Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 289 – MIYUKI


__ADS_3

“Ren, aku merindukanmu. Kenapa kau tidak kuliah yang sama denganku? Aku sangat merindukanmu tahu.” kata Anna dengan manis sambal memluk lengan Ren.


Sedangkan Ren sama sekali tidak perduli ataupun mendengar kata Anna. Ren menatap ketakutan di hatinya melihat Reyna seperti sangat maraha padanya.


“Apa kau benar tunangan Ren?” tanya Reyna.


“Tentu saja. Orang tua dan orang tua Ren sudah setuju kalau aku bertunangan dengan Ren.” jawba Anna dengan senyum.


Reyna hanya diam mendengarkan, Reyna melihat ke Ren yang sudah gugup dan ketakutan melihatnya.


“Kenapa aku tidak tahu kalau Ren punya tunangan? Ren kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau punya tunangan yang cantik seperti Anna?” tanya Reyna dengan senyum.


“Ren tidak suka orang lain mengetahuinya, makanya Ren hanya diam saja. Teman Ren saja tidak tahu kalau aku bertunangan dengannya.” jawab Anna.


“Siapa yang bilang aku akan bertunangan denganmu, HAH??!” Ren menatap tajam Anna karena berani bilang dirinya tunangannya di depan Reyna.


Ren tahu Reyna pasti akan marah padanya walaupun Reyna tahu kalau Anna sedang berbohong. Tapi sayangnya Ren sangat takut Reyna marah padanya karena sekali Reyna marah padanya sudah pasti Reyna tidak akan mau bertemu dengannya selama beberapa hari.


Ren akan sangat stres jika Reyna berani memberikan hukuman tidak boleh bertemu dengannya. Ren sangat ingin bersama Reyna terus karena Ren tidak bisa jauh dari Reyna. 12 jam saja Ren sudah kangen apalagi beberapa hari tidak ketemu.


“Kenapa kau tiba-tiba marah padaku Ren? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Anna dengan sedih. Anna berpura sedih dan ingin mendapatkan perhatian dan Ren.


Ren dan Reyna melihat Anna berpura sedih membuat mereka merasa jijik karena Ren dan Reyna sama sekali tidak suka orang seperti Anna.


Sedangkan Andrew dan yang lain hanya diam saja, mereka mendengarkan dan melihat interaksi Reyna, Ren dan Anna.


“Kalian bicara berdua sja. Aku mau pergi melihat dulu.” kata Reyna langsung pergi.


Ren terkejut melihat Reyna mau pergi langsung memegang tangannya dengan cepat mencegah Reyna pergi.


“Kenapa?” tanya Reyna melihat Ren menhentikannya.


“Em… Itu….” Ren merasa tidak tahu apa yang mau di bicarakannya karena Ren tahu kalau Reyna sedang marah padanya.


“Jika tidak ada, maka aku pergi. Kau bicara saja dengan tunangan kesayanganmu. Aku tahu kalau kalian sudah lama tidak bertemu.” kata Reyna melepaskan tangan Ren dan langsung pergi.


Ren melihat Reyna melepaskan tangannya dan pergi langsung merasa gugup. Ren tahu Reyna pasti marah padanya.

__ADS_1


“Ren.” Anna ingin memegang tangan Ren tapi sayangnya Ren langsung memukul tangan Anna dengan keras.


“Aw.. Kenapa kau memukul ku?” tanya Anna merasakan kesakitan di tangannya.


“Sebenarnya apa mau mu? Jika kau suka berkhayal menjadi tunangan ku, maka kau akan tahu akbiatnya.” kata Ren dengan dingin dan tajam menatap Anna.


Anna melihat Ren menatap tajam dan marah padanya langsung terkejut, tapi sayangnya Anna tidak mengubris karena Anna tahu kalau Ren tidak akan bisa memukulnya karena Ren tidak suka memukul Wanita.


“Aku kasih kau peringatan keras, jangan pernah mendekati atau menemuiku lagi kalau kau tidak mau kena akibatnya.” ancam Ren dengan tajam dan keras.


