
Kediaman Ryuujin
Ren bangun pagi dan langsung pergi mandi. Ren dari kemarin tidur di rumah bukan di apartemen karena Mamanya memaksa dia untuk menginap. Jika tidak Ren tidak bakal mau dan dia akan datang bersama dengan Reyna.
“Rasanya berbeda jika tidur di apartemen. Di rumah memang terbaik. Sayangnya aku tidak bisa menjemput Rey.” kata Ren keluar dari kamar mandi.
Ren selesai mandi langsung bersiap-siap ke bawah sarapan bersama dengan orang tuannya. Walaupun Ren tau kalau mereka sudah makan duluan karena Ren telat bangun pagi.
“Tuan muda sudah bangun. Tuan muda ingin sarapan apa?” tanya Bibi melihat Ren turun dari tangga.
“Memang bibi ada masak apa?” tanya Ren langsung melihat ke meja makan melihat hanya ada sambal.
“Nyonya ada masak mie. Masih ada di dapur, apa tuan muda mau?” tanya bibi.
“Boleh bi.” kata Ren langsung duduk.
Bibi langsung ke dapur memanaskan mie nya dan mengasih ke Ren. Ren langsung makan mienya dengan lahap.
Setelah selesai makan Ren tidak melihat mama dan papanya dan bertanya pada bibi.
“Papa dan Mama ke mana bi?” tanya Ren sambil minum air.
“Tuan dan Nyonya sedang pergi tuan muda. Sepertinya mereka berdua pergi belanja untuk makan siang nanti.” kata Bibi.
“Belanja? Apa bahan di dapur sudah habis?” tanya Ren dengan bingung karena semalam dia melihat isi kulkas masih banyak bahan makanan.
“Sepertinya Nyonya ingin pesan makan di luar tuan muda.” jawab Bibi.
Ren hanya mengangguk karena dia tau karena Reyna akan datang, sudah pasti mamanya akan membeli makan di luar. Ren berpikir lagi sepertinya ada yang tidak beres karena jika memang karena Reyna akan datang berkunjung kenapa mamanya pergi belanja.
“Apa mungkin ada tamu?” gumam Ren.
“Bi, apa nanti ada tamu yang datang?” tanya Ren.
“Iya tuan muda. Bibi dengar kalau keluarga William akan datang ke sini.” jawab Bibi.
“Keluarga William? Bukankah itu keluarga Felicia? Ngapain satu keluarga akan datang ke sini? Kenapa mama tidak memberitahu ku?” tanya Ren dengan terkejut.
“Ya. Tuan muda. Nona Felicia dan keluarganya akan datang kesini. Alasan mereka datang kesini bibi juga tidak tau tuan muda. Kenapa tuan muda tidak bertanya sama nyonya saja, karena nyonya dan tuan akan segera pulang.” kata Bibi.
“Baiklah bi.” kata Ren langsung berdiri dan pergi ke ruang tamu. Ren duduk di sofa sambil tiduran di sofa dan membuka Hp nya memberikan pesan pada Reyna bertanya kapan Reyna akan datang.
__ADS_1
“Ren, kenapa kau tidur di sofa?” tanya sang mama yang baru saja sampai rumah langsung melihat anaknya tiduran di sofa.
“Tidak ada ma, hanya ingin santai saja.” jawab Ren santai.
“Kau mau santai jangan di sini. Kau ke belakang ruang tamu saja. Disini bukan tempat santai. Bagaimana jika orang lain melihatmu seperti ini?” tanya Hana.
“Memangnya orangnya sudah datang? Belum kan? Jadi tidak masalah dong aku santai sebentar.” kata Ren dengan datar.
“Bagaimana kalau mereka tiba-tiba datang dan masuk ke dalam melihat kau tidur seperti itu. Apa kau tidak merasa tidak sopan orang lain melihatmu seperti itu.” kata Hana.
Ren langsung saja naik dan duduk dengan benar di sofa. Ren sangat malas mendengar ocehan mamanya karena jika sekali mengoceh yang ada tidak akan berhenti.
Ren melihat Reyna tidak menjawab atau membaca pesannya langsung saja berdiri dan bersiap-siap pergi. Hana melihat putranya ingin pergi langsung menghentikannya.
“Kau mau kemana Ren?” tanya Hana.
“Menjemput calon istriku.” jawab Ren dengan datar dan meninggalkan mamanya. Ren keluar pergi naik mobil sportnya.
Hana terkejut mendengar Ren mengatakan akan menjemput calon istri. Hana berpikir apakah Ren benar-benar menyukai gadis itu.
