Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 64 - LOKASI


__ADS_3

"Akhirnya selesai juga." kata Ren yang merasa pegal di punggungnya.


"Kerjaan semua sudah selesai semua Ren?" tanya Kai yang baru masuk ke ruang OSIS.


"Apa kau sudah mengerjakan semua tugas mu?" tanya Ren.


"Ini baru saja selesai." jawab Kai mengasih formulir ke Ren.


"Bagus. Kerja mu cepat juga." kata Ren melihat formulir tersebut.


"Tentu saja. Apa yang aku kerjakan tidak pernah salah atau kurang." kata Kai dengan percaya diri.


"Jika sudah selesai kita pergi sekarang." kata Ren langsung membersihkan mejanya.


"Apa kita pulang sekarang?" tanya Kai.


"Kita ke apartemen Rey." jawab Ren dengan datar.


"WHAT!!!" teriak Kai dengan terkejut.


"Kenapa? Apa kau punya masalah?" tanya Ren dengan dingin.


"Kenapa kau tidak pergi saja sendiri?" tanya Kai.


"Kalau begitu, kau pulang jalan kaki sendiri." kata Ren.


"What!! Aku tidak mau pulang jalan kaki." kata Kai.


"Jika tidak mau ikut aku. Kalau kau mau pulang, pulang sendirian jalan kaki atau naik angkot juga tidak masalah." kata Ren dengan datar.


'Aku bisa jadi nyamuk jika aku ikut dengan mu Ren.' batin Kai.


"Baiklah. Aku pergi sekarang. Jika kau mau disini, silakan aja." kata Ren langsung pergi melihat Kai hanya diam saja.


Kai seperti pasrah ikut dengan Ren karena tidak ingin jadi nyamuk melihat kemesraan Ren dengan Reyna.


'Rey, Tunggu aku datang. Aku ingin bermain denganmu.' batin Ren dengan senyum.


Disuatu tempat bangunan yang sepi.


"Um..." Reyna membuka matanya dengan perlahan. Reyna ingin menggerakkan badannya tetapi tidak bisa membuatnya terkejut dan langsung membuka matanya dengan lebar. Reyna melihat kaki dan tangannya terikat, bahkan mulutnya juga dilakban.


'I-ini dimana?' batin Reyna melihat disekelilingnya.


Reyna teringat kalau pas mau pulang dari hotel dia diculik oleh beberapa orang. Reyna langsung teringat Yuna dan mencari Yuna.


'Syukurlah Yuna juga disini. Sepertinya kita hanya di buat pingsan' batin Reyna melihat Yuna sebelahnya dengan tangan dan kaki terikat.

__ADS_1


'Ini dimana? Siapa yang menculik aku dan Yuna? Apa tujuannya?' batin Reyna berpikir.


Reyna mencoba melepaskan ikatannya langsung terdengar suara dari arah pintu Reyna langsung berhenti dan menutup matanya dengan cepat.


"Apa mereka terbangun?" kata seorang lelaki.


"Tidak. Mereka masih tidur." kata temannya.


"Pastikan jaga mereka dengan benar. Jangan sampai mereka kabur."


"Iya, aku tau. Mereka tidak bisa kabur dari sini, apalagi lepas dari ikatan itu. Kita mengikat tangan dan kaki mereka. Bagaimana mereka bisa kabur?"


"Walaupun mereka tidak bisa lepas dari ikatan mereka, mana tau kalau ada yang menyelamatkan mereka gimana? Kau jangan berpikir terlalu pendek." kata lelaki itu dengan marah.


"Maaf." kata temannya dengan menundukkan kepalanya.


"Mau sampai kapan kita mengurung mereka?"


"Sampai uang kompensasinya datang. Baru kita lepaskan mereka berdua."


"Berapa lama lagi? Aku sudah bosan menunggu." kata temannya sangat bosan.


"Sebentar lagi, karena bos sudah menghubungi orang tua gadis itu." kata Lelaki.


"Baiklah. Bagaimana kalau kita bermain kartu?" tanya temannya membawa kartu.


"Kenapa kau memukul aku?? Aku bilang kita main disini sambil menjaga, bukan bermain ditempat lain. Yang penting ada yang menjaga mereka berdua kan." kata temannya merasa kesakitan.


"Di ruangan ini hanya ada kaca kecil, bagaimana mereka bisa kabur dengan tubuh mereka yang besar itu, kecuali mereka anak bayi dan mereka hanya bisa kabur jika tidak ada yang menjaga di pintu." sambung temannya.


