
"Kak Calvin, sudah pulang." kata Rayna melihat Calvin masuk ke dalam.
"Ya. Bagaimana hari ini? Apa kakek sudah membaik? Kemarin sepertinya kakek masih agak lelah dan tidak mau keluar kamar." kata Calvin mendekati Rayna dan mencium keningnya.
"Baik kak. Bahkan kakek tersenyum terus bicara dengan ku." jawab Rayna.
"Bagus kalau begitu. Oh ya, nanti akan ada tamu datang ke sini. Apa kau bisa buat beberapa cemilan?" kata Calvin.
"Tamu? Siapa kak?" tanya Rayna.
"Bos aku, Tuan Aizen. Katanya mau datang ke sini." jawab Calvin.
"Untuk apa kak? Apa ada sesuatu sampai Bos kakak datang ke sini?" tanya Rayna.
"Kurang tahu. Tapi, sepertinya Tuan Aizen lebih ingin bicara dengan kakek." kata Calvin dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kakek? Kenapa ingin bertemu dengan kakek?" tanya Rayna yang semakin bingung.
"Kalau soal itu kakak tidak tahu. Makanya aku menunggu Tuan Aizen datang menemui kakek." kata Calvin.
"Baiklah." kata Rayna hanya menurut.
Rayna langsung saja membuat cemilan, sedangkan Calvin masuk ke kamarnya dan pergi mandi.
Beberapa jam kemudian, Rayna sudah siap membuat cemilan dan makan malam. Sedangkan Calvin dan Edgar nonton TV bersama Rachel dan Richie.
TING TONG~
Calvin mendengar suara bunyi bel. Calvin melihat Rayna sedang sibuk langsung saja pergi membuka pintu.
"Tuan Aizen." kata Calvin membuka pintu melihat ternyata Aizen yang datang.
"Maaf malam mengganggu, apa kakekmu ada didalam?" kata Aizen dengan senyum.
"Silakan masuk Tuan." kata Calvin membiarkan Aizen masuk.
Aizen dengan santai masuk kedalam. Mata Aizen langsung melihat sosok yang di kenalnya yang sedang nonton TV bersama kedua anak kecil.
Aizen langsung mendekati Edgar yang masih fokus nonton TV bersama Rachel dan Richie.
"Kakek, ada tamu yang ingin bertemu dengan kakek." kata Calvin yang melihat Kakeknya masih fokus pada TV.
"Hm... Siapa?" tanya Edgar langsung memandang ke arah Calvin dan melihat Aizen di sampingnya membuat Edgar terdiam dan terkejut.
__ADS_1
"Aizen?" kata Edgar dengan terkejut melihat Aizen.
"Lama tidak berjumpa Uncle Edgar. Sepertinya uncle sangat sehat dan gembira nonton TV bersama cicit Uncle." kata Aizen dengan senyum.
"Uncle??" tanya Calvin dan Rayna dengan terkejut dan bingung.
"Hahaha... Seperti yang kau lihat, aku sangat sehat." kata Edgar dengan senyum.
"Rachel, Richie.. Kita makan ya. Biarkan kakek buyut kalian bicara dengan tamu kakek." kata Rayna memanggil Rachel dan Richie untuk makan malam.
Rachel dan Richie hanya menurut dan meninggalkan Kakeknya bersama Aizen.
"Ini ada kue dan Tehnya. Maaf kalau saya hanya bisa membuat Teh hangat." kata Rayna memberikan kue dan teh di meja.
"Makasih Reyna." kata Aizen dengan senyum.
"Eh? Ti-tidak apa Tuan." kata Rayna dengan senyum gugup.
Rayna agak terkejut mendengar Aizen memanggil dia dengan sebutan Reyna.
"Kenapa Ray?" tanya Calvin melihat Rayna seperti gugup.
"Tidak kak. Aku tadi merasa kalau Tuan Aizen memanggil aku." kata Rayna.
"Tidak kak. Ini baru pertama kali bertemu dengannya." kata Rayna menggelengkan kepalanya.
"Terus, kenapa dia bisa tahu namamu?" tanya Calvin dengan terkejut.
