
"Tuan William,karena kelakuan putri anda maka aku akan membatalkan pertunangan ini. Anda tidak keberatan kan?" tanya Aizen.
Pak William tidak bisa berkata apa pun. Dia merasa sangat kecewa dengan putrinya. Sedangkan Nyonya William juga merasa sangat malu melihat kelakuan putrinya yang sangat tidak sopan.
Mereka berdua merasa tidak menjadi orang tua yang baik untuk putri mereka. Mereka terlalu memanjakan putri mereka sampai putri mereka mempunyai perilaku yang sangat buruk.
"Baiklah tuan Ryuujin. Saya akan membatalkan pertunangan ini. Saya minta maaf atas kelakuan putri saya pada Ren." kata pak William berdiri dan menundukkan kepalanya.
"Harap anda melihat putri anda dan menjaganya dengan baik. Jangan sampai kelakuan yang putri anda lakukan akan terjadi lagi. Jika terjadi lagi maka kalian tidak ada masa depan untuk keluarga anda." kata Aizen.
"Ya tuan. Terima kasih atas sarannya." kata pak William.
"Ma, Fel, kita pulang sekarang." kata pak William pada istri dan Felicia.
Felicia terkejut mendengar perkataan papanya menyuruhnya pulang. Padahal Felicia ingin bersama dengan Ren, bahkan pertunangannya dengan Ren pun di tolak.
Felicia melihat Reyna hanya diam mendengarkan membuatnya kesal dan marah. Felicia langsung saja mendekat ke Reyna dan menarik rambutnya dengan kuat sampai Reyna kesakitan. Semua orang disana terkejut melihat Felicia menarik rambut Reyna dengan kuat.
"Ini semua karena kau! Jika kau tidak ada maka aku sudah bertunangan dengan Ren." teriak Felicia menarik rambut Reyna dengan kuat.
"Sakit!!! Apa yang kau lakukan?!!" teriak Reyna kesakitan.
"Lepaskan tangan kau Fel!!!" teriak Ren menarik tangan Felicia dari kepala Reyna.
"Kenapa kau selalu dingin padaku Ren? Aku sudah baik padamu tapi kau memperlakukan aku seperti ini." kata Felicia dengan sedih tanpa melepaskan tangannya.
"Itu karena aku tidak mencintaimu Fel. Apa lagi dengan sifat kau yang sangat buruk itu, mana mau aku mencintai wanita yang sangat memilih kekayaan dan kekuasaan." kata Ren dengan dingin.
Ren langsung menarik tangan Felicia yang sedang menarik rambut Reyna dengan kuat. Ren langsung menghempasnya dengan kuat sampai Felicia terjatuh ke lantai.
"Sakit...." kata Felicia dengan kesakitan.
"Apa kau tidak apa Rey?" tanya Ren merapikan rambut Reyna dan melihat kepalanya ad ayang sakit atau tidak.
"Tidak apa." kata Reyna dengan senyum. Reyna melihat Felicia berdiri dibantu oleh Nyonya William langsung saja mendekatinya.
__ADS_1
"Apa kau tidak puas ingin mendapatkan Ren?" tanya Reyna.
"Tentu saja aku tidak puas. Karena Ren milik aku. Dia tidak boleh memiliki wanita lain selain aku." kata Felicia.
"Jika kau memang mencintainya maka aku akan memberikannya padamu, tapi....." kata Reyna membuat Ren terkejut.
"Apa yang kau katakan Rey? Aku tidak mencintainya." kata Ren dengan cepat.
Reyna mengangkat tangannya menyuruh Ren untuk diam.
"Apa kau pikir aku akan mempercayaimu? Aku tau kau pasti sudah mencuci otak Ren supaya Ren mencintaimu kan." kata Felicia.
"Jika aku menggunakan cara licik untuk mendapatkan Ren maka Ren bukanlah keluarga Ryuujin." kata Reyna dengan santai.
"Apa maksudmu?" tanya Felicia dengan bingung.
"Jika aku mencuci otak Ren untuk mendapatkannya maka Ren bukan anak kandung keluarga Ryuujin. Karena keluarga Ryuujin pasti mengajari anak mereka dengan benar dan tidak menghina orang laina tau orang yang lebih tua." kata Reyna.
"Walaupun kau mendapatkan cinta Ren tapi kau hanya melihat kekayaan dan kekuasaan saja, aku merasa kalian pasti tidak akan tahan dengan keluarga kalian jika kau hanya melihat kekayaan Ren saja." kata Reyna.
