
"Jika kalian masih tidak percaya, kalian besok lihat saja informasi yang di kasih Ren." kata Reyna.
"Benar besok aku kasih ke kau besok di kantor. Sekarang kita istirahat, karena ini sudah malam." kata Ren melihat jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam.
"Baiklah. Walaupun informasi itu palsu atau asli, aku tidak akan percaya kecuali papa aku yang mengatakannya dengan mulut nya sendiri." kata Calvin yang masih tidak percaya.
"Ya. Aku tahu." kata Ren.
Calvin dan Harry langsung keluar dari kamar Reyna dan masuk ke kamar mereka dan tidur. Calvin dan Harry tidur di bawah karena Clara, Rayna, Rachel dan Richie sudah tidur di atas kasur.
Sementara itu di kamar Reyna. Ren melihat Calvin dan Harry sudah keluar langsung saja mendekati Reyna dan memeluknya dengan lembut.
Cup.
Ren mengecup bibir Reyna dengan senyum. Ren juga mencium pipi Reyna kiri dan kanan.
"Rey, beraninya kau membohongi aku ya." kata Ren setelah selesai mencium pipi Reyna sampai puas.
"Bohong apa?" tanya Reyna pura pura tidak tahu apa apa.
__ADS_1
"Kau jangan coba mengelak Rey. Aku tahu kau kan yang menaruh cabe setan di bekal aku. Kalau Rayna itu mustahil karena Rayna tidak akan melakukan itu." kata Ren dengan senyum.
"Sepertinya aku salah memberikan hukuman kau adalah bekal Ren." kata Reyna.
"Hahaha... Kau benar... Kau salah memberikan aku hukuman yaitu bekal buatan mu. Karena sepedas apapun yang kau buat aku akan tetap memakannya." kata Ren tertawa dengan senyum.
"Jadi apa aku boleh melakukan hukuman untuk mu karena telah berbohong padaku kalau masakan yang kau buat adalah enak?" tanya Ren.
"Bukankah itu memang enak? Apa lagi kau suka makan pedas. Aku yakin kau pasti maka habis kan masakan aku." kata Reyna.
"Tentu saja aku makan habis semua. Karena apapun yang kau masak aku akan tetap memakannya." kata Ren.
Reyna ingat dirinya tidak bisa tidur nyenyak karena Ren memeluknya dengan erat sampai dirinya hampir Sesak nafas.
"Apa kau ingin membohongi aku?" tanya Ren menatap Reyna dengan datar.
"Aku tidak sedang berbohong atau bercanda. Jadi hari ini kau tidur di bawah dan aku tidur di atas. Jika kau masih memeluk ku seperti kemarin, maka kau akan Kena akibatnya." kata Reyna dengan dingin dan tajam.
"Apa benar aku melakukan itu padamu Rey?" tanya Ren merasa tidak percaya.
__ADS_1
"Kenapa aku harus berbohong? Apa lagi kau memeluk aku seperti guling besar yang tanpa ada jiwa itu. Kau pikir aku ini barang apa?" kata Reyna sudah mulai emosi karena mendengar Ren tidak percaya apa yang dia lakukan padanya.
"Bagaimana kalau kau lihat saja kamera CCTV? Apakah perkataan aku benar atau tidak?" tanya Reyna.
"Tidak perlu. Aku percaya padamu. Aku percaya padamu. Aku minta maaf ya karena telah membuat mu kesakitan dan tidak bisa tidur nyenyak. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi pada mu." kata Ren dengan pelan.
"Baiklah. kalau begitu kau tidur di bawah, aku tidur di atas. Ingat! Jika aku bangun kau ada tidur samping ku, aku pastikan kau tidak akan pernah bisa menginjak di kamar aku lagi." kata Reyna dengan ancam.
"Ok.. Ok... Aku janji. Kau pergi cuci muka dan gosok Gigi lah. Aku pergi tidur." kata Ren.
"Apa kau tidak cuci muka Ren?" tanya Reyna.
"Sudah. Sebelum masuk kamar mu, aku sudah cuci muka dan gosok Gigi aku." kata Ren.
"Baiklah." kata Reyna langsung ke kamar mandi cuci mukanya.
Ren melihat Reyna pergi ke kamar mandi langsung saja Ren mengambil Bantal dan guling Reyna dan menaruhnya di bawah, sedangkan punya dia langsung di taruh di kasur atas.
Ren langsung matikan lampu dengan cepat supaya Reyna tidak tahu kalau bantalnya di tukar olehnya. Setelah matikan lampu Ren langsung pergi tidur dengan senyum dan nyenyak.
__ADS_1
T.B.C