
Pagi hari Reyna membuka matanya dengan perlahan. Reyna baru saja ingin bergerak tapi tidak bisa, Reyna merasakan ada tangan di perutnya dan mengunci tubuhnya membuat Reyna tidak bisa bergerak.
"Apa yang Ren lakukan di kamar aku? Dan bagaimana cara dia masuk ke dalam kamar? Bukankah aku sudah mengunci kamarnya?" kata Reyna dengan pelan melihat di belakangnya Ren sedang tidur sambil memeluknya.
"Bangun Ren." kata Reyna langsung memukul tangan Ren.
Tapi sayangnya Ren tidak bangun. Akhirnya Reyna mengangkat tangan Ren supaya Reyna bisa lepas dari pelukan Ren.
Setelah Reyna lepas dari pelukan Ren, Reyna melihat Ren seperti tidur sangat nyenyak dan nyaman.
"Bagaimana dia masuk ke kamar aku? Seingat aku sudah mengunci pintunya." kata Reyna dengan pelan melihat Ren tidur dengan nyenyak.
Reyna langsung berdiri dan ke kamar mandi membersihkan dirinya. Setelah 15 menit Reyna membersihkan diri, Reyna langsung melihat ke pintu kamarnya ternyata pintu kamarnya terbuka dan ada kunci di luar pintu.
"Pagi Rey, kau sudah bangun." kata Rayna melihat Reyna keluar dari kamar.
"Pagi Ray. Apa kau tau kapan Ren masuk ke kamar aku?" tanya Reyna.
"Masuk ke kamar mu? Apa Ren tidur di kamar mu?" tanya Rayna dengan terkejut.
"Ya. Dia ada di kamar tidur di kasur aku, bahkan sampai memeluk aku sambil tidur dengan mukanya tidur dengan sangat nyenyak dan pulas." kata Reyna.
"Apa kau kasih kunci kamar aku ke Ren?" tanya Reyna.
"Tidak. Aku saja tidak tahu kalau Ren masuk ke kamarmu. Aku juga baru saja bangun." kata Rayna.
"Jadi ini kunci siapa?" tanya Reyna.
"Aku tidak tahu. Apa mungkin kau ada kasih kunci kamarmu pada Ren?" tanya Rayna.
"Aku tidak pernah kasih kunci apartemen aku padanya." jawab Reyna.
"Jadi bagaimana di bisa masuk ke dalam kamar jika kuncinya ada di gagang pintu? Apa mungkin dia membuat kunci duplikat?" tanya Rayna.
"Bisa jadi. Sepertinya aku harus mengunci kamar di dalam juga supaya di tidak bisa masuk ke kamar aku lagi." kata Reyna.
"Apa kau tidak merasa kasihan dengan Ren, Rey?" tanya Rayna.
"Kasihan kenapa?" tanya Reyna.
"Mungkin dia sangat kesepian dan ingin tidur dengan mu." kata Rayna.
"Kesepian kenapa? Dia sudah bukan anak kecil lagi. Kenapa aku harus menemaninya tidur?" tanya Reyna.
"Dan lagi dia baru berusia 20 tahun berani tidur dengan seorang gadis dan masih belum menikah. Bagaimana kalau orang tuanya tahu kalau dia tidur dengan ku?" tanya Reyna.
"Iya juga sih." kata Rayna.
__ADS_1
"Oh ya, Rayna. Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu." kata Reyna.
"Apa?" tanya Rayna.
"Aku ingin kau jangan kasih tau hubungan kita sama Riku dan Rui." kata Reyna.
"Tuan Riku dan Tuan Rui? Kenapa tidak boleh kasih tau? Apa mereka ada hubungannya dengan kita?" tanya Rayna dengan penasaran.
Semalam Riku datang Rayna sudah penasaran dengan Riku seperti ada hubungan dengannya. Karena cara Riku bicara dengan Reyna seperti bukan hanya kenalan atau berteman. Rayna melihat sepertinya mereka memiliki hubungan Special.
"Suatu saat kau akan tahu. Tapi untuk saat ini jangan kasih tau hubungan kita ya. Aku hanya tidak ingin orang lain tahu tentang hubungan kita kalau kita adalah bersaudara." kata Reyna dengan pelan.
"Baiklah, aku janji. Aku yakin kau pasti ada alasan kan. Tapi aku tidak akan bertanya karena aku tahu kau tidak akan melakukan hal yang membahayakan." kata Rayna.
"Terima kasih Ray." kata Reyna dengan senyum.
"Aku ke dapur dulu ya. Mau masak untuk sarapan kalian." kata Rayna langsung ke dapur.
