Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 207 - KEJUTAN


__ADS_3

Reyna dan yang lain pergi menjemput Rachel dan Richie, juga Clara adik Harry dan Calvin.


"Har, apa aku sudah memberitahu adikmu tentang Calvin dan Rayna?" tanya Reyna.


"Belum kak. Soalnya aku akhir akhir ini sangat sibuk jadi tidak sempat bicara padanya. Apa lagi Clara juga sibuk belajar." kata Harry.


"Apa Clara punya penyakit jantung?" tanya Reyna.


"Tidak ada kak. Kenapa?" tanya Harry.


"Jika kau tidak memberitahunya pasti nanti dia akan terkejut melihat Calvin kalau kakaknya dan kakak iparnya masih hidup. Aku rasa bisa-bisa jantung nya copot melihat Calvin." kata Reyna senyum.


"Tidak mungkin Clara jantung nya bisa copot melihat kak Calvin, dia saja tidak punya serangan jantung." kata Harry dengan cepat.


"Hahaha... Kenapa kau begitu serius Har? Aku hanya bercanda. Tapi aku rasa nanti adikmu pingsan karena sangat terkejut melihat Calvin dan aku." kata Reyna.


"Kak Reyna jangan bercanda lagi padaku. Apa menurut Kakak, Clara akan pingsan melihat Kak Calvin. Tunggu... Kenapa kak Reyna mengatakan kalau Clara melihat Kak Reyna juga akan pingsan?" tanya Harry dengan bingung.


Reyna hanya tersenyum dan tidak menjawab. Sedangkan Calvin melihat adiknya sepertinya lupa hal penting yaitu Reyna adalah saudara kembar Rayna, sudah pasti Clara akan terkejut juga.


Di apartemen Harry, Rachel sangat bosan menonton TV dengan Richie karena menurutnya sangat tidak menarik baginya. Sedangkan Clara sedang membuat tugas sekolahnya.


"Tante .. Kapan paman pulang? Rachel sangat bosan.." kata Rachel ke Clara yang sudah bosan nonton.


"Mungkin sebentar lagi. Apa Rachel mau menggambar saja?" tanya Clara langsung berhenti mengerjakan tugas dan melihat ke Rachel.


"Menggambar apa? Kalau cuma hanya menggambar buah atau rumah itu sangat membosankan." kata Rachel dengan pelan.


"Gambar lain dong. Seperti gambar pemandangan atau rumah gitu." kata Clara.

__ADS_1


"Atau Rachel mau menggambar keluarga saja? Nanti lihat kan pada paman." kata Clara.


"Gambar keluarga?" tanya Rachel dengan pelan.


"Ya seperti Rachel menggambar muka atau tubuh Rachel, kak Richie, paman Harry, juga tante. Nanti perlihatkan pada paman supaya Paman senang." kata Clara dengan senyum.


"Boleh juga Tante. Rachel akan mengambil pensil warna Rachel di kamar." kata Rachel dengan senyum langsung ke kamarnya mengambil pensil warnanya.


Rachel sudah mendapatkan kertas besar dan pensil warna nya. Rachel ke meja langsung menggambar keluarga nya.


Clara yang melihat Rachel senang menggambar langsung tersenyum, karena hanya karena menggambar keluarga Rachel sudah senang.


30 menit kemudian Rachel selesai menggambar semuanya. Clara yang melihat Rachel sudah selesai menggambar langsung berdiri dan ke dapur membawakan minuman dan buah yang sudah di potong untuk Rachel dan Richie.


"Apa sudah selesai gambarnya?" tanya Clara.


"Belum. Rachel masih harus mewarnainya lagi. Tante tidak boleh lihat sampai Rachel menggambar semuanya." kata Rachel langsung menutup gambarnya pada tubuhnya.


"Mau... Rachel juga sudah kehausan." kata Rachel langsung mengambil jus di meja dan meminum jusnya.


Richie juga langsung ke meja dan minum jus yang di buat oleh Clara.


Mereka bertiga sedang asik makan buah dan jusnya. Tiba-tiba terdengar suara di pintu dan Clara langsung menoleh siapa yang datang.


"Kak Harry, kakak sudah pulang?" tanya Clara melihat Harry masuk ke dalam.


"Aku pulang." kata Harry.


"Paman.. Mana oleh-oleh untuk Rachel?" tanya Rachel langsung mendekati Harry dan mengulurkan tangannya ke Harry.

__ADS_1


"Oleh-oleh apa Rachel? Paman baru saja pulang dari kantor, kau sudah meminta oleh-oleh? Apa Rachel berpikir kalau paman bekerja di luar kota?" tanya Harry tidak habis pikir dengan keponakannya, baru saja pulang sudah meminta sesuatu.


"Kalau begitu, Rachel mau makan. Apa paman mau pergi belikan untuk Rachel?" tanya Rachel.


"Baiklah, kalau kau mau hadiah, paman ada. Tapi ada syaratnya." kata Harry.


"Apa paman?" tanya Rachel dengan mata berbinar-binar mendengar hadiah.


"Kau harus memberikan senyuman terindah mu pada seseorang. Apa Rachel mau?" tanya Harry.


"Siapa paman?" tanya Rachel.


"Nanti akan paman bawa Rachel ke sana. Sekarang apa Rachel mau atau tidak?" tanya Harry.


"Tentu saja Paman." jawab Rachel dengan senyum.


"Ok. Deal." kata Harry dengan senyum.


"Kak, Apakah kita kedatangan tamu?" tanya Clara melihat diluar seperti ada orang.


"Ya. Kejutan untuk mu. Kau jangan kaget dengan apa yang kau lihat ya." kata Harry dengan senyum.


"Kejutan? Apakah papa dan mama sudah kembali?" tanya Clara berpikir kalau itu adalah orang tuanya.


"Bukan mereka. Kau lihat saja ke depan sendiri. Ingat jangan kaget atau berteriak. Walaupun kakak sudah bilang begitu pasti kau akan kaget dan berteriak, apa lagi kakak takut kau malah Kena serangan jantung." kata Harry dengan senyum.


"Serangan jantung? Jantung aku normal kak, tidak lemah." kata Clara dengan cepat membuat Harry tersenyum.


Clara langsung saja ke depan pintu melihat siapa yang datang. Clara membuka pintunya dengan lebar langsung terkejut siapa itu.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2