
Reyna, Ren, Mira, Calvin dan Richie pergi ke rumah hantu di Disney.
"Apa luarnya tidak bisa lebih bagus?" tanya Ren melihat luar rumah hantu hanya seperti biasa saja.
"Luar memang seperti ini, mungkin di dalam lebih bagus." kata Reyna.
Reyna dan yang lain masuk kedalam. Mira masuk ke dalam dengan gugup. Ren melihat Mira sudah gugup langsung tersenyum.
"Mira jika kau memang takut jangan di paksa. Kau bisa balik sama Mama." kata Ren dengan senyum.
"Tidak! Mira ikut." Mira dengan tegas masuk ke dalam.
"Ada apa denganmu? Sepertinya suka mengusilnya." kata Reyna.
"Tentu saja tidak. Aku ingin melihat keberanian Mira saja." kata Ren dengan senyum.
Reyna hanya diam saja. Reyna merasa Ren sedang menyembuyikan sesuatu tapi Reyna biarkan saja karena menurutnya tidak akan ada bahaya.
Didalam Rumah hantu ada banyak patung hantu membuat Mira mengigil ketakutan. Mira tanpa sadar memeluk tangan Reyna dengan kuat-kuat dan memejamkan matanya.
"Kenapa? Jangan takut." Reyna menenangkan Mira dengan lembut.
Reyna mengandeng tangan Mira dengan lembut. Ren melihat Mira sudah ketakutan langsung tersenyum.
"Sepertinya aku sudah boleh memisahkan Mira dengan Rey." gumam Ren dengan pelan.
Ren melihat sekilas ada hantu yang menunggu mereka. Walaupun ruangan gelap tapi Ren bisa melihatnya.
"Hello...." Hantu itu mendekati Reyna dan yang lain.
"Kyaaa......" Mira teriak keras melihat hantu muncul di depannya.
Ren dengan segaja membuat Reyna terjatuh dan membuat Mira melepaskan tangan Reyna. Setelah Mira melepaskan tangan Reyna, Mira terjatuh di lantai.
Ren dengan cepat mendorong Reyna ke ruangan sebelah dan meninggalkan Mira sendiri.
"Kak Reyna...." Mira tidak melihat Reyna di sampingnya langsung ketakutan.
Mira sendiri dan tidak melihat Reyna dan Ren membuatnya ketakutan dan gemetar.
Hantu yang barusan mengejutkan mereka sudah pergi dan sekarang tinggal Mira sendirian di sana.
__ADS_1
"Hiks... Hiks... Kak Reyna... Ren-nii..." Mira ketakutan dan sudah menangis karena dia berpisah dengan Ren dan Reyna.
Sedangkan Ren dan Reyna di ruangan samping. Ruangan itu seperti gelap dan tidak ada sinar atau jendela sedikitpun.
Reyna entah kenapa dadanya terasa berat seperti tertimpa sesuatu. Sedangkan Ren seperti merasa menyentuh sesuatu yang lembut. Ren tanpa berpikir langsung pegang benda yang lembut itu.
"Hii.... Apa yang kau lakukan??!!" teriak Reyna langsung mearasakan ada yang memegang dadanya dan langsung memukul orang yang berani memegang dadanya.
"Aaww.... Apa? Kenapa kau berteriak?" tanya Ren dengan terkejut mendengar Reyna berteriak dan memukulnya.
"Hm? Apa itu kau Ren?" tanya Reyna mendengar suara Ren sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya.
"Ya, itu Aku. Bentar." Ren mengambil Hp dan menyalakan lampu di Hp-nya.
"Kenapa? Kenapa kau tiba-tiba berteriak?" tanya Ren.
"Apa itu berarti kau yang menyentuhnya??" tanya Reyna menatap tajam dan tatapan membunuh.
"Hah? Apa maksudmu? Memangnya aku pegang apa?" tanya Ren dengan bingung.
"Jangan berpura-pura tidak tahu!" Reyna langsung memukul muka dan perut Ren dengan kuat.
