Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 36 – PENEMBAK PROFESIONAL


__ADS_3

“Kita sudah sampai.” kata Ren memakirkan mobil di dekat taman bermain.


“Kenapa parkir disini? Kenapa tidak didalam taman bermain saja?” tanya Reyna


“Ini sudah jam 11 pasti sudah penuh, mendingan disini saja. Daripada nanti susah cari tempat parkir.” jawab Ren dengan datar dan turun dari mobil dan memakai topi dan kacamata hitam.


“Baiklah.” kata Reyna juga turun dari mobil.


‘Kenapa aku merasa ada yang menguntit aku ya?Sepertinya bukan hanya seorang. Bahkan dari tempat sate tadi saja aku merasa seperti ada yang mengikuti aku? Apa hanya perasaan aku saja? Tapi perasaan aku sama sekali tidak enak.’ batin Reyna melihat sekelilingnya dengan datar tapi waspada.


“Ada apa Rey?” tanya Ren melihat Reyna sangat waspada.


“Tidak ada.” jawab Reyna


“Kalau tidak ada apa-apa kenapa kau sangat waspada? Apakah terjadi sesuatu?” tanya Ren dengan pelan merasa curiga dengan tindakan Reyna.


“Benar tidak ada apa-apa Ren. Mungkin hanya perasaan aku saja. Kita jalan sekarang.” kata Reyna dengan keringat dingin.


“Benarkah? Apa perlu tunda saja kita ke taman bermain? Kau banyak berkeringat.” tanya Ren mengambil tisu mengelap dahi Reyna sangat banyak keluar keringan.


“Benar tidak apa Ren, mungkin karena cuacanya panas. Kita pergi beli minum dingin dulu baru masuk ke Taman Bermain ya.” kata Reyna sambil membersihkan keringatnya dengan tisu.


“Baiklah, kita pergi beli minum dulu.” kata Ren.


Ren dan Reyna beli minum jus dingin baru masuk ke Taman Bermain.


“Sekarang kita mau kemana dulu?” tanya Reyna yang baru masuk kedalam Taman Bermain.


“Kau mau bermain apa dulu?” tanya Ren.


“Hm…” Reyna melihat sekeliling dan melihat ada permainan tembakkan.


“Aku mau coba permainan yang itu.” kata Reyna sambil menunjuk permainan tembakkan.


“Baiklah, Ayo.” kata Ren langsung mengandeng tangan Reyna.


“Bang, sekali main berapa?” tanya Ren


“20.000 sekali main. Dapat 5x tembak.” kata orang kasir.


“Main 2x ya. Ini uangnya.” kata Ren sambil memberikan 40.000 ke orang kasir.


“Ini, silakan.” kata orang kasir mengasih pistol mainan ke Ren.


“Kau coba main lah.” kata Ren mengasih pistol itu ke Reyna.

__ADS_1


Reyna langsung mengambilnya dan melihat apa yang ingin diambilnya, melihat tidak ada yang menarik Reyna langsung menembak secara acak. Tembakan pertama Reyna menembak kearah kotak yang agak besar.


Sekali tembak tidak terjatuh membuat Reyna merasa aneh. ‘Kotak itu isinya apa? Kok aku merasa tidak bergerak sedikitpun?’ batin Reyna melihat kotak itu.


“Kak, isi kotak itu apa ya?” tanya Reyna ke orang kasir.


“Oh itu isinya hardisk 20 TB, banyak orang mau hadiah itu, tapi karena berat mereka banyak yang menyerah.” jawab kasir itu.


‘Oh… hardisk 20 TB besar juga, karena banyak orang yang mau tapi tidak ada yang dapat, aku jadi menginginkannya.’ batin Reyna dengan senyum.


Reyna langsung saja menembaknya 4x berturut-turut tidak menggerakkan kotak itu membuatnya kesal. Reyna langsung mengambil pistol punya Ren yang dari tadi masih belum ditembak dan menembak lagi kearah kotak itu dan hanya menggerakkan sedikit saja.


‘Sial! Kenapa tidak bergerak sama sekali? Ini membuat aku kesal dan makin menginginkannya.’  batin Reyna dengan kesal.


“Kak, apakah ada pistol mainan yang lain selain ini?” tanya Reyna


“Ini ada senapan mainan lebih kuat dari pistol mainan ini, tapi harganya 2x lipat dari pistol biasa.” kata kasir itu mengasih senapan itu ke Reyna.


Reyna langsung mengambil senapan itu dan mencobanya, sekali tembakan memang kuat membuat hardisk itu bergeser sedikit.


'Ini baru benar, lihatlah akan aku ambil semua hadiah yang besar.’ batin Reyna dengan senyum.


