Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 25 – EVENT


__ADS_3

“Ma…Maaf…” kata Cecilia dengan pelan.


“Ren-nii apa benar tante ini teman Ren-nii…?” tanya Mira ke Ren.


“Iya Mira. Kau jangan memanggilnya tante karena dia seumuran dengan nii.” kata Ren melihat Mira tidak menyukai Cecilia.


“Memangnya kenapa Mira tidak boleh memanggilnya tante?” tanya Mira


“Orang yang seumuran dengan kakakmu tidak bisa dipanggil tante Mira.” jawab Andrew.


“Bukankah sudah jelas kenapa Mira memanggil wanita itu dengan sebutan tante.” kata Mira dengan menatap tajam Cecilia.


“Kenapa Mira memanggilnya tante? Bukankah dilihat dari penampilannya kakak itu masih muda?” tanya Kai.


“Karena hatinya seperti tante busuk, suka mendekati Ren-nii dan berani menggodanya.” jawab Mira dengan menatap tajam Cecilia.


Semuanya terkejut dengan kata Mira, sedangkan Reyna dan Ren tau jawaban Mira karena pasti itu alasannya karena semenjak Cecilia dan Serena ikut, Cecilia tidak mau menjauh dari Ren dan membuat Mira kesal dengan Cecilia karena berani mendekati kakak sepupunya.


“Darimana aku berhati busuk? Kau anak kecil jangan bicara sembarangan.” kata Cecilia dengan menahan amarahnya ke Mira.


“Bukankah tante berani menggoda Ren-nii? Tante tidak cocok dengan Ren-nii.” tanya Mira menatap tajam Cecilia.


“Kenapa Mira berpikir seperti itu?” tanya Kai


“Mira tau kalau tante itu pasti suka sama Ren-nii dan ingin mendekati Ren-nii. Tante itu tidak cocok dengan Ren-nii.” kata Mira


“Jadi, menurut Mira wanita yang seperti apa yang cocok dengan Ren-nii?” tanya Andrew dengan penasaran.


“Hm….. Seperti kak Reyna.” Mira berpikir sebentar langsung menunjuk ke Reyna.


Semuanya langsung menatap Reyna, sedangkan Reyna hanya diam saja.


“A…Apa? Bagaimana culun seperti dia bisa sejajar dengan Ren?” kata Cecilia


Mendengar kata Cecilia Ren dan Mira langsung melotot tajam ke Cecilia.


“Siapa bilang kak Reyna tidak sejajar dengan Ren-nii?” kata Mira dengan melotot tajam Cecilia.


“Apa kau yakin adik kecil? Lihat saja penampilannya sudah seperti kampungan dan miskin.” kata Cecilia dengan nada meremehkan Reyna.


“Siapa yang bilang kampungan dan miskin?” kata Mira dengan melotot tajam Cecilia.


“Kau lihat saja sendiri penampilannya berpakaian seperti kampungan? Bagaimana bisa bersama dengan Ren?” kata Cecilia dengan sinis menatap Reyna.


“Sepertinya tante bukan cuma hanya jelek tapi bodoh.” jawab Mira.


“Apa kau bilang??” teriak Cecilia ke Mira.

__ADS_1


“Ren-nii bagaimana punya teman bodoh seperti tante ini?” kata Mira ke Ren sambil menunjuk Cecilia.


“Mira, kau tidak boleh bicara seperti itu ke kakak ini.” kata Reyna dengan pelan yang diam dari tadi akhirnya bicara.


“Memangnya kenapa aku tidak boleh bicara seperti itu kak?” tanya Mira ke Reyna


“Kakak ini lebih tua darimu Mira, kau tidak boleh bicara kasar sama kakak ini. Tidak sopan.” jawab Reyna dengan pelan.


“Tapi kak…” kata Mira di potong oleh Cecilia.


“Kau jangan ikut campur!” bentak Cecilia ke Reyna.


“Kenapa?” tanya Reyna


“Ini urusan ku dengan dia, jangan kau menganggu!” kata Cecilia menatap tajam Reyna.


“Apa kamu tidak bisa bicara lebih pelan? Disini banyak orang, tidak enak melihat kita beribut ditempat ini.” kata Reyna.


“Kau jangan sok suci atau baik deh didepan Ren. Lebih baik kau diam dan jaga mulutmu.” kata Cecilia menatap tajam Reyna.


“Yang seharusnya jaga mulut itu kau Cecil!” Teriak Ren ke Cecilia yang dari tadi ingin ribut saja.


“Ren….Kau…” Cecilia langsung terkejut Ren tiba-tiba teriak kepadanya.


“Apa kau tidak bisa jaga mulut kau itu? Disini ada anak kecil, tapi kau ingin bertengkar dengannya karena memanggilmu tante. Kenapa kau tidak bisa bicara baik-baik dengannya?” kata Ren dengan marah.


Cecilia langsung terdiam.