Bugh
Bugh
Ren yang kena pukulan Reyna langsung berpikir apa yang membuat Reyna marah padanya. Setelah beberapa menit Ren sadar kalau dia menyentuh sesuatu yang lembut.
"Sepertinya tadi aku menyentuh sesuatu yang lembut? Apa disini ada bantal?" tanya Ren.
"Memangnya apa yang kau sentuh? Jangan pura-pura tidak tahu Ren." Reyna menatap tajam Ren.
Ren melihat sekeliling dengan Hp-nya dan tidak ada sesuatu yang lembut di sekitarnya. Ren tanpa sadar melihat ke Reyna dengan bingung.
"Memangnya aku memegang apa? Aku memang menyentuh sesuatu yang lembut seperti...." Ren bicara langsung mematung ke arah dada Reyna yang dari tadi di tutup oleh tangan Reyna.
"Eh? Apa mungkin aku memegang...??" Ren mengerakkan tangannya yang tadi memegang sesuatu itu dan melihat ke Reyna langsung mengerti.
"Rey...." Ren sudah muka pasi dan mengeluarkan keringat dingin karena Reyna menatapnya dengan sangat tajam dan membunuh.
"Apa yang kau lihat hah??!!!" Reyna dengan kuat meninju muka Ren dengan kuat.
__ADS_1
"Hentikan Rey! Aku kan tidak sengaja." Ren memohon pada Reyna supaya jangan memukulnya.
"Sengaja atau tidak itu sama saja kau menyentuhnya!" teriak Reyna dengan marah.
Bugh
Bugh
Reyna memukul Ren habis-habisan. Ren hanya pasrah dan tidak memukul atau menghindar. Jika Ren menghindar yang ada Reyna semakin memukulnya.
Muka Ren sudah tidak ada yang tidak bekas. Reyna memukul smapai muka Ren membiru dan berdarah.
"Maaf... Maafkan aku... Aku tidak akan melakukannya lagi..." Ren duduk bersujud memohon seperti mau menangis meminta belas kasihan pada Reyna.
Reyna tidak menjawab ataupun bergerak. Reyna hanya menatap tajam Ren yang duduk di lantai sambil bersujud didepannya.
"Jika kau melakukannya lagi maka aku tidak akan segan mematahkan tanganmu. Aku tau kalau kau sengaja atau tidak, sudah pasti kau senang dan bersemangat kan." Reyna menatap tajam Ren dan tidak peduli Ren meminta maaf ataupun bersujud di depannya.
Ren langsung berdiri dan memeluk Reyna dengan lembut. Ren bicara dengan lembut supaya Reyna memaafkannya.
"Aku beneran tidak segaja. Jangan marah pada ku lagi." kata Ren dengan memelas melihat Reyna masih marah padanya.
Ren langsung menyuruh Reyna duduk di kursi supaya dirinya tidak kecapean.
Ren dengan sabar membujuk Reyna supaya tidak marah padanya.
Setelah lama Ren bicara akhirnya Reyna memaafkannya karena Ren tidak berhenti bicara membuatnya merasa risih.
Cup
Ren mencium pipi Reyna dengan lembut. Ren melihat bibir Reyna yang sangat imut menurutnya.
Ren dengan pelan menyentuh bibir Reyna dengan lembut. Reyna yang melihat apa yang di lakukan Ren awalnya diam saja, tapi apa yang di lakukan Ren selanjutnya membuat Reyna terkejut.
Ren dengan lembut mencium bibir Reyna. Yang awalnya lembut menjadi sangat ganas.
Reyna yang merasa terkejut dan ingin menghentikan Ren, tapi sayangnya tidak bisa karena Ren mengkunci tubuh dan dagunya di tahan oleh tangan Ren.
Reyna tidak menyangka kalau di Rumah Hantu yang awalnya menakutkan dan penuh deg degan malah menjadi sangat romantis karena berdua dengan Ren dan berani menciumnya.
T.B.C
__ADS_1