
“Kau kenapa Ren?” tanya Andrew melihat Ren seperti melamunkan sesuatu.
“Dari masuk tadi dia sudah seperti itu. Ren sudah seperti patung tidak bergerak, melihat laporan saja tidak. Hanya diam sendiri disana.” jawab Kai yang sedang mengecek laporan.
“Jangan bilang terjadi sesuatu dengan Reyna?” tanya Andrew menebak.
“Bukan terjadi sesuatu dengan Reyna. Reyna sendiri yang melakukan sesuatu sama Ren sampai dia tidak mau mengerjakan tugasnya.” kata Kai dengan kesal karena Ren tidak mau mengerjakan tugasnya jadi Kai sendiri yang menggantikannya.
“Ren sendiri terkadang bicara sendiri. Aku saja tidak tau apa yang yang dia bilang karena terlalu pelan.” sambung Kai.
“Terus kenapa kau berada di ruang osis? Bukankah Ren menyuruhmu untuk menjadi patroli bazar?” tanya Andrew melihat Kai memakai baju patroli.
“Kalau dia menyuruh aku untuk menjadi patroli kenapa si pria posesif ini menyuruh aku kesini untuk mengerjakan tugasnya.” kata Kai dengan kesal sampai memukul meja.
“Dan lagi Ren bukan ketua osis kenapa bisa menjadi ketua disini? Jangan bilang kalau dia melakukan dengan kekuasaannya makanya bisa menjadi ketua osis?” kata Kai.
“Ya bukanlah. Siapa bilang Ren itu ketua osis? Dia menjadi ketua hanya untuk bazar kampus ini saja.” jawab Andrew.
“Kenapa bisa jadi ketua? Bukankah biasanya dia tidak mau?” tanya Kai dengan heran.
“Karena dia ingin kucing kesayangannya menikmati bazar dengan meriah.” kata Andrew dengan senyum.
“Kucing kesayangan? Siapa itu? Sejak kapan Ren memelihara kucing?” tanya Kai yang tidak peka.
“Siapa lagi kalau bukan Reyna. Dia itu mau mengerjakan apapun kalau bersangkutan dengan Reyna.” kata Andrew dengan senyum tipis.
“Heh…. Ingin melakukan apapun untuknya tapi sekali dimarahin sudah tidak mau mengerjakannya bahkan menyuruh orang lain mengerjakannya.” kata Kai kesal.
“Hahaha…. Benar juga tu… Bahkan kau sekarang menggantikan tugasnya.” kata Andrew dengan tertawa.
“Apa dia ini manusia atau patung sih? Kita berbicara dari tadi saja tidak didengar bahkan matanya hanya menatap keatas.” kata Kai melihat Ren melihat keatas dengan tatapan kosong.
“Apa mungkin Reyna mengatakan sesuatu ke Ren sampai dia seperti ini.” tanya Andrew.
“Mungkin saja. Karena tidak mungkin Ren akan seperti ini. Reyna pasti mengatakan sesuatu yang membuat hatinya hancur.” kata Kai sependapat dengan Andrew.
Ren hanya menatap keatas mengingat kejadian tadi pagi dengan Reyna. Reyna mengatakan tidak akan bertemu dengannya karena ingin memegang tangannya membuat Ren semakin merasa sedih.
‘Kenapa kau begitu dengan aku Rey. Aku harus menunggu sampai kapan kau memberitahu semua orang tentang
hubungan kita.’ batin Ren dengan sedih.
__ADS_1
Ren mengerti maksud Reyna tidak ingin orang lain mengetahui hubungan mereka karena tidak ingin orang lain memperalatnya karena Reyna tidak ingin mendapatkan teman yang dekat dengannya berakhir kekecewaan atau penghianat. Itu akan membuatnya sedih dan patah hati.
Maka dari itu Reyna berpenampilan culun supaya dia mendapatkan teman yang tulus bukan dengan penampilan atau sikap, tapi dari hati dan ketulusan mereka untuk berteman.
Ren mengeluarkan Hp-nya dan bertanya ke Reyna dimana dia sekarang.
Setelah 10 menit Reyna tidak membalas ataupun membacanya membuat Ren tambah sedih karena tadi pagi membuat Reyna marah.
Ren tidak putus asa chatting terus dengan Reyna supaya Reyna memaafkannya.
Pesan :
“Rey, jangan marah lagi. Aku minta maaf atas keegoisan aku terhadapmu tadi pagi. Tolong balas chatting aku.”
Setelah kirim Reyna tidak membalas membuat Ren semakin sedih. Kai dan Andrew melihat Ren menatap Hp-nya dengan tatapan sedih membuat mereka saling pandang.
“Ren kenapa?” tanya Kai.
“Mungkin lagi chatting sama Reyna tapi tidak dibalas atau dibaca sama Reyna.” kata Andrew.
“Apa mereka berdua lagi bertengkar?” tanya Kai.
“Tidak tau. Menurut insting aku melihat Ren pasti dia membuat Reyna marah, jika tidak Ren tidak bakal merasa sedih seperti itu.” kata Andrew.