“Paman, kenapa es krimnya besar sekali?” tanya Ren yang melihat es krimnya sebesar



“Tidak banyak, hanya 30 cup skop es krim. Kalian semua makan dengan pelan dan pastikan kalian habiskan.” kata Papa Mira dengan santai.


Ren dan yang lainnya tidak percaya, Papa Mira pesan es krim super jumbo dan menyuruh menghabiskan es krim itu.


“Siapa yang bisa menghabiskan es krim sebesar ini?” kata Ren melihat es krim yang di meja.


“Kalian semua lah. Oh ya, tadi ada event kalau ada yang bisa menghabiskan es krim jumbo ini dalam 1 jam, maka akan dapat hadiah special dan yang makan es krim ini maximal 3 orang.” kata Papa Mira dengan santai.


Semuanya menatap orang tua yang disamping itu dengan tidak percaya, menyuruh mereka memakan es krim super jumbo dihabiskan dalam 1 jam bahkan yang memakan hanya boleh 3 orang.


“Apa paman bercanda? Siapa yang bisa habiskan es krim sebesar ini dalam 1 jam?” kata Ren dengan tidak percaya.


“Jika tidak bisa juga tidak masalah dan paman hanya ingin kalian semua menghabiskan es krim itu.” kata Papa Mira dengan santai.


Tiba-tiba Cecilia mendapat ide di kepalanya dan berkata, “Paman, bagaimana kalau es krim ini dihabiskan oleh Reyna?” Semuanya langsung menatap Cecilia.

__ADS_1


“Kenapa harus Reyna yang menghabiskan es krim ini?” tanya Kai dengan heran


“Bukankah yang menghabiskan es krim ini dalam 1 jam akan mendapatkan hadiah special? Bagaimana kalau menyuruh dia untuk memakan es krim itu dan mendapatkan hadiahnya untuk Mira.” kata Cecilia dengan menatap ke Reyna.


“Bagaimana bisa Reyna menghabiskan es krim sebesar itu?” kata Kai


“Kalau kau bisa menghabiskan semuanya maka akan aku bayar semuanya.” kata Cecilia dengan percaya diri penuh.


“Benarkah? Kalau aku bisa menghabiskan ini semua akan kau bayar semuanya?” tanya Reyna dengan pasti.


“Tentu saja.” kata Cecilia dengan pasti.


“Bagaimana kau bisa menghabiskan es krim ini? Kau bisa gendut kayak badut kalau makan sebanyak ini.” kata Ren tanpa sadar kalau mengatakan Reyna itu gendut kayak badut.


Reyna langsung menatap tajam Ren mengatakan kalau dia gendut dan langsung menginjak kakinya dengan kuat.


“Akh……” teriak Ren karena kakinya di injak Reyna.


“Ada apa Ren?” tanya Andrew melihat Ren teriak.


“Tidak… tidak apa-apa.” kata Ren dengan pelan dan melihat Reyna hanya diam saja dan melihat matanya seperti marah besar.


“Ren-nii kenapa? Apa ada yang sakit.” tanya Mira dengan khawatir.


“Tidak apa Mira.” kata Ren dengan pelan mengelus kepala Mira.


“Jadi kau akan menghabiskan es krim ini bukan?” tanya Cecilia.


“Ya, akan aku habiskan.” kata Reyna dengan santai.


Semuanya menatap Reyna dengan terkejut bahwa Reyna akan menghabiskan es krim super jumbo sendirian dalam 1 jam.


“Reyna, apa kau yakin akan menghabiskan es krim ini?” tanya Kai ragu bahwa Reyna akan menghabiskan es krim super jumbo dalam 1 jam.


“Benar, akan aku habiskan dalam 1 jam. Panggil pegawainya untuk mengatur waktunya.” kata Reyna dengan santai.


Cecilia langsung mendapat lampu hijau karena bisa mempermalukan Reyna, lalu menyuruh Serena untuk memanggil pegawai mengatur waktunya. Disaat pegawainya datang membawa stopwatch di tangannya.


“Siapa saja yang ingin mengikuti Event bisa duduk di kursi, sisanya yang tidak ingin ikut silakan berdiri dan menjauh dari meja supaya tidak ada yang membantu.” kata pegawai wanita itu dengan sopan.


Semuanya berdiri dan menghindari meja itu dan Pegawai wanita itu melihat hanya Reyna yang duduk di meja.


“Apa kakak yang akan memakan es krim ini sendirian?” tanya Pegawai dengan sopan.


“Iya benar. Dia yang akan menghabiskan es krim itu sendirian.” jawab Cecilia.


“Baiklah kita mulai sekarang. Setelah saya mengatakan 1 sampai 3 kakak sudah bisa mulai makan.” kata Pegawai wanita.

__ADS_1


“Baiklah.” kata Reyna mengambil sendok dan mulai bersiap-siap memakan es krim didepannya


dengan mata berbinar-binar.


__ADS_2