Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 143 - REYNA BERKUNJUNG KE APARTEMEN HARRY


__ADS_3

Pagi hari Reyna dan Yuna di tepi jalan sedang menunggu taxi. Reyna berjanji dengan Rachel akan bertemu dengannya. Reyna juga mengajak Yuna karena Ren sangat cerewet jika Ren tau kalau Reyna akan pergi sendiri maka Ren akan bergegas seperti roket untuk menemui Reyna.


Ren tidak akan membiarkan Reyna pergi menemui lelaki sendirian walaupun tau kalau Reyna akan bertemu dengan Rachel bukan dengan Harry tapi Ren tidak bisa tenang.


"Reyna, kita pergi kemana?" tanya Yuna.


"Ke tempat teman. Aku ingin melihat keponakannya." kata Reyna.


"Keponakan? Siapa?" tanya Yuna.


"Harry. Lelaki yang baru saja masuk kerja di Heaven Corporation." kata Reyna.


"Oh dia. Apa kita pergi melihat keponakannya?" tanya Yuna.


"Ya. Namanya Rachel. Entah kenapa dia sangat ingin bertemu denganku. Walaupun aku juga merasakan hal yang sama." kata Reyna.


"Sebelum kita ke sana ke mampir ke toko mainan dulu ya. Aku mau kasih sesuatu untuk keponakannya." kata Reyna.


"Ok. Apa yang ingin kau beli untuknya?" tanya Yuna.


"Boneka. Baju dan cemilan." jawab Reyna.


"Apa tidak terlalu banyak?" tanya Yuna.


"Mungkin kita pergi beli boneka saja dulu. Nanti baru pergi beli baju untuknya." kata Reyna berpikir kalau dia tidak tau ukuran baju Rachel dan Richie.


"Apa keponakan Harry perempuan?" tanya Yuna.


"Ya. Keponakannya ada 2 satu lelaki dan satu perempuan." jawab Reyna.


Reyna dan Yuna mampir ke toko boneka dan mainan untuk Rachel dan Richie. Reyna membelikan boneka sedang untuk Rachel dan sepeda untuk Richie. Setelah selesai membeli hadiah untuk Rachel dan Richie Reyna langsung jalan ke apartemen Harry.


"Yuna.." kata Reyna yang sudah di depan pintu apartemen Harry.


"Apa?" tanya Yuna.


"Nanti kau jangan terkejut ya apa panggilan Rachel untuk ku. Aku tidak mau kau berpikir yang aneh aneh." kata Reyna.


"Apa maksudmu?" tanya Yuna dengan bingung.


Reyna tidak menjawab dan menekan bel.


Ting Tong~


"Ya. Siapa?" Harry membuka pintu.

__ADS_1


"Kak Reyna. Kakak sudah datang. Ayo masuk ke dalam kak." kata Harry melihat Reyna sudah datang.


"Apa Rachel sudah bangun?" tanya Reyna langsung masuk dengan Yuna.


"Belum kak. Rachel masih tidur. Kalau Richie sedang mandi. Biar aku bangunkan Rachel dulu." kata Harry.


"Tidak usah. Biarkan saja Rachel tidur." kata Reyna menolak.


"Oh ya. Ini ada hadiah untuk Rachel dan Richie. Aku juga sudah buat kue untuk kalian." kata Reyna mengasih kue di meja.


"Kakak tidak usah repot-repot membawa hadiah untuk mereka berdua." kata Harry merasa segan menerima hadiah dari Reyna.


"Tidak apa, dan lagi aku tadi pagi lagi sarapan ada melihat toko mainan jadi sekalian saja untuk mereka berdua." kata Reyna.


"Makasih kak." kata Harry terharu dengan Reyna memberikan hadiah untuk keponakannya.


Reyna, Yuna dan Harry saling bicara satu sama lain. Harry juga memberikan minuman dan kue untuk Reyna dan Yuna. Di saat Reyna dan Harry bicara Richie langsung keluar dari kamar mandi dan memakai baju kaos huruf K dan celana jin pendek.


"Paman, apa Rachel sudah bangun?" tanya Richie yang baru saja selesai mandi.


"Richie, berikan salam sama tante Reyna dan tante Yuna." kata Harry.


Richie mendengar perkataan pamannya melihat di sofa sudah ada Reyna dan seorang wanita yang seumuran dengan Reyna.


