
"Rey, kau beli dimana kue bolu ini?" tanya Ren.
Reyna yang baru saja mau memakan bolu langsung terhenti dan berkata, "Aku tidak membelinya."
"Bukan dibeli? Jadi siapa yang buat bolu ini?" tanya Hana.
"Apa Yuna yang membuatnya?" tanya Ren.
"Kenapa aku harus menyuruh Yuna membuat kue ini." kata Reyna.
"Jadi dari mana ini bolunya?" tanya Ren.
"Kue bolu ini bukan di beli atau orang yang buat." kata Reyna.
"Tapi aku yang membuatnya sendiri." kata Reyna.
"APA!!!!" teriak semua orang.
Semua orang disana terkejut sampai Hana yang baru saja seteguk minum langsung menyemburkan keluar lagi airnya.
BYURR...
"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Hana terbatuk-batuk. Bibi langsung kasih minum untuk Hana.
"Apa yang barusan kau bilang? Kau yang buat bolu ini?" tanya Ren ke Reyna sambil menunjuk ke Bolu.
"Ya. Aku yang buat sendiri bolunya." jawab Reyna memakan bolunya.
"Kenapa semua melihat aku seperti itu? Memang benar aku yang membuatnya sendiri." kata Reyna melihat semua orang terdiam melihatnya.
"Reyna, apa benar kau yang membuat bolu ini?" tanya Hana.
"Benar tante." kata Reyna.
"Apa saja resepnya? Tante rasa juga ingin membuatnya." kata Hana dengan senang. Hana tidak menyangka kalau Reyna bisa membuat Bolu bahkan sangat enak.
"Aku memakai resep aku sendiri. Jika tante mau aku bisa membuatkan lagi untuk tante." kata Reyna dengan senyum.
"Benarkah? Terima kasih Reyna. Tapi buatlah pas kau datang ke sini lagi atau kau lagi ada waktu luang. Jangan di paksakan untuk membuat kue ini untuk tante." kata Hana dengan senyum.
"Tentu tante. Saat aku datang ke sini lagi aku akan membuatkan lagi untuk tante." kata Reyna dengan senyum.
"Jika kau yang membuat bolu ini, mana bolu untuk ku?" tanya Ren.
__ADS_1
"Apa maksudmu? Bukankah sudah kau makan bolu yang ku buat?" tanya Reyna bingung.
"Tapi ini untuk papa dan mamaku. Bukan untukku." kata Ren protes.
"Bukankah sama saja? Aku kasih sama tante dan paman, sudah tentu saja bolu ini milikmu juga." kata Reyna.
"Beda. Ini sangat berbeda. Kau membuat bolu ini untuk orang tuaku bukan untuk ku. Aku ingin kau membuatnya untuk aku sendiri." kata Ren.
Reyna : "......"
"Apa kau ingin bilang kalau ingin aku buatkan kue khusus untukmu sendiri?" tanya Reyna.
"Tentu saja." kata Ren.
"Tentu saja akan aku buatkan untukmu juga Ren. Tapi ada syaratnya." kata Reyna.
"Syarat? Kenapa harus pakai syarat segala?:" tanya Ren bingung.
"Tentu saja harus ada syarat karena kau menyuruh aku membuatnya." kata Reyna.
"Apa syaratnya?' tanya Ren.
"Aku ingin dalam seminggu ini kau tidak boleh melihatku, walau itu di Apartemen atau di perusahaan. Jika kau bisa melakukannya maka aku akan membuat sebanyak yang kau mau." kata Reyna.
Ren : "........"
Bagi Ren ini bukan syarat tapi hukuman berat baginya. Bagaimana bisa Ren menyetujuinya jika tidak boleh bertemu dengan Reyna selama seminggu hanya karena ingin memakan bolu buatan Reyna.
"Apa kau ingin menyiksaku Rey?" tanya Ren yang sudah tidak bisa berkata-kata.
"Menyiksa apa? Aku kan tidak menyiksamu? Aku hanya ingin kau tidak boleh bertemu denganku selama seminggu saja. Kenapa kau malah bilang aku menyiksamu?" tanya Reyna.