Reyna melihat Rayna ke dapur langsung masuk kamarnya melihat Ren masih tidur dengan lelap. Reyna langsung memiliki ide untuk membalas perbuatan Ren waktu dia telah mencoret mukanya.
"Lihat saja bagaimana aku membalas perbuatan mu waktu itu." kata Reyna dengan senyum penuh arti.
Reyna langsung saja mengambil spidol dan lipstik di lacinya. Reyna mendekati Ren langsung mencoret mukanya dengan spidol dan lipstik.
Setelah 10 menit selesai, Reyna langsung mengganti bajunya dan pakai bedak setelah itu baru keluar kamar dan sarapan.
Ren melihat Reyna tidak ada di kamar mandi langsung keluar dari kamar. Ren langsung lega melihat Reyna sedang makan sarapan nya.
"Pagi Rey. Kau sudah bangun kenapa tidak bangunkan aku sekalian." kata Ren mencium pipi Reyna dengan lembut.
"Karena kau tidur sangat nyenyak jadinya aku biarkan saja kau tidur." kata Reyna dengan santai.
"Ren, kau sudah ban...gun..." kata Rayna langsung terdiam melihat wajah Ren.
"Pagi Rayna. Sepertinya sarapan hari ini sangat enak." kata Ren langsung duduk dan mengambil piringnya.
Rayna masih mematung melihat wajah Ren. Rayna melihat ke Reyna seperti menanyakan sesuatu. Reyna melihat itu langsung saja menaruh satu jari nya di mulutnya untuk diam saja.
Rayna hanya mengangguk saja melihat Reyna untuk diam. Rayna akhirnya tahu itu pasti perbuatan Reyna, jadinya Rayna hanya diam saja dan tidak memberitahu Ren.
"Pagi semua. Tumben sudah mulai makan." kata Calvin keluar dari kamar melihat Reyna dan Ren sudah di meja makan.
"Sudah lapar duluan jadi makan dulu dari pada menunggu mu yang sangat lama." kata Ren dengan datar.
"Aku tidak mau mendengar dari kau yang masih belum mandi dan masih pakai baju tidur." kata Calvin dengan datar dan tidak terlalu fokus melihat ke wajah Ren yang tidak seperti biasanya.
"Kau tenang saja, 10 menit aku sudah selesai mandi dan ganti baju aku." kata Ren dengan santai makan sarapan nya.
__ADS_1
"Itu artinya kau tidak mandi bersih." kata Calvin langsung makan sesuap sendok.
"Apa kau bilang?" tanya Ren dengan dingin dan tajam ke Calvin.
"Aku hanya bilang yang sebenarnya." kata Calvin dengan datar.
"Coba kau lihat aku dan katakan sekali lagi." kata Ren dengan dingin.
"Aku bilang...." Calvin ingin bicara langsung terdiam melihat wajah Ren yang tidak seperti biasanya.
"Apa? Apa ada sesuatu di wajah ku?" tanya Ren.
"Kenapa dengan wajah mu?" tanya Calvin dengan terkejut melihat wajah Ren.
"Memang nya ada apa dengan wajah ku?" tanya Ren.
"Wajahnya tidak kenapa kenapa kok. Bukankah dia itu ganteng?" tanya Reyna dengan santai makan.
Calvin : "......"
Rayna : "......"
Calvin dan Rayna terdiam mendengar perkataan Reyna mengatakan kalau Ren itu ganteng dengan mukanya yang sudah di ubah oleh Reyna.
"Aku memang ganteng dan tampan no 1 di dunia." kata Ren dengan percaya diri.
"Bagaimana kalau kau ganti baju mu saja dan pergi ke kantor Ren?" tanya Reyna.
"Tapi kalau aku tidak mandi bukankah aku bau?" tanya Ren.
"Pakai parfum saja." kata Reyna.
"Hm... Baiklah. Jika itu memang mau mu Rey." kata Ren dengan senyum.
Rayna dan Calvin terkejut mendengar Ren hanya ganti baju saja dan langsung ke kantor.
"Aku duluan ya. Karena aku sudah telat." kata Reyna langsung mengambil tasnya dan keluar.
"Hati hati Reyna." kata Rayna dengan senyum.
Reyna langsung pergi ke kantor. Sedangkan Ren langsung ganti bajunya dan memakai parfum dan pergi ke kantor bersama Calvin.
Ren masih belum tau kalau wajahnya berubah akibat perbuatan Reyna.
T.B.C
Apa yang akan terjadi jika Ren tahu kalau wajahnya berubah?
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment nya ya. ☺️☺️