Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 282 – SALAH NAMA


__ADS_3

“Siapa dia? Kenapa aku merasa kalau dia akan tahu kalau Rayna dan Calvin akan masuk ke kamar itu?” tanya Ren merasa ada yang aneh.


“Entahlah. Nanti kita cari tahu saja sendiri atau nanti dia akan datang lagi sendiri melakukan aksinya.” kata Reyna dengan santai.


“Benar juga.” kata Ren mendengar kata Reyna ada benarnya juga. Jika orang itu mengejar Rayna dan Calvin Sudha pasti dia akan datang lagi.


“Apa rekaman ini bisa kirim ke saya, pak?” tanya Reyna.


“Tentu saja. Apa Nona ingin mengganti kamar lain? Biar saya kasih tahu sama bawahan saya untuk melakukannya. Saya akan memindahkan kamar yang lebih bagus.” kata Manager dengan sopan.


“Tidak perlu, Pak. Mereka sudah pindah ke kamar tempat kami.” kata Reyna dengan datar.


“Baiklah, Nona. Saya sebesar-besarnya meminta maaf atas pelayanan ini. Jika ada sesuatu bisa langsung kasih tahu sama saya.” kata Manager langsung kasih kartunya dan mengirimkan CCTV ke Hp Reyna.


“Baik, Pak. Terima kasih.”


Setelah Reyna menerima kartu dan mendapatkan CCTV nya. Reyna dan yang lain langsung keluar dari ruangan Manager.


“Kejadian ini jangan beritahu Papa ya. Akan menjadi ribet jika Papa tahu.” kata Reyna ke Rayna dan Calvin.


“Kenapa? Bukankah lebih bagus bilang sama Papa?” tanya Calvin dengan bingung. Karena jika memberitahu Gale maka dia akan denganb cepat membereskannya.


“Tidak boleh. Jika kalian kasih tahu, yang ada kita tidak bisa berjalan-jalan. Sudah pasti dia akan mengurung kita di kamar dan tidak diperbolehkan keluar.” kata Reyna.


“Jika begitu kita jadi percuma datang ke sini. Kita awalnya ingin bersenang-senang malah di kamar saja jadi percuma dong.” jelas Reyna lagi. Calvin dan Rayna hanya mengangguk mengerti saja.


“Jika terjadi sesuatu bagaimana?” tanya Rayna denganc emas kalau orang itu akan datang menyerbunya lagi.


“Makanya jangan pergi sendirian. Kita pergi berdua atau berempat.” jelas Reyna. Rayna hanya setuju saja karena memang benar dan membuatnya lega karena tidak sendirian.


“Setelah ini kita mau kemana?” tanya Ren.


“Entahlah. Aku juga tidak tahu. Apa lagi karena kejadian ini mood aku untuk berjalan tidak ada sama sekali.” kata Reyna seperti merasa tidak ada mood lagi.


“Jangan begitu dong. Mana tahu nanti kau akan mendapatkan permainan yang menarik dan membuatmu semangat.” kata Ren menenangkan Reyna.

__ADS_1


“Benar kata Ren, Rey. Dan lagi kita sudah lama tidak pergi berdua. Bagaimana?” tanya Rayna dengan pelan.


“Hm…. Baiklah.” Reyna berpikir sebentar dan akhirnya setuju pergi jalan bersama Rayna.


Reyna dan yang lain memasuki beberapa Toko dan melihat semua barang di dalam. Mereka hanya melihat saja dan tidak membeli apapun karena tidak ada yang cocok ataupun yang ingin di beli sama mereka.


Reyna dan yang lain akhirnya berjalan sampai tidak tahu waktu sudah mau menjelang malam. Reyna dan yang lain akhirnya menuju ke Lobby Hotel menunggu Gale dan yang lain untuk makan malam bersama.


“Mommy….”


Rayna mendengar suara Rachel langsung menoleh melihat Rachel berlari ke tempatnya.


“Bagaimana mainnya? Apakah senang?” tanya Rayna ke Rachel yang sudah ada di gendongannya.


“Senang dan sangat menarik, Mommy. Apakah besok Rachel boleh pergi bermain lagi? Ada beberapa yang belum Rachel dan kak Richie coba.” pinta Rachel dengan wajah imutnya.


“Tentu. Tapi jangan berlari sendirian ya. Selalu bersama dengan Paman Harry dan yang lain. Mommy tidak mau terjadi sesuatu padamu.” kata Rayna dengan senyum sambil mencium pipi Rachel.