“Ok. Aku telpon dia.” kata Andrew langsung keluar dari ruang Osis dan mengeluarkan Hp-nya telpon ke Reyna.
Disisi lain Reyna dan Yuna sedang berbicara didepan café.
“Reyna, hp kau berbunyi terus. Apa tidak kau lihat dulu?” kata Yuna melihat Hp Reyna berbunyi dari tadi.
“Paling orang yang tidak penting.” kata Reyna datar dan sekilas melihat Hp-nya Ren mengirimkan WA padanya.
‘Apa dia sudah tahu apa kesalahannya dan minta maaf dengan aku?’ batin Reyna.
“Mungkin hal mendesak. Kenapa kau tidak melihatnya saja dulu?” kata Yuna.
“Hah~” Reyna menghela nafasnya dan langsung membuka Hpnya dan ternyata benar dari Ren. Ren sudah banyak telpon dan chatting dengannya. Reyna ingin membuka chatting itu tiba-tiba Andrew menelponnya, Reyna langsung mengangkatnya.
“Ada apa?” tanya Reyna yang tau maksud Andrew menelponnya.
“Reyna, apa kau bertengkar dengan Ren?”
__ADS_1
“Kenapa kau bilang begitu?”
“Ren tidak fokus dengan tugasnya bahkan tidak mau bergerak sedikitpun dari kursinya. Ren hanya melihat Hp-nya dengan tatapan sedih. Aku merasa pasti terjadi sesuatu antara kalian berdua.”
“Apa dia melihat HP-nya terus?”
“Iya. Aku bahkan tidak tau apa masalahnya. Jika terjadi sesuatu dengan kalian berdua bicara dengan baik-baik jangan seperti ini.”
“Kau ingin aku berbaikan dengan Ren karena tugas yang diberikan padanya dioperkan ke kau dan Kai bukan?” Reyna menebak.
Andrew terkejut dengan kata Reyna ternyata Reyna tau alasan kenapa dia menelponnya.
“Aku kasih tau sama kau Andrew. Walaupun aku berbaikan dengannya pasti Ren pasti akan pergi menemui aku. Ren tidak akan mengerjakan tugasnya dan tugas itu pasti kalian berdua juga yang mengerjakannya.” kata Reyna menjelaskan.
Andrew terkejut mendengar kata Reyna karena ada benarnya juga. Jika Ren dan Reyna berbaikan pasti Ren tidak akan mengerjakan tugasnya juga.
“Ja-jadi mau gimana dong? Aku sebentar lagi akan ada tugas lain, tidak mungkin aku meninggalkan Kai sendirian mengerjakan tugas yang sudah menumpuk dimeja.” kata Andrew dengan putus asa.
Mendengar kata Andrew, Reyna juga tidak tega membiarkan tugas yang seharusnya tugas Ren dioperkan ke temannya yang masih memiliki tugas yang lain.
Reyna masih kesal dengan Ren karena ingin memegang tangannya didepan kampus karena tidak ingin orang lain melihatnya. Walaupun Reyna tahu kalau itu hanya keegoisannya sendiri tidak memikirkan perasaan Ren. Reyna berpikir panjang dan akhirnya memutuskannya.
“Baiklah. Aku akan bicara dengan Ren. Kalian tunggu saja.” kata Reyna yang akhirnya bicara dengan tidak tega dengan Andrew dan Kai.
“Benarkah? Terima kasih Reyna.” kata Andrew.
Reyna memutuskan sambungan telponnya dan membaca WA Ren. Ren mengatakan banyak hal dan meminta maaf atas kelakuannya tadi pagi. Reyna langsung membalas.
Pesan:
“Baiklah Ren, aku memaafkanmu. Maaf juga karena keegoisan aku hanya karena memikirkan orang lain tidak
memikirkan perasaanmu. Jika kau ingin bertemu dengan aku, selesaikan tugasmu dulu baru bertemu dengan aku, jika tidak maka aku akan memutuskan hubungan kita.”
Ren yang melihat Hp-nya ada balasan dari Reyna, Ren langsung membacanya langsung gembira karena Reyna memaafkannya. Ren ingin bertemu dengannya sekarang juga, tapi karena Reyna berpesan supaya mengerjakan tugasnya dulu baru bisa ketemu dengannya.
Ren langsung saja berdiri membuat Kai disamping Ren terkejut. Kai melihat Ren pergi keluar dan sekitar 5 menit lagi kembali dengan wajah segar dan duduk di kursi mengerjakan tugasnya.
“Kai kau bantu aku, semua tugas ini harus selesai dalam 30 menit. Andrew kau bantu aku juga sekarang.” kata Ren ke Andrew yang masih berdiri di depan pintu.
‘Reyna kau benar-benar malaikat penolong untuk kita.’ batin Andrew dengan senyum.
__ADS_1
Ren, Andrew, dan Kai langsung menyelesaikan tugas mereka dengan cepat.