"Benarkah? Jika memang cintamu sangat besar amak aku akan memberikan Ren padamu." kata Reyna dengan senyum.
"Tentu saja kau harus membuktikan dan berjanji di depan orang tuamu dan papa Ren." kata Reyna
"Janji apa?"
"Kau harus berjanji dan membuat surat perjanjian kalau kau akan mencintai Ren selubuk hatimu dan jujur untuk bersama dengannya walaupun kebutuhan kalian pas-pasan." kata Reyna.
"Kebutuhan yang pas? Apa maksudmu?" tanya Felicia.
"Jika kalian sudah menikah kau harus tinggal dengan Ren dengan uang kalian sendiri, bukan uang orang tua kau ataupun Ren. Uang menikah, rumah, dan kebutuhan yang lain kau dan Ren harus membayar dengan uang kalian sendiri." kata Reyna.
"Tambahan kau tidak boleh meminjam uang dari orang tuamu. Semuanya harus uang murni hasil kerja kalian berdua." tambah Reyna.
Felicia terkejut mendengar perkataan Reyna jika dia ingin menikah dengan Ren maka dia harus mengeluarkan semua uang pribadi mereka bukan uang orang tuanya.
__ADS_1
"Apa kau gila ingin aku mengeluarkan uang pribadi aku untuk kebutuhan sehari-hari aku? Bukankah itu tugas seorang suami?" tanya Felicia tidak menerima jika dia mengeluarkan uang pribadinya.
"Kenapa? Asal kau tau yang bekerja bukan hanya seorang suami tapi seorang istri juga harus bekerja untuk suaminya juga. Jika kau tidak mau mengeluarkan uang mu jadi uang itu apa yang mau kau lakukan? Untuk berfoya-foya?" tanya Reyna.
"Kalau kau tidak mau bekerja maka kau akan bekerja di rumah saja. Membersihkan rumah dan mempersiapkan perlengkapan suamimu?"
"Kenapa tidak menyuruh bibi atau pelayan dirumah untuk membersihkan semuanya." kata Felicia dengan santai.
"Jika kau tidak mau kau mu jadi apa? Hanya santai dirumah dan menerima uang dan pergi berfoya-foya saja? Apa kau tau tugas seorang istri?" tanya Reyna.
"Apa kau gila menyuruh aku sendirian menyiapkan semua keperluan Ren? Bukankah menyuruh pelayan di rumah mengerjakan semuanya." kata Felicia.
"Jika kau tidak mau maka kau sama sekali tidak pantas menjadi istri Ren. Bahkan aku pun merasa kau sangat tidak pantas menjadi seorang istri." kata Reyna dengan santai.
"Apa kau bilang!!!!" teriak Felicia ingin menampar Reyna.
PLAK.
Terdengar suara tamparan. Semua orang disana terkejut apa yang mereka lihat, apa lagi Felicia tangannya sudah gemetar hebat melihat siapa yang di tamparnya.
"Apa kau sudah puas apa yang kau lakukan?" tanya Ren dengan dingin. Ren melindungi Reyna dan mendapat tamparan dari Felicia.
"Apa kau tidak apa Ren?" tanya Reyna melihat pipi Ren karena melindunginya.
"Re-Ren..... A-aku...." kata Felicia dengan gemetar melihat Ren melindungi Reyna.
"Aku tidak apa Rey. Jangan khawatir." kata Ren dengan lembut. Ren melihat ke Felicia dengan menatap tajam.
"Aku tidak menyangka kau berani menampar pacarku di depan mataku Fel. Apa kau tau kenapa aku tidak menyukaimu?" kata Ren dengan dingin.
Felicia hanya diam dan masih gemetar.
"Semenjak kita masih SMP aku sudah tidak suka dengan mu. Apa kau tau kenapa?" tanya Ren.
"Karena kau dengan beraninya memukul seorang gadis yang beda kelas dengan kita sampai masuk rumah sakit hanya karena aku membantunya membawa formulir ke ruang guru." kata Ren dingin.
__ADS_1
"Makanya semenjak kejadian itu aku tidak suka dengan mu Fel. Kau sama sekali tidak punya hati nurani sama orang hanya karena aku membantu sedikit saja kau sudah menyakiti orang sampai masuk ke rumah sakit dan menginap selama seminggu." kata Ren dengan dingin.