Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 74 - TERUNGKAP


__ADS_3

"Sepertinya banyak yang menatap tajam dengan Reyna." kata Yuna.


"Tentu saja. Karena pangerannya adalah Enzi pastinya banyak yang tidak suka dengannya." jawab Kai.


"Aku jadi kasihan sama Reyna." kata Yuna dengan sedih.


"Kasihan kenapa?" tanya Kai.


"Semua orang membencinya. Tidak ada yang berpihak padanya." kata Yuna.


"Kenapa kau bilang begitu? Apa kau tidak berpihak padanya?" tanya Kai.


"Tentu saja aku berpihak pada Reyna. Karena Reyna satu-satunya teman yang aku punya." jawab Yuna dengan cepat.


"Apa kau berpihak pada siapa?" tanya Yuna.


"Tentu saja Reyna. Jika aku tidak berpihak padanya, nanti ada orang yang akan membunuh ku." kata Kai dengan senyum.


"Membunuh? Siapa?" tanya Yuna.


"Siapa lagi kalau bukan Ren." jawab Kai dengan senyum.


"Ren? Memangnya apa hubungannya dengan ketua?" tanya Yuna.


"Apa Reyna tidak memberitahumu?" tanya Kai.


"Reyna tidak mau jawab. Dia hanya bilang suatu saat dia akan bilang padaku." kata Yuna.


"Kalau begitu kau tunggu saja." kata Kai.


"Apa kau tau sesuatu?" tanya Yuna.


"Maaf. Aku tidak bisa bilang karena aku sudah janji sama Ren dan Reyna." kata Kai membuat Yuna menatap Kai dengan terkejut.


"Dia pasti punya alasan sendiri. Kau tunggu saja saatnya tiba." kata Kai.


"Baiklah." kata Yuna.


"Kyaa...... Enzi......." teriak mahasiswi membuat Kai dan Yuna melihat ke panggung.


Enzi naik ke panggung yang sudah mau ciuman dengan Reyna si putri.


"Biarkan putri itu mati saja dari pada mendapat ciuman dari pangeran. Dia membuat mata aku sakit."


"Benar! Biarkan pangeran bersama dengan penyihir saja."


"Enzi jangan cium putri sampai hidup! Biarkan dia mati saja! Kau terlalu banyak berkorban untuknya!"


Banyak mahasiswi yang berteriak menangis dan marah karena Enzi akan mencium Reyna.


Sedangkan Ren dari tadi ingin membunuh Enzi sekarang juga karena ingin mencium Reyna. Bahkan dia ingin naik langsung ke panggung membunuh Enzi, tapi di tahan oleh Andrew.

__ADS_1


"Andrew, lepaskan aku. Aku akan membunuhnya sekarang juga." teriak Ren yang ingin naik ke panggung.


"Tidak boleh Ren! Nanti semua orang bisa tau hubunganmu dengan Reyna. Dan lagi Enzi tidak benar-benar mencium Reyna." kata Andrew menahan Ren dengan kuat.


"Aku tidak perduli lagi jika hubungan aku dengan Rey ketahuan. Aku akan membunuh Enzi sekarang juga karena berani menyentuh Rey." teriak Ren dengan marah.


"Tidak boleh Ren. Nanti kau bisa kena marah sama Reyna kalau melakukan itu." kata Andrew dengan cepat.


"Memangnya kenapa Rey marah dengan aku? Bukankah harusnya aku yang marah dengannya karena dia berani disentuh oleh lelaki lain." kata Ren dengan mata tajam.


"Apa kau tidak takut kalau Reyna marah jika kau mengacaukan dramanya? Jika kau mengacaukan dramanya pasti Reyna akan menghukummu selama seminggu tidak boleh bertemu denganmu." kata Andrew.


Ren langsung terdiam mendengar perkataan Andrew. Reyna pasti akan memberi hukuman yang berat untuknya jika mengganggu dramanya. Ren hanya bisa menatap tajam dan menahan amarahnya pada Enzi.


Enzi mendekati Reyna di kasur dan bersiap untuk menciumnya.


Ren langsung saja ingin mendekati panggung sayangnya dicegah oleh Andrew. Ren tau kalau dia ingin membuat dramanya hancur akan dihukum oleh Reyna. Tapi tubuhnya tiba-tiba bergerak dengan sendirinya seperti tidak tega kalau Reyna di cium oleh lelaki lain.


 Enzi langsung mendekati Reyna tapi Enzi mendekati mukanya dekat telinga Reyna.


"Apa kau tau berapa banyak wanita yang ingin mendapatkan ciuman dariku? Kau harusnya bersyukur dapat ciuman dariku." kata Enzi dengan pelan di telinga Reyna.


