
Harry dan Pak Satya langsung balik ke perusahaan sedang seorang Client dan kakek Harry. 1 jam lebih perjalanan ke perusahaan karena macet.
"Harry, kau bawa Kakek mu di lobby sebentar, aku akan membawa Client ke ruangan aku sebentar. Jika kau mau kau sudah boleh pulang saja dan mengantarkan kakek mu pulang." kata Pak Satya yang baru saja sampai di Heaven Corporation.
"Baik pak. Terima kasih." kata Harry. Harry langsung turun dan membawa kakeknya masuk ke dalam dan semua barang nya di lobby di bantu oleh satpam.
"Kakek tunggu di sini sebentar ya. Harry mau mengambil tas Harry dulu." kata Harry ke kakeknya.
"Pergi lah. Kakek akan baik-baik saja di sini." kata kakek Harry dengan senyum.
"Aku akan segera kembali." kata Harry langsung meninggalkan kakeknya sambil mengasih air minum dan cemilan kecil yang di sediakan oleh perusahaan untuk tamu.
Sementara itu Reyna yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya langsung membersihkan mejanya dan bersiap untuk pulang.
"Apa kau sudah selesai Reyna?" tanya Yuna melihat Reyna membersihkan mejanya.
"Ya. Karena pekerjaan aku sudah selesai, jadi aku pulang duluan ya. Tidak apa kan kau pulang sendiri?" tanya Reyna.
"Ya. Aku sebentar lagi juga akan selesai dan setelah itu baru pulang." kata Yuna dengan senyum.
"Aku duluan ya. Sampai jumpa besok." kata Reyna langsung pergi meninggalkan ruangan.
Reyna turun lewat lift. Sampai lobby, Reyna melihat Harry sedang bicara dengan orang yang sudah tua di kursi. Reyna langsung mendekati Harry.
"Harry, kenapa masih di sini? Bukankah kau di suruh pulang?" tanya Reyna.
__ADS_1
"Kak Reyna. Aku sedang mencari taxi." kata Harry.
"Mencari taxi? Memang nya ada apa? Siapa bapak ini?" tanya Reyna dengan mengernyit dahinya dan bertanya siapa di sebelah Harry.
"Dia kakek aku kak. Kebetulan aku ketemu kakek di bandara. Jadi pak Satya sekalian membawa kakek ke perusahaan." kata Harry.
Reyna semakin bingung dengan perkataan Harry. Seingat Reyna kakek Harry juga ikut dengan orang tuanya pergi ke luar negeri, dan sekarang Harry malah menjemput kakeknya di bandara.
Reyna merasa ada yang tidak beres, apa lagi melihat Kakek Harry seperti sangat lelah dan seperti tidak makan karena tubuh kakek Harry sangat kurus.
"Apa kau akan membawa kakek mu ke apartemen mu?" tanya Reyna.
"Iya kak."
"Mau dimana kakek mu tidur? Dan lagi siapa yang menjaga kakek mu jika kau bekerja?" tanya Reyna.
"Jadi aku harus bagaimana kak?" tanya Harry dengan sedih. Dia tidak tega meninggalkan kakeknya sendirian.
"Bawa aja ke apartemen aku. Biarkan Rayna yang menjaga kakek mu." kata Reyna.
"Apa tidak merepotkan kakak? Aku juga tidak ingin merepotkan kakak dan kak Rayna." kata Harry merasa segan.
"Apa yang kau katakan? Bukankah Ray itu kakak ipar mu. Sudah pasti kakek mu adalah cucunya. Ayo kita pulang, kau bawa barang Kakek mu ke mobil aku. Aku ambil mobil aku dulu." kata Reyna langsung keluar dan membawa mobilnya ke depan pintu perusahaan supaya Harry bisa dekat membawa barang kakeknya ke mobil Reyna.
Setelah sampai di depan pintu Reyna langsung membawa kakek Harry masuk ke mobil, sedangkan Harry memasukkan barang kakeknya ke belakang mobil si bantu satpam.
__ADS_1
"Apa kakek sudah makan?" tanya Reyna.
"Sudah." kata kakek dengan senyum.
"Apa kakek yakin? Apa kita cari makan dulu untuk Kakek?" tanya Harry. Harry tahu kalau kakeknya pasti lapar karena selama 2 hari tidak makan.
"Tidak apa, kakek sudah kenyang. Jika lapar, Kakek bisa makan di apartemen saja." kata Kakek Harry dengan senyum paksa. Kakek Harry tidak ingin merepotkan cucunya untuk mencari makan untuknya.
Reyna mendengar perkataan kakek Harry langsung tahu kalau kakek Harry sedang berbohong mengatakan kalau dirinya sudah kenyang makan.
Reyna langsung berhenti di salah satu kedai. Reyna langsung membeli beberapa makanan yang baru saja di masak. Reyna membeli 3 jumbo dan 1 biasa.
"Ini makanlah kek. Mereka baru selesai masak dan masih panas. Dimakan sekarang sebelum nanti kedinginan tidak enak di makan." kata Reyna membuka bungkus nya dan memberikan pada kakek Harry.
"Tidak usah. Nanti mobil mu kotor." tolak kakek Harry.
"Tidak apa kek. Jika kotor, nanti hanya tinggal di cuci saja. Ayo makan, atau mau aku suapi kakek?" tanya Reyna.
"Makanan nya enak kek. Ayo di makan, sayang nanti sudah tidak enak jika sudah dingin." kata Harry.
Sang kakek mau tidak mau makan yang di beli oleh Reyna. Kakek itu makan dengan lahap dan terharu dengan Reyna karena memperhatikan nya.
"Makan dengan pelan kek. Nanti di apartemen kakek bisa makan yang lebih enak lagi dari pada makanan ini." kata Reyna dengan senyum.
Setelah kakek Harry sudah makan kenyang, Reyna langsung menyalakan mobilnya dan menuju apartemennya.
__ADS_1
T.B.C