‘Sepertinya dia menikmati permainannya.’ batin Ren melihat Reyna tersenyum dan menikmati permainan tembakan itu.


“Apa sudah cukup mainnya? Kita coba main yang lain yuk.” kata Ren mengelus kepala Reyna dengan lembut karena telah mendapatkan hadiah yang diinginkannya.


“Belum.” kata Reyna


“Apa masih belum puas mainnya?” tanya Ren


“Aku mau main sampai semua barang berat disini dapat semua.” kata Reyna merasa tidak puas hanya dapat 1 hadiah saja.


“………”


“Kak, boleh minta senapannya lagi? Aku masih ingin bermain.” tanya Reyna ke kasir.


“Baiklah.” orang kasir itu langsung mengasih senapan yang baru untuk Reyna.


Reyna mengambilnya dan main sampai puas. Setelah 10 Menit Reyna mendapat semua barang yang dan mahal membuat Reyna tersenyum puas bermain. Bahkan banyak orang yang melihat Reyna bermain mendapat hadiah itu.


‘Sekali tembakkan sudah dapat hadiahnya, bisa-bisa bangkrut tokonya kalau dia main semua permainan tembakkan.’ batin Ren


“Apa kau sudah puas mainnya Rey?” tanya Ren melihat sudah banyak hadiah yang dapat oleh Reyna.


“Sudah, ayo kita pergi ke tempat yang lain lagi.” jawab Reyna sambil mengambil hadiah yang telah didapatkannya.

__ADS_1


“Siapa yang bayar?” tanya Ren melihat Reyna langsung pergi begitu saja tanpa bayar.


“Kau yang bayar Ren. Bukankah kau itu pacar aku? Tentunya harus kau yang bayar semua apa yang aku inginkan.” kata Reyna dengan senyum manis.


“...…..”


‘Dia ini benar-benar seperti kucing. Kucing yang ingin bermain sampai puas, jika sudah mendapatkan apa yang


diinginkan langsung pergi tanpa bilang apa-apa.’ batin Ren.


“Sekarang kita mau kemana?” tanya Reyna


“Sepertinya kau senang sekali mendapat hadiah semua ini.” kata Ren dengan senyum setelah membayar ke kasir.


“Tentu saja, bukankah bermain seperti itu lebih murah dari pada beli di tokonya langsung. Main tembakkan memang susah, tapi kalau sudah pandai bermain pasti bisa mendapat dengan mudah.” kata Reyna dengan senyum manis.


“Jadi kita mau kemana lagi?” tanya Reyna melihat sekeliling apa ada yang menarik.


“Apa kau mau coba itu?” tanya Ren ke Reyna menunjuk ke Roller Coaster.


“Kita pergi kesana dulu yuk. Sepertinya menarik.” kata Reyna menunjuk kearah permainan panah dan tidak mendengar perkataan Ren dan menarik lengan Ren.


“Baiklah.” jawab Ren mengeratkan genggam tangan Reyna.


“Kak kita mau main panah 2 ya.” kata Reyna dengan cepat seteleh sampai di toko panahan.


“Ini kak.” kata kasirnya mengasih 2 alat panah ke Reyna.


“Ayo Ren kita coba sekarang, hadiahnya juga banyak.” kata Reyna memegang tangan Ren dengan erat supaya cepat bisa bermain.


Reyna langsung mencoba sekali panahnya langsung kena 80 poin. Ren melihat Reyna sekali tembak langsung dapat nilai tinggi langsung tersenyum.


‘Kemampuannya benar-benar sudah naik pesat. Sepertinya Reyna benar-benar giat latihan.’ batin Ren.


‘****! Kenapa dapat nilai 80 poin? Ini tidak benar! Aku harus mendapat poin perfect supaya bisa dapat semua


hadiahnya.’ batin Reyna dengan kesal langsung tembak berkali-kali ternyata hanya dapat 420 poin membuatnya tambah kesal.


“Ren, berikan punyamu. Aku mau sampai kena semua poin supaya bisa dapat hadiah besar itu.” kata Reyna ke Ren.


Ren langsung mengasih alat panahnya ke Reyna. Reyna langsung memanah berturut-turut sampai akhirnya dapat nilai perfect. Reyna langsung tersenyum puas karena akhirnya dapat nilai perfect 500 poin dan mendapatkan hadiah utamanya.


‘Apa dia penembak profesional? Dalam 2 atau 3x main saja sudah dapat nilai perfect. Tapi itu baru namanya


pacar aku, aku suka dengan sifatmu yang seperti ini.’ batin Ren dengan senyum melihat Reyna tersenyum puas bermain.

__ADS_1


__ADS_2