Lelaki itu berpikir apa yang dibilang temannya ada benarnya juga.


"Baiklah. Kau pergi ambil kursi dan meja supaya kita berdua bisa main." kata lelaki itu dengan santai menyuruh temannya pergi ambil.


"OK." jawab temannya langsung pergi ambil kursi dan meja.


"Bagaimana dengan kedua gadis itu?" tanya pria tua.


"Mereka berdua masih pingsan bos." jawab lelaki itu.


Pria itu masuk kedalam ruangan melihat Reyna dan Yuna ternyata masih tidur dan menutup pintunya.


" Kalian pastikan jaga mereka dengan benar. Jangan sampai kabur. Jika terjadi sesuatu panggil aku." kata pria itu langsung pergi.


"Baik bos."


Reyna mendengar bisikan diluar pintu dan mendengarkan sekitar ada 3 orang.

__ADS_1


'Sepertinya pria yang masuk terakhir tadi adalah bosnya. Aku harus cepat bisa keluar dari sini.' batin Reyna melihat sekeliling hanya ada jendela kecil.


'Disini hanya ada jendela kecil. Kalau mau kabur hanya bisa lewat pintu. Bagaimana aku bisa menghubungi seseorang jika tangan dan kaki aku terikat.' batin Reyna.


Reyna berpikir lama bagaimana cara bisa menghubungi seseorang supaya tau lokasinya. Setelah Reyna berpikir lumayan lama langsung teringat jam tangannya bisa digunakan untuk melacaknya.


Reyna langsung menekan tombol ditengah jam tangannya walaupun tangannya kesulitan untuk menekan tombol itu.


Reyna berusaha keras untuk menekan tombol itu sampai akhirnya tertekan walaupun tangannya tergores karena terlalu memaksa.


'Semoga Ren cepat mengetahui keberadaan aku.' batin Reyna.


Disisi lain Ren telah didepan pintu apartemen Reyna dan menekan bel pintu apartemen Reyna berkali-kali dan tidak dijawab oleh Reyna.


'Reyna kemana sih? Apa dia masih belum pulang?' batin Ren gelisah menekan tombol apartemen Reyna tidak dibuka dari tadi.


"Mungkin Reyna keluar dengan temannya kali. Dari tadi kita ketok pintu bahkan menekan bel nya tidak ada yang menjawab, berarti Reyna belum pulang. " kata Kai.


"Apa mungkin terjadi sesuatu dengannya? Aku chatting dengan dia saja tidak di balas atau dibaca." kata Ren dengan gelisah.


"Kenapa kau berpikir seperti itu? Bisa jadi dia keluar dengan temannya." kata Kai.


"Entah kenapa aku merasa tidak tenang, takut terjadi sesuatu dengan Rey." kata Ren memiliki perasaan yang buruk.


"Kau berpikir terlalu jauh kali Ren." kata Kai.


Ren yang merasa gelisah dan tidak tenang merasa terjadi sesuatu pada Reyna. Ren melihat jam tangannya sudah hampir jam 7 malam membuatnya semakin tidak tenang.


Ren langsung mengeluarkan HP nya dan melacak keberadaan Reyna. Saat Ren ingin melacak keberadaan Reyna tiba-tiba HP-nya ter notifikasi ada pesan, Ren melihat Reyna mengirim pesan dan langsung membukanya.


Ren merasa aneh dengan pesan tersebut hanya terkirim lokasi dan tidak ada kata apapun. Bahkan Ren melihat Reyna mengirim lokasi dari jam tangan bukan dari HP nya.


"Ada apa Ren?" tanya Kai.


"Rey mengirimkan lokasi ke aku." jawab Ren.


"Mungkin Reyna Ingin membuat kejutan untuk mu kali."


"Aku rasa tidak mungkin. Karena Rey mengirimkan lokasi lewat jam tangan bukan dari HP." kata Ren.


"Jam tangan?" tanya Kai dengan bingung.


"Waktu di taman bermain aku kasih Rey jam tangan yang aku beli khusus untuknya. Jam tangan ini bisa mengirimkan lokasinya saat ini." kata Ren.


"Aku merasa terjadi sesuatu pada Rey. Lokasi yang dia kirim di tempat yang lumayan jauh dari kota bahkan tempat yang sepi." sambung Ren lagi melihat lokasi Reyna dan langsung pergi dengan cepat.


"Ren, kau mau kemana?" teriak Kai.

__ADS_1


"Pergi menyelamatkannya!" kata Ren dengan lari cepat.


__ADS_2