"Pagi tante." kata Richie dengan datar.


"Aku sudah dewasa tentu saja harus bisa mandi sendiri. Paman, tante, aku ke kamar dulu ya mau keringkan rambut dulu." kata Richie dengan datar langsung pergi ke kamar tanpa mendengar jawaban Reyna dan Harry.


"Maaf ya kak, Richie memang selalu datar dan dingin terhadap orang lain. Dia sangat tidak suka dekat dengan orang lain." kata Harry.


"Tidak apa." kata Reyna.


Yuna mematung duduk di sofa melihat wajah Richie yang mirip dengan Reyna.


Ring~ Ring~ Suara Hp Harry berbunyi.


"Kak, aku angkat telpon dulu ya." kata Harry dan langsung agak menjauh karena ingin menerima tellpon.


"Reyna, siapa anak kecil tadi? Apa dia keponakanmu?" tanya Yuna.


"Bukan."


"Bukan? Tapi anak itu wajahnya mirip denganmu Reyna. Mana mungkin bukan keponakanmu." kata Yuna.


"Apa kau melihat anak itu mirip dengan ku?" tanya Reyna.

__ADS_1


"Tentu saja. Aku pikir dia memang keponakanmu." kata Yuna.


"Anak itu bukan keponakan aku. Wajahnya memang mirip dengan ku tapi aku masih belum punya keponakan." kata Reyna.


"Apa kau yakin? Kenapa aku merasa wajahnya beneran mirip denganmu? Aku bahkan berpikir kalau anak kecil itu memang keponakanmu karena aku berpikir kalau kau ada saudara mu yang sudah menikah." kata Yuna.


Reyna terdiam mendengar perkataan Yuna. Karena Reyna juga sedang berpikir kalau Rachel dan Richie beneran keponakannya, karena ibu kandung mereka Rayna sangat mirip dengannya bahkan Riku masih menyelidiki tentang Rayna dan masih belum ada informasi.


"Kenapa Reyna?" tanya Yuna melihat Reyna hanya diam saja.


"Reyna." kata Yuna memegang bahu Reyna sampai Reyna tersadar dari lamunannya.


"Ada apa?" tanya Reyna dengan terkejut.


"Kenapa kau diam saja dari tadi? Apa kau tidak enak badan?" tanya Yuna.


"Tidak. Aku hanya berpikir sesuatu." kata Reyna.


Reyna dan Yuna mendengar suara buka pintu langsung menoleh.


"Mommy?" Rachel yang membuka pintu kamarnya langsung melihat Reyna duduk di kursi.


"Rachel. Sudah bangun." kata Reyna dengan senyum melihat Rachel sudah bangun.


"Mommy!!! Rachel kangen sama mommy." kata Rachel langsung mendekati Reyna dan memeluknya dengan erat.


"Mommy?" Yuna terkejut yang mendengar ada gadis kecil yang panggil Reyna dengan sebutan mommy langsung membeku.


"Bagaimana keadaan Rachel? Apa Rachel makan dengan teratur?" tanya Reyna.


"Iya mommy. Rachel patuh sama paman dan kakak makan dengan teratur dan tidur dengan nyenyak."


"Apa mommy akan mengajak Rachel pergi jalan-jalan?" tanya Rachel.


"Tentu saja, karena mommy sudah janji sama Rachel." kata Reyna dengan senyum.


"Waiiii.... Hari ini Rachel akan jalan dengan mommy... " teriak Rachel dengan senang.


"Setelah Rachel mandi dan sarapan kita langsung pergi jalan dengan paman dan kak Richie ya." kata Reyna.


"Ok mommy. Kalau begitu Rachel mandi dulu ya." kata Rachel.


"Apa Rachel bisa mandi sendiri?" tanya Reyna.


"Rachel bisa mandi sendiri mommy." kata Rachel langsung ke kamar ambil bajunya dan pergi mandi.

__ADS_1


Setelah Rachel pergi ke kamar Reyna langsung melihat Yuna seperti terkejut dan shok mendengar anak kecil memanggil Reyna dengan sebutan mommy. Yuna juga seperti minta penjelasan sama Reyna.


"Sebenarnya apa yang terjadi Reyna? Kenapa anak kecil itu memanggil mu mommy? Dan kenapa mukanya mirip dengan mu?" tanya Yuna dengan berbagai pertanyaan sekaligus seperti minta penjelasan.


__ADS_2