Reyna langsung membuka matanya setelah mendengar suara Enzi dan melihat ke Enzi dan bangun.


Setelah 15 menit drama berakhir.


"Itu drama yang bagus. Aku tidak menyangka kalau dramanya akan sebagus ini."


Setelah drama berakhir semua penonton langsung bubar dan Reyna dan yang lainnya langsung saja semuanya membersihkan panggung nya.


"Ayo kita pergi Rui. Dramanya sudah selesai." kata Riku melihat drama sudah selesai langsung berdiri dan pergi.


"Baik Bos." jawab Rui langsung mengikuti Riku.


"Ren, kita balik sekarang." kata Andrew.


"Tidak! Aku ingin bertemu dengan Rey sekarang juga." kata Rem dengan tegas.


"Kau akan menemuinya nanti. Kita bereskan dulu kerjaan kita." kata Andrew langsung menarik Ren dengan paksa.


Reyna yang sedang membersihkan panggung langsung mendengar ada yang menariknya dengan paksa.


"Hei Culun! Kesini kau!" kata seorang mahasiswi menarik Reyna dengan paksa.


"Teman-teman yang masih disini apa mau melihat pertunjukan menarik?"


"Pertunjukan menarik? Apa itu?" tanya mahasiswa.


"Hei jelek, lihat kesini!" kata seorang wanita melemparkan air ke muka Reyna.


"Akh! Apa yang kau lakukan!" teriak Reyna dengan terkejut karena tiba-tiba disiram air.

__ADS_1


"Reyna!" teriak Yuna dengan terkejut tiba-tiba ada orang yang menyiram kan air ke muka Reyna.


"Karena kita ingin melihat muka asli kau didepan semua orang." katanya dengan dingin.


"Semuanya jika kita menyiramkan air ke mukanya apa yang akan terjadi?" tanyanya pada semua orang.


"Memangnya apa yang terjadi?"


"Apa mungkin menghapuskan riasannya?" tanya seorang mahasiswi.


"Menghapus riasan? Apa dia memakai make-up?" tanya seorang mahasiswa lainnya.


"Sepertinya begitu. Dilihat baik-baik sepertinya dia memakai bedak tebal." kata mahasiswi melihat muka Reyna.


'Apa mereka ingin menghapus riasan aku didepan semua orang?' batin Reyna.


"Lihat kesini. Biar semua orang tau wajah aslimu yang sebenarnya." kata wanita yang menyemprotkan selang air ke muka Reyna.


"Akh! Hentikan!" teriak Reyna.


'Itu akibatnya karena kau mendekati Ren. Biar semua orang tau wajahmu yang sebenarnya.' batin Cecilia dengan senyum licik asik melihat Reyna di semprot dengan air.


Setelah beberapa menit mereka menyiram air ke muka Reyna. Reyna langsung mengendus kesal karena tubuhnya basah kuyup.


'Mereka benar-benar terlalu keterlaluan.' batin Reyna dengan kesal.


Reyna langsung saja melepaskan semua baju didepan semua orang. Sedangkan yang lainnya merekam video muka Reyna.


"Lihat semua! Gadis culun itu membuka bajunya didepan semua orang. Dia benar-benar memalukan."


Setelah Reyna membuat semua kostumnya tertinggal bajunya. Saat Reyna melepaskan Wig nya semua orang terdiam.


"Apa kalian sudah cukup bermainnya?" tanya Reyna ke semua orang.


"Mustahil! Dia si culun itu?"


"Aku merasa melihat ada peri didepan ku."


"Bagaimana bisa gadis yang culun dan jelek di kampus bisa jadi gadis yang tercantik di kampus?"


"Siapa yang bilang Reyna itu jelek?" teriak seorang lelaki yang langsung mendukung Reyna.


"Benar! Siapa yang bilang Dewi aku jelek?"


Semua orang terkejut dan banyak mendukung Reyna karena melihat wajah aslinya.


'Hanya karena mereka melihat wajah asliku semuanya langsung berpihak padaku. Kalian semua benar-benar menjijikkan.' batin Reyna yang merasa jijik dengan semua orang.


Reyna langsung melihat ke Cecilia yang terkejut dan terpana.


"Selamat wanita tercantik Cecilia. Rencana mu sudah sukses dan semua orang telah melihat wajah asliku. Apa kau puas dengan hasilnya?" kata Reyna dengan senyum licik menatap Cecilia.

__ADS_1


"Kau...." Cecilia mengendus kesal karena tidak sesuai yang diharapkannya.


__ADS_2