Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 139 - IDE REYNA


__ADS_3

Setelah Ren selesai menyimpan bukti CCTV orang yang berkhianat di perusahaan. Ren langsung saja keluar dan langsung turun ke lobby menemui Reyna karena Reyna sudah WA Ren bahwa dia sudah sampai di perusahaan dan sekarang dia ada di lobby.


"Rey, apa kau sudah menunggu lama?" tanya Ren yang baru saja keluar dari lift dan langsung melihat Reyna duduk di sofa.


"Tidak. Aku baru saja sampai." jawab Reyna.


"Ayo, kita pergi makan." kata Ren dengan senyum bergandeng tangan dengan Reyna.


Ren dan Reyna pergi makan siang yang berada di belakang perusahaan Ryuujin.


"Tumben kau lama, biasanya sebelum aku datang, kau sudah menunggu aku di bawah." kata Reyna.


"Papa aku menyuruh sesuatu untuk aku jadi aku agak lama selesainya." kata Ren.


"Menyuruh apa? Mengecek CCTV?" tebak Reyna.


"Kenapa kau selalu tau apa yang aku lakukan Rey? Apa mungkin kau memiliki orang tersembunyi untuk mengamati kegiatan aku?" tanya Ren. Reyna selalu tahu apa yang di lakukan Ren. Padahal Ren tidak memberitahu apa pun pada Reyna.


"Hanya menebak. Aku melihat sepertinya omset perusahaanmu menurun, aku melihat sangat sepi karena akhir-akhir ini seperti tidak ada yang datang ke sini." jelas Reyna.


"Apa hanya karena itu saja kau bisa melihat kalau perusahaan ini ada masalah?" tanya Ren yang terkejut.


"Harusnya kau tau Ren kalau akui juga pernah membantu perusahaan orang tua aku, maka dari itu aku bisa tahu juga apa yang terjadi di perusahaanmu. Aku hampir setiap hari ke sini, bagaimana aku tidak bisa tau." kata Reyna.


"Ya. Mungkin kau benar." kata Ren dengan senyum. Ren lupa kalau keluarga Reyna juga membuka perusahaan, sudah pastinya Reyna juga tau apa masalah di perusahaan hanya karena melihat dari kedatangan orang ke perusahaannya.


"Apa kau bisa menyelesaikannya sendiri?" tanya Reyna.


"Tentu saja. Aku bahkan sudah mendapatkan bukti yang banyak. Mereka bukan hanya mengambil barang di gudang bahkan mengambil uang di ruang keuangan tanpa keterangan dan tanda tangan." kata Ren dengan percaya diri.


"Tanda tangan?" tanya Reyna dengan bingung.


"Setiap karyawan yang ingin mengambil uang harus memberikan kertas bukti dan tanda tangannya sebagai bukti bahwa mereka telah mengambil uang perusahaan." kata Ren.


"Bukankah menulis kertas membuang waktu saja? Kenapa tidak pakai program saja?" tanya Reyna dengan santai.

__ADS_1


"Pakai program untuk bukti bahwa karyawan ingin mengambil uang. Hanya isi berapa uang yang mau di ambil dan meminta sidik jari. Setelah selesai kertasnya keluar dan pergi ke ruang keuangan ambil uangnya. Selesai kan." jelas Reyna.


Ren      : "......"


"Menulis pakai kertas untuk mengambil uang jaman sekarang sangat tidak laku. Bisa kemungkinan mereka bisa memakai nama orang lain untuk keperluan kepribadiannya sendiri." kata Reyna.


"Kalau bisa programnya taruk di ruang HRD saja untuk memastikan kalau mereka ingin mengambil uang. Bukankah kalau ingin mengambil uang harus ke HRD dulu untuk minta tanda tangan HRD dan sidik jarinya baru pergi ke ruang keuangan?" lanjut Reyna.


Ren      : "......"


"Bagaimana cara membuat program seperti itu? Seingat aku tidak ada yang jual program pengambilan untuk karyawan?" tanya Ren.


"Kalian buat saja program nya sendiri. Bukankah kau sangat ahli dalam bidang ini Ren?" tanya Reyna.


Ren      : "......"


