinga Siksa. Siska yang mendengar nya langsung bingung.
"Kalian kenapa berbisik bisik?" tanya Hana yang baru saja turun tangga melihat Siska dan Reyna berbisik.
"Entahlah. Reyna ingin meminta mohon padaku, tapi aku tidak tahu alasannya." kata Siska.
"Ada apa Reyna?" tanya Hana.
Reyna akhirnya bicara berbisik pada Siska dan Hana. Mereka berdua terkejut mendengarnya.
"Apa kau mengatakan yang sebenarnya, Reyna?" tanya Siska dengan terkejut.
"Kau tidak sedang berbohong kan?" tanya Hana dengan serius.
"Kenapa aku harus berbohong tante? Kalau Tante dan Mama tidak percaya, kalian bisa melihat sendiri di atas." kata Reyna dengan santai.
__ADS_1
Hana merasa ingin marah pada Ren. Bisa bisanya Ren tidur dengan Reyna. Padahal mereka masih belum menikah sudah tidur bersama.
"Apa sekarang Ren masih di kamar mu?" tanya Hana menahan amarah.
"Tentu saja. Aku rasa Ren masih tidur di kasus ku." jawab Reyna.
"Tapi aku ingin tante jangan marah dulu pada Ren." sambung Reyna.
"Kenapa? Apa kau ingin membelanya?" tanya Hana menahan amarahnya.
"Tentu saja tidak, bahkan aku ingin menghukumnya karena telah membuat aku tidak bisa tidur nyenyak." kata Reyna.
"Apa yang barusan kau memohon pada Mama tadi?" tebak Siska.
"Iya Ma." kata Reyna.
"Boleh juga ide mu, Reyna. Tante juga setuju." kata Hana.
"Kalau begitu kita mulai nanti setelah aku siap makan." kata Reyna.
"Kenapa tidak sekarang aja? Nanti ketahuan Ren loh." kata SiskaReyna takut Ren nanti bangun.
"Tidak akan, Ma. Karena biasanya jika hari libur, Ren sudah pasti akan telat bangun." kata Reyna.
"Benar. Biasanya Ren akan bangun jam 10 atau jam 11. Karena Ren jika libur dia suka bangun telat." kata Hana.
"Kalau begitu aku makan dulu ya, Ma. Aku sudah lapar." kata Reyna yang sudah kelaparan.
"Pergilah. Mama sudah menyiapkan makan untuk mu. Biar Mama dan Hana yang menyiapkannya." kata Siska.
Reyna langsung ke dapur untuk sarapan pagi. Sedangkan Siska dan Hana langsung menyiapkan apa yang di suruh oleh Reyna.
__ADS_1
T.B.C