“Apa aku salah dengar kalau Ren ingin menjemput calon istri? Mereka masih pacaran, tunangan saja belum sudah bilang calon istri, bahkan bertemu dengan mama saja belum sudah bilang calon istrinya.
“Katanya jemput calon istrinya.” jawab Hana.
“Calon istri? Sejak kapan Ren punya calon istri?” tanya Aizen dengan terkejut dan bingung.
“Apa papa tidak mengerti perkataan mama? Putra mu itu pergi menjemput wanitanya.” jawab Hana.
“Kita saja belum bertemu dengannya bahkan belum tunangan sudah bilang calon istri. Anak ini sepertinya memang serius ingin berhubungan dengan gadis ini.” kata Aizen dengan senyum.
“Bukankah dia sangat mirip denganmu? Gen mu bahkan turun dengan Ren. Aku merasa sangat penasaran dengan pacar Ren. Bagaimana gadis itu bisa meluluhkan putra kita yang sangat dingin dan tidak pernah senyum itu.” kata Hana penasaran.
“Papa juga penasaran sih. Nanti siang dia akan datang ke sini kan. Kita menunggu kedatangan Ren dan pacarnya saja ma. Dan lagi bukankah mama bilang ingin memasak ?” tanya Aizen ke Hana.
“Astaga mama lupa. Karena Ren mengatakan gadisnya calon istri jadi mama terkejut sampai lupa ingin memasak.” kata Hana baru sadar.
“Pa, bawa belanjaannya ke dapur. Mama akan masak sekarang, karena waktunya sangat sedikit.” kata Hana dengan cepat membawa belanjaannya dan menuju ke dapur.
Aizen hanya menggeleng melihat kelakuan istrinya dan membawa belanjaan ke dapur.
Setelah beberapa jam kemudian Hana akhirnya selesai memasak dan dibantu oleh bibi. Masakan Hana tersusun rapi di meja makan.
__ADS_1
“Apa aku boleh mencobanya?” tanya Aizen ingin mencicipi masakan dimeja yang membuatnya ngiler. Baru saja Aizen ingin mencobanya langsung tangannya dipukul oleh Hana.
“Jangan disentuh!” kata Hana memukul tangan Aizen dengan keras.
“Aku hanya ingin mencobanya. Sedikit saja…” kata Aizen sampai ngiler sama makanan yang dibuat istrinya.
“Tidak boleh! Jika kau menyentuhnya jangan harap kau bisa makan semua ini.” ancam Hana.
“Dan kau tidur di luar nanti malam.” tambah ancam Hana.
Aizen : “…….”
Ancaman sang Istri membuatnya terdiam dan dia menatap makanan di meja dengan sangat ngiler. Aizen sudah lama tidak makan masakan istrinya jadi dia sangat menantikan masakan Hana karena Hana ingin bilang ingin masak hari ini.
‘Ren cepat pulang…., kalau bisa pulang sekarang juga, papa sudah sangat lapar dan ingin makan masakan mamamu.’ batin Aizen ingin Ren untuk pulang secepatnya.
Ting Tong~
“Siapa yang datang?” tanya Hana.
“Mungkin pak William. Karena ada yang ingin dia ingin membahas sesuatu.” kata Aizen langsung pergi menemui pak William dan sebentar melihat masakan di meja.
“Cepat pergi. Nanti bisa semakin lama papa bisa makan jika tidak bertemu dengan mereka.” kata Hana melihat suaminya diam melihat masakan di meja.
Aizen melihat ke makanan di meja dan melihat ke istrinya. Aizen langsung pergi menyapa pak William dengan istrinya.
“Selamat datang pak William. Silakan masuk kedalam.” kata Aizen bersalaman dengan pak William.
“Siang pak Ryuujin.” kata pak William masuk kedalam dengan istrinya.
Aizen mengajak pak William dengan istrinya duduk.
Sedangkan Hana di dapur masih menyiapkan minumum.
“Siapa yang datang bi?” tanya Hana.
“Pak William dan istrinya nyonya.” jawab Bibi.
“Oh, aku pikir Ren. Ren kapan pulang? Jangan bilang kalau dia pergi jalan sama pacarnya dan lupa kalau mengajak pacar yang disebut calon istrinya bawa pulang sampai melupakan mamanya.” kata Hana dengan agak kesal karena Ren sangat lama pulang.
‘Calon Istri? Tuan muda Ren sudah punya calon istri? Kenapa aku tidak tau?’ batin Bibi dengan terkejut.
__ADS_1