"Bukan nama aku kak." kata Rayna.
"Jadi?"
"Tuan Aizen memanggil aku Reyna." kata Rayna.
Calvin agak terkejut mendengar perkataan Rayna.
"Apa mungkin tuan Aizen mengenal Rey, kak? Sampai Tuan Aizen salah lihat aku adalah Reyna." tanya Rayna.
"Mungkin saja. Tuan Aizen kan papanya Ren, pasti Reyna pernah bertemu dengan Tuan Aizen dan salah mengira bahwa kau adalah Reyna." kata Calvin.
Rayna juga setuju dengan perkataan Calvin karena ada benarnya. Rayna dan Calvin langsung menemani anak mereka Makan.
"Jadi, memang benar kalau Edward menjual rumah Uncle dan kabur ke luar negeri?" tanya Aizen.
__ADS_1
"Ya. Aku tidak menyangka kalau dia berani melakukan itu padaku." kata Edgar.
"Memangnya dia itu siapa? Beraninya mengambil harta orang lain dan di bawa kabur." kata Aizen dengan marah.
"Aku juga tidak menyangka kalau dia mau melakukannya sampai seperti ini. Bahkan menikah dengan wanita lain dan tinggal bersama di rumah tanpa memberitahu aku. Aku bahkan terkejut melihat Edward tiba tiba bawa wanitanya ke rumah." kata Edgar.
"Beraninya dia melakukan itu. Apa hak dia mengambil harta Uncle? Aku rasa dia tidak berhak mendapatkan harta Uncle sedikitpun." kaga Aizen dengan senyum jijik mendengar apa yang dilakukan Edward.
"Apa yang sudah terjadi sudah tidak bisa di ulang lagi, Aizen. Apa lagi rumahnya sudah di jual dan tidak tahu siapa yang membeli rumah aku, juga aku tidak bisa mengambilnya lagi." kata Edgar dengan senyum kecil.
"Siapa yang bilang tidak bisa mengambilnya lagi?" tanya Aizen dengan senyum.
"Apa maksudmu?" tanya Edgar dengan bingung.
"Ini surat tanah rumah Uncle, aku berikan lagi pada Uncle." kata Aizen langsung memberikan map coklat berserta kunci rumah.
"Ap? Apa??" tanya Edgar dengan terkejut melihat Aizen memberikan lagi rumahnya.
Calvin dan Rayna yang dari tadi diam saja mendengarkan, tapi setelah mendengarkan Aizen akan mengembalikan rumahnya mereka berdua juga terkejut.
"Apa maksudmu Aizen? Kenapa kau bisa memberikan rumah aku lagi? Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Edgar dengan terkejut.
"Edward menjual rumah itu pada orang aku Uncle. Oleh karena itu aku mengembalikan lagi pada Uncle." kata Aizen dengan senyum.
"Bagaimana mungkin? Apa mungkin Edward dari awal menjualnya pada mu?" tanya Edgar dengan terkejut dan bingung.
"Tidak. Sepertinya dia tidak tahu kalau dia menjual rumah Uncle ke Aku. Edward menjual rumah ini pada suatu perusahaan dan perusahaan ini adalah salah satu cabang aku, dan tentu saja rumah ini akan menjadi milik aku." jelas Aizen.
"Tapi, aku juga tidak bisa menerimanya Aizen. Aku tidak bisa menerima rumah dengan gampang yang sudah menjadi milik mu." kata Edgar.
"Tidak masalah, Uncle. Uncle bisa membayar uangnya dengan isi dalam rumah Uncle." jelas Aizen dengan senyum.
"Apa maksudmu?" tanya Edgar dengan bingung.
"Apa kau tahu Uncle, berapa banyak Edward menjual rumah Uncle ke aku?" tanya Aizen dengan senyum.
"Memangnya berapa Edward jual ke kau?" tanya Edgar.
"Heh.. Aku rasa dia menjual rumah terlalu murah. Dia menjual rumah Uncle ke aku sebesar 50 Miliar." kata Aizen dengan senyum.
"Apaa??? 50 Miliar??" tanya Edgar dengan terkejut.
T.B.C
__ADS_1