Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 190 – SENGAJA


__ADS_3

“Rui, Apa aku sedang bermimpi atau berhalusinasi melihat Rey terbelah menjadi dua?” tanya Riku melihat di depan matanya ada 2 Reyna.


“Saya merasa hal yang sama, Bos. Atau mungkin salah satunya adalah palsu?” tanya Rui.


“Palsu? Apa kau yakin?” tanya Riku ke Rui dengan terkejut.


“Saya juga tidak tau Bos.” jawab Rui.


Sedangkan Reyna hanya diam dan tersenyum tipis melihat Riku dan Rui berdebat melihat dirinya terbelah menjadi 2.


Rayna hanya berlindung di belakang Reyna. Rayna sangat takut dengan Riku dan Rui karena takut mereka berdua akan menculiknya.


“Coba aku cubit pipi kau kalau aku sedang tidak bermimpi.” kata Riku. Riku langsung saja mencubit pipi Rui dengan keras.


“Aww… Sakit Bos.” kata Rui dengan kesakitan di pipinya karena Riku mencubit dengan kuat.


“Berarti ini tidak mimpi ya?” kata Riku dengan pelan.


“Apa saya mencubit Bos saja, supaya tahu kalau Bos tidak sedang bermimpi.” kata Rui.


“Tidak. Aku tidak mau kau membuat muka aku berbekas karena kau, Rui.” kata Riku dengan dingin dan menatap tajam Rui.


Rui terdiam. Rui tahu kalau Bosnya, Riku pasti tidak mau di cubit atau mukanya kena gores sedikit saja karena pasti Riku akan marah dan mengamuk.


“Apa aku saja yang mencubit mu?”


Riku melihat ke Reyna langsung terdiam melihat Reyna ada 2. Tanpa sadar Riku mengangguk kepalanya dan tidak bicara. Rui terkejut melihat Bosnya mengangguk, berarti Riku setuju kalau mukanya di cubit.

__ADS_1


Sedangkan Reyna hanya tersenyum melihat Riku langsung setuju dan biar dia yang mencubitnya supaya apa yang di lihatnya tidaklah halusinasi atau bermimpi.


Reyna mendekati Riku dan mencubitnya dengan kuat sampai pipinya memerah. Reyna juga memukul perut Riku dan memukul kepala Riku. Riku yang merasa kesakitan di pipi dan perutnya tanpa sengaja terpeleset di lantai dan pingsan.


Reyna : “……”


Rui : “…!!!”


“Bos! Apa Bos baik-baik saja?” tanya Rui dengan panik langsung mendekati Riku dan melihat keadaan Riku pingsan di lantai.


“Nona, kenapa nona melakukan ini pada Bos?” tanya Rui dengan terkejut.


“Memangnya apa yang aku lakukan padanya? Bukankah dia terjatuh dengan sendirinya?” tanya Reyna dengan santai.


Rui : “……”


“Kau bawa saja dia ke kamar satu lagi, sekalian ganti bajunya. Kau juga ganti baju kau Rui. Nanti kalian berdua bisa sakit.” kata Reyna menunjuk kea rah kamar kosong.


“Baik, Nona.” kata Rui. Rui memanggil pengawal di depan pintu untuk membantunya membawa Riku ke kamar kosong.


Rui melihat ke Rayna hanya diam saja melihat dan berlindung di belakang Reyna. Rui merasa kalau dia tidak sedang bermimpi karena melihat nona Reyna ada 2.


Dalam sekilas Rui juga mengetahui kalau mereka berdua adalah orang yang berbeda, karena dari cara bicara mereka berdua terlihat berbeda sedikit.


“Rey, apa kau mengenal mereka?” tanya Rayna yang masih berlindung di belakang Reyna.


“Ya. Tidak apa kok. Mereka berdua tidak menyakitimu kan?” tanya Reyna dengan pelan.

__ADS_1


“Mereka berdua memang tidak menyakiti aku, tapi aku ketakutan melihat mereka berdua tiba-tiba masuk ke dalam. Aku pikir mereka ingin menculik aku, makanya aku dengan cepat menyiramkan air ke mereka dan memberikan kau sign.” kata Rayna.


“Aku tau kau memberikan sign peringatan darurat di Hp aku. Tapi aku hanya santai saja, karena aku tau kalau mereka berdua tidak akan melukai mu.” kata Reyna dengan senyum.


“Kenapa kau tidak memberitahu aku kalau kau mengenal mereka?” tanya Rayna.


“Maaf ya. Aku ingin telpon mu tapi aku yakin kau pasti ketakutan dan tidak akan mengangkat panggilan aku. Aku juga tau mereka berdua pasti tidak akan menyakitimu. Aku yakin kau pasti memberontak sama mereka berdua kan?” tanya Reyna.


“Ya, mereka berdua memang mengatakan hal yang aneh sih. Seperti, kenapa kau lupa pada ku? apa kau sedang bermain-main? Apa kau sedang hilang ingatan?” kata Rayna mengingat perkataan Riku.


“Apa kau memukul mereka berdua?” tanya Reyna.


“Ya. Karena aku takut mereka akan membawa aku, jadi aku memukul mereka beberapa kali karena ingin melindungi diri.” kata Rayna.


“Ya sudah. Sekarang sudah tidak apa. Kau jangan khawatir. Mereka berdua kenalan aku. Aku pernah memberikan kunci pada Rui, jadi dia pasti berpikir kalau aku sudah pulang ke apartemen, makanya mereka berdua masuk ke apartemen.” kata Reyna.


“Pantes saja mereka bisa masuk kedalam. Kenapa kau tidak memberitahu aku kalau mereka akan datang ke sini? Jika tahu begitu aku tidak akan memukul mereka kan.” kata Rayna.


“Dia tiba-tiba memberikan pesan padaku kalau dia ingin makan malam bersama ku. Bahkan dia juga mengatakan kalau dia sudah berada di depan apartemen aku. Apa yang bisa aku lakukan, jika mereka berdua sudah sampai apartemen. Aku bahkan ingin menelpon mu juga tidak bisa Ray. Karena aku melihat di kamera CCTV kalau mereka sudah berada di depan pintu.” kata Reyna.


“Ya sudah. Karena sudah terjadi, jadi tidak bisa di balikkan lagi waktunya. Nanti aku akan meminta maaf pada mereka.” kata Rayna.


Reyna tersenyum melihat kebaikan Rayna. Rayna sangat mirip dengannya karena jika ada kesalahan pasti akan meminta maaf. Tapi sayangnya Reyna tidak memberitahu Rayna kalau Reyna sengaja tidak menelpon Rayna karena ingin membiarkan Riku dan Rui di pukul oleh Rayna karena ingin membalas dendam Riku dan Rui.


‘Maaf ya Ray. Aku tidak memberitahumu kalau aku sengaja membiarkan kau memukul dan memberontak pada Riku dan Rui. Karena aku masih tersisa dendam pada mereka berdua.’ batin Reyna dengan senyum.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2