“Memangnya apa yang bisa kau lakukan? Aku tahu kalau kau tidak bisa memukul Wanita.” kata Anna dengan senyum.


Anna sudah lama suka pada Ren karena menurutnya Ren sangat cocok dengannya. Makanya Anna suka berbohong pada Wanita yang suka bicara dengan Ren dengan mengatakan kalau dia adalah tunangannya.


Anna tidak akan membiarkan siapapun memiliki Ren karena Ren adalah miliknya sendiri. Anna tahu kalau Ren tidak bisa memukul Wanita karena Anna tidak pernah melihat Ren memukul Wanita.


“Heh… Apa kau pikir aku tidak bisa memukul Wanita? Aku rasa kau tidak tahu apapun tentang ku.” kata Ren dengan senyum merasa Anna tidak tahu tentang dirinya.


“Apa maksudmu?” tanya Anna dengan bingung.


Ren langsung pergi mencari Reyna dan meninggalkan Anna sendirian. Andrew dan yang lain melihat Ren pergi langsung menyusulnya.


Ren mencari Reyna tapi tidak ketemu karena banyak orang. Ren merasakan firasat buruk takut Reyna tidak mau bertemu dengannya.


“Ren.”


Ren melihat Andrew mendekatinya.


“Kenapa?” tanya Andrew.


“Apa kau mencari Reyna?” tanya Kai.


“Sudah pastikan. Entah kenapa aku punya perasaan yang buruk.” Ren sampai memegang kedua kepalanya.


“Hal buruk?” tanya Andrew dengan bingung sambil melihat ke Kai dan yang lain.


“Hal buruk apa?” tanya Kai.

__ADS_1


Ren tidak menjawab malah mencari Ren dan tidak mengubris Kai dan yang lain. Andrew dan yang lain hanya mengikuti Ren saja mencari Reyna.


Sedangkan Reyna sedang di luar mencari udara sambil minum jus.


“Seharusnya aku tidak datang ke sini.” kata Reyna dengan pelan.


Reyna awalnya tidak ingin datang tapi karena temannya menyuruhnya datang dengan banyak suapnya jadi mau tidak mau Reyna datang ke Reuni. Tapi Reyna tidak menyangka bisa bertemu dengan Ren di Reuni.


Reyna yang paling tidak bisa di percaya olehnya adalah Anna datang malah menggoda Ren di depannya.


“Harusnya aku pukul saja Ren di depannya. Tapi entah kenapa aku merasa sama sekali tidak puas pukul Ren. Dan lagi kenapa Ren tidak pukul saja Wanita itu, kalau bisa tampar saja mukanya dengan kuat sampai berberdarah.” kata Reyna seperti sangat tidak suka dengan Anna.


“Reyna.”


Reyna mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh ke sumber suara. Reyna tersenyum ternyata yang memanggilnya adalah temannya.


“Miyuki.” Reyna tersenyum melihat teman lamanya Miyuki.


“Astaga ini benaran kau Reyna. Aku sangat merindukanmu. Aku tidak menyangka kalau kau ada di negara I.” kata Miyuki memeluk Dengan erat melepaskan rindunya.


“Lama tidak berjumpa, Miyuki. Aku juga tidak menyangka kalau kau ada di sini juga.” Reyna membalas pelukan Miyuki sahabatnya.


“Kau tau aku awalnya tidak ingin datang kesini karena sendirian, tapi aku tidak menyangka malah bertemu denganmu.” kata Miyuki dengan senyum.


Reyna hanya tersenyum, Reyna juga awalnya tidak ingin datang tapi karena Miyuki Reyna jadi datang juga. Tapi Reyna malah mendapatkan hal yang tidak ingin di lihatnya.


“Apa kau sendirian?” tanya Miyuki.


“Ya. Aku datang sendirian.”


“Apa kau ada bertemu dengan kenalanmu di sini?” tanya Miyuki.


“Ada. Tapi sayangnya aku tidak ingin bertemu dengannya.” jawab Reyna dengan santai.


“Kenapa?” tanya Miyuki dengan penasaran.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2