"Kenapa kau diam saja dari tadi? Apa ide yang aku kasih sangat tidak bagus?" tanya Reyna melihat Ren seperti orang bengong sendiri.


"Tidak... Tidak... Ide mu sangat cemerlang Rey. Aku tidak menyangka kau punya ide yang pintar seperti ini. Kenapa aku tidak kepikiran tentang ini?" kata Ren dengan cepat.


"Kita tidak harus memakai program zaman dulu. Zaman dulu dan sekarang sangat berbeda. Orang zaman sekarang sangat pintar untuk mengelabui uang perusahaan. Jika kita tidak pikir untuk kedepannya maka perusahaan pasti akan bangkut." kata Reyna.


"Aku hanya bisa memberikan saran padamu Ren. Bagaimana cara kau melakukannya itu tentu saja terserah padamu." kata Reyna.


"Tentu saja aku akan mencoba saranmu itu Rey. Aku rasa akan berhasil." kata Ren.


"Sebagai rasa terima kasih mu yang kasih ide ini aku akan membuat makanan untuk mu." kata Ren.


Mata Reyna berbinar-binar mendengar Ren akan masak untuknya. "Benarkah?" tanya Reyna yang sudah berbinar-binar.


"Ya. Nanti setelah pulang kerja kita pergi beli bahan lalu masak di apartemenmu. Bagaimana?" kata Ren.


"Tentu Ren. Aku akan menantikan masakanmu nanti malam." kata Reyna dengan senang.


Setelah makan siang Ren mengantar Reyna ke Heaven Corporation lalu balik ke Perusahaan Ryuujin untuk bertemu Aizen tentang ide yang Reyna berikan.

__ADS_1


"Pa, aku sudah mendapatkan buktinya." kata Ren dengan membuka pintu ruang kerja Aizen dengan keras sampai Aizen terkejut.


"Astaga, kau bikin papa terkejut Ren." kata Aizen dengan terkejut.


"Hehehe.... Maaf pa. Karena saking senangnya." kata Ren.


"Apa yang kau temukan?" tanya Aizen yang sudah tenang.


"Aku sudah menemukan orang yang berkhianat dan korupsi di perusahaan kita." kata Ren.


"Korupsi?" tanya Aizen.


"Mereka bukan cuma hanya mengambil barang di gudang pa, tapi mereka juga mengambil uang perusahaan untuk kepentingan pribadi mereka sendiri." jelas Ren.


"APA KAU BILANG REN??!!!" teriak Aizen dengan terkejut.


"Benar pa. Ini buktinya." Ren mengasih laptop ke Aizen dan memperlihatkan bukti yang dia dapatkan.


"Sialan mereka. Mereka berani melawanku, maka aku akan membalas 1000 x lipat apa yang mereka lakukan pada perusahaan kita." kata Aizen sudah bermuka hitam dan marah besar.


"Beberapa hari besok papa akan mengadakan rapat. Di hari itu papa akan membuka kejahatan mereka semua." kata Aizen.


"Benar Pa. Papa jangan hanya pecat mereka saja. Papa sekalian ambil saja kekayaan mereka saja sekalian sampai mereka tinggal di jalan." kata Ren.


"Ya. Kita akan memperlihatkan pada mereka semua bagaimana cara kita membalas apa yang mereka ambil dari kita." kata Aizen.


"Oh ya pa. Untuk pengambilan uang untuk karyawan. Bagaimana kalau kita memakai program supaya kita bisa tau siapa yang ambil uang perusahaan." kata Ren.


"Program?" tanya Aizen dengan bingung.


Ren langsung saja memberikan saran yang di berikan Reyna. Setelah Aizen mendengar penjelasan Ren dia langsung saja setuju dengan ide Ren.


"Idemu sangat bagus Ren. Dari mana kau mendapatkan ide seperti itu?" tanya Aizen.


"Dari Reyna, Pa." jawab Ren.

__ADS_1


"Reyna sangat pintar dengan masalah ini. Hal ini kau saja yang urus Ren. Tidak masalah bagimu kan kalau kau melakukannya sendiri." kata Aizen.


"Tentu saja Pa. Aku bisa melakukannya dengan sangat baik dan sempurna." kata Ren percaya diri.


__ADS_2