"Tapi aku melihat kau seperti menyiksaku, seperti aku melakukan kesalahan besar sampai kau tidak ingin bertemu denganku. Ini namanya hukuman bukan syarat lagi. Syaratmu sangat mengerikan Rey." kata Ren sangat protes dengan syarat Reyna.
"Dimana mengerikannya?" tanya Reyna santai.
Ren : "........"
"Bagaimana kau bisa membuat persyaratan membuatkan bolu untuk ku di ganti dengan tidak boleh bertemu denganmu selama seminggu. Ini sangat tidak logis. Aku tidak mau menerimanya." kata Ren protesnya sudah seperti kekanak-kanakan.
"Jika kau tidak mau ya sudah, Aku tidak akan membuatkannya untukmu." kata Reyna santai.
"Waa..... Rey kau sangat jahat. Kenapa kau begitu jahat denganku? Apa salahku sampai kau tidak mau bertemu denganku?" tanya Ren yang sudah mau merengek seperti anak kecil.
__ADS_1
Ren langsung mendekat ke Reyna dan duduk di sebelahnya. Ren langsung memeluknya dengan erat sampai tidak mau melepaskannya.
"Katakan apa salahku padamu sampai kau tidak ingin bertemu denganku?" tanya Ren.
"Apa kau melihat aku membencimu?" tanya Reyna datar.
"Kalau begitu kenapa kau tidak mau bertemu denganku?" tanya Ren.
"Aku hanya ingin melihat seberapa sabar dan cintamu untuk ku. Apa kau bisa bertahan tidak melihat ku selama seminggu." kata Reyna.
"Bukankah ini namanya ujian untuk ku? Tidak! Aku tidak mau melakukannya. Tidak bertemu denganmu sehari saja aku sudah merasa seperti neraka." kata Ren.
"Jika kau tidak mau ya sudah tidak apa. Jangan harap aku bisa memasak untukmu." kata Reyna.
"Bagaimana kalau 3 hari?" tawar Ren.
"Tidak mau. Jangan harap aku bisa menerima tawaranmu Ren." kata Reyna.
"Seminggu terlalu lama. Seharian saja bagaikan sebulan apalagi seminggu." kata Ren masih ingin tawar dengan Reyna.
"Tidak ada tawar menawar. Jika kau tidak mau jangan harap aku bisa membuatkannya untukmu." kata Reyna.
Ren tidak mau menyerah memberikan tawaran ke Reyna walaupun Reyna tetap saja tidak mau menerima tawaran Ren.
Hana, Aizen dan Bibi melihat Ren bertingkah seperti anak kecil, mereka bertiga awalnya terkejut langsung saja tersenyum melihat Ren bisa luluh pada Reyna.
"Mama baru pertama kali melihat Ren bisa luluh sama seorang gadis selain keluarganya." kata Hana dengan senyum.
"Benar kata mama, Aku juga baru pertama kali melihat Ren seperti ini pada orang lain." kata Aizen.
"Sepertinya Tuan muda Ren beneran suka sama gadis ini Nyonya. Bibi baru pertama kali melihat Tuan muda bersikap seperti anak kecil. Waktu masih kecil saja tidak pernah seperti ini." kata Bibi.
"Sudah cukup Ren. Jika kau masih saja tawar menawar jangan harap aku mau bertemu denganmu lagi." kesal Reyna pada Ren tidak mau menyerah.
"Jangan begitu dong. Aku mau makan bolu mu buatanmu tapi aku tidak mau pisah denganmu..." kata Ren merengek seperti anak kecil pada Reyna.
"Pisah apa? Hanya seminggu saja tidak mau jadi kau mau apa? Aku bisa stress melihat kelakuan kau seperti anak kecil di depanku." kesal Reyna mengatakan semuanya.
"Memangnya kenapa kalau aku seperti anak kecil? Aku sifat seperti ini selalu di depanmu bukan di depan orang lain." kata Ren mencium pipi Reyna dengan gemes.
"Apa kau tidak bisa bersifat seperti orang dewasa? Usiamu sudah 20 tahun tapi sifatmu seperti anak kecil." kata Reyna kesal.
"Apa pula masalahnya? Aku akan melakukannya hanya di depanmu." kata Ren.
__ADS_1
"Cukup! Pilih salah satu sekarang jika tidak jangan harap aku mau bertemu denganmu lagi." ancam Reyna.