“Of course, Mommy.” Rachel dengan senang mencium pipi Rayna dengan lembut.


“Reyna, apa terjadi sesuatu?” tanya Gale.


Rayna dan Calvin terkejut mendengar perkataan Gale. Sedangkan Ren dan Reyna hanya santai saja.


“Kenapa Papa bertanya?” tanya Reyna.


“Tidak. Entah kenapa Papa merasa kalau terjadi sesuatu pada kalian? Apa ada yang mengertak kalian?” tanya Gale ke Rayna yang sudah merasa gugup.


“Tidak masalah besar, Pa. Dan lagi ada Calvin dan Ren bersama kami. Mereka yang akan melakukan sesuatu padanya.” kata Reyna mengerluarkan suara karena tahu kalau Rayna tidak akan bisa menjawab.


“Hm.. Benar juga. Tapi jika terjadi sesuatu yang tidak kalian selesaikan panggil Papa. Ok?” kata Gale dengan senyum ke Rayna dan Reyna.


“Tentu Pa.” kata Reyna tersenyum ke Gale dan melihat ke Rayna.


Rayna sangat kagum dengan keberanian Reyna karena dia sangat bisa mengatasi masalahnya.

__ADS_1


“Apa aku boleh menanyakan sesuatu?” tanya Ren menganggkat tangan.


“Apa?” tanya Gale ke Ren.


“Sebenarnya aku sudah penasaran dari dulu.. Diantara Rey dan Rayna mana yang tua? Aku tahu kalau mereka kembar, tapi bukankah mereka juga harus tahu siapa yang duluan lahir?” tanya Ren yang sudah penasaran sejak dulu.


“Hm… Kalau menurut aku dari nama kalian sudah pasti Rayna adalah seorang kakak kan?” tanya Calvin menebak.


“Tidak! Reyna yang duluan lahir dari pada Rayna.” jawab Siska langsung mendekati Gale.


“tapi,. bukankah dari nama harusnya huruf di awal lebih tua?” tanya Ren.


“Awalnya memang begitu, tapi pas mencetak nama akta kelahiran mereka, ternyata orang sana sudah salah mengetik nama mereka.” kata Siska.


“Bukankah bisa di tukar Namanya?” tanya Calvin karena jika ada kesalahan di akta maka akan bisa di ganti.


“Memang bisa. Tapi itu karena Papa kalian tidak teliti melihat kesalahan nama kalian. Dan Mama baru sadar pas Reyna mau masuk TK dan melihat nama mereka sudah salah.” jelas Siska.


“Kenapa Mama menyalahkan ku?” tanya Gale tidak terima di salahkan.


“Apa kau mengatakan sesuatu? Dan lagi kau yang pergi sendirian menerima akta putri kita. Hari itu aku sedang keluar negeri dan kembali 1 bulan lagi. Aku juga mengingatkan mu untuk melihat dengan teliti nama dan tanggal lahirnya. Dimana letak salah ku Hah??” Siska sudah mulai kesal dan geram dengan kelakuan Gale waktu itu.


Gale terdiam karena mendengar ocehan sang istri. Gale ingin bicara tapi merasa Siska akan marah lagi, jadi mendingan dirinya diam saja.


“Kenapa Papa bisa salah melakukan hal seperti ini? Seorang Pengusaha bisa salah dengan nama putrinya.” kata Reyna terkejut mendengar kalau Papanya bisa tidak teliti.


“Papa waktu itu tidak bisa konsentrasi. Dan lagi yang pergi mengambil akta kalian adalah sekretaris Papa bukan Papa.” jelas Gale tidak mau di salahkan.


“Tapi kau pasti juga membacanya bukan?” kata Siska.


“Jangan kau berpikir hanya karena salah 1 huruf saja masalah hal kecil. Itu hal besar karena kita bisa salah memanggil Nama mereka.” jelas Siska lagi


Gale terdiam lagi, entah kenapa apapun yang di bilangnya sudah pasti Siska akan bisa membalasnya. Apalagi ini memang kelalaiannya karena tidak teliti melihat nama putrinya.


Ren dan Calvin hanya diam mendengarkan. Mereka juga tidak menyangka kalau pemilik perusahaan besar terbesar di negaranya bisa salah membaca nama putri mereka.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2