Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 306 – ANCAMAN REYNA


__ADS_3

Beberapa hari kemudian…


Kampus Ren dan Reyna sedang melakukan acara penting. Setahun sekali melakukan acara tersebut. Acara ini membuat banyak orang yang tidak ingin datang, bahkan orang luar pun juga ikut datang.


“Acara apa sih sampai mereka semua kegairahan mendengarnya? Apa kau tahu Yuna?” Reyna penasaran dengan acara tersebut.


“Aku juga tidak tahu. Sepertinya acaranya sangat penting.” kata Yuna.


“Kenapa kau tidak tahu? Bukankah kau sudah lama kuliah disini?” tanya Reyna.


“Aku masuk kuliah 6 bulan sebelum kau masuk Reyna. Sepertinya acaranya sudah selesai sebelum aku masuk.”


“Begitu ya.. Tapi aku merasa akan terjadi sesuatu nanti.” Reyna dari kemarin entah kenapa sama sekali tidak nyaman dan merasakan akan terjadi sesuatu.


“Kejadian? Apa?” tanya Yuna.


“Aku tidak tahu. Yang penting hari ini sepertinya akan terjadi sesuatu yang luar biasa.” jawab Reyna.


“Kenapa kau setiap kali selalu berpikir seperti itu akan terjadi sesuatu terus?” tanya Yuna bingung dan juga penasaran.


“Aku punya insting dan perasaan yang kuat. Jika akan terjadi sesuatu pasti aku akan tahu, bahkan selama ini insting aku sekalipun tidak pernah salah.” jawab Reyna.


Yuna hanya mengangguk saja karena setiap kali Reyna mengatakan seperti itu pasti akan terjadi dengan nyata.


“Ya sudahlah. Berpikir keraspun tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Tapi aku rasanya hari ini ingin cepat pulang setelah kelas selesai.” kata Reyna langsung saja bilang dengan santai.


“Benar juga. Mendingan tinggal dirumah saja dari pada terjadi sesuatu yang buruk.” kata Yuna.


Reyna dan Yuna langsung saja masuk kelas. Sedangkan Andrew, Kai dan Ren di ruangan Andrew sedang bicara santai sambil makan cemilan.


“Kau pikir acara nanti siapa yang akan menang?” tanya Kai.


“Tanpa dibilangpun sudah tahu jawabannya. Iya kan Ren?” kata Andrew melihat Ren makan cemilan sambil melihat Hp.


“Aku bahkan sama sekali tidak perduli dengan acara ini.” kata Ren dengan datar.


“Aku tahu kau akan menjawab seperti itu.” Andrew sudah menduga karena Ren memang sama sekali tidak perduli dengan acara tersebut.


Ren memang sama sekali tidak perduli dengan acara penting ini walaupun dirinya menang sekalipun dalam acara tersebut.


***


Siangnya Reyna akhirnya kelasnya selesai. Reyna yang ingin cepat pulang malah dihadang sama banyak Wanita.


Reyna melihat mereka sepertinya tidak ingin membiarkan dirinya lewat ataupun pulang hanya menghela nafasnya.

__ADS_1


‘Sepertinya benaran dugaanku akan terjadi sesuatu hari ini. Harusnya aku tidak masuk kampus hari ini.’ batin Reyna menghela nafasnya.


Reyna mengikuti mereka, karena apapun yang di bilangnya tidak akan diperdulikan sama mereka. Reyna bisa saja melawan mereka sampai pingsan tapi itu tidak akan menyelesaikan masalah.


Sementara itu Ren mencari Reyna tapi tidak menemukannya. Ren sudah keliling kampus mencari Reyna, tapi sayangnya tidak menemukannya membuat Ren khawatir.


“Rey kemana? Aku keliling kampus sama sekali tidak menemukannya.” kata Ren mencari Reyna.


“Mungkin dia sudah pulang.” kata Kai mengikuti Ren mencari Reyna.


“Tidak mungkin! Rey tidak akan pulang sampai menemuiku di kampus.” kata Ren dengan tegas dan menatap tajam Kai.


“Kenapa kau malah marah denganku? Bukankah Reyna suka pulang sendiri dan tidak bertemu denganmu dikampus? Aku rasa kau yang ingin menemuinya, bukan aku.” kata Kai.


“Jangan banyak bacot kau! Diam dan cari dia sampai dapat!” teriak Ren menatap tajam Kai.


Kai terdiam melihat Ren marah padanya. Kai langsung saja kesal dan menyesal mengikuti Ren.


“Sial! Harusnya tadi aku tidak mengikutinya. Biarkan Ren sendiri yang mencari Reyna, sedangkan aku pergi menemui Andrew saja.” gumam Kai dengan kesal.


***


“Hm? Bukankah itu tempat acara yang aku lihat tadi pagi?” gumam Reyna.


“Anna, aku sudah membawanya.” salah satu membawa Reyna kedalam ruangan.


“Aku sudah menduga kalau kalian. Apa Cecilia dan Serena juga ikut dalam ini?” tanya Reyna dengan datar.


“Aku tidak tahu kalau otak kau berjalan. Kalau memang benar kami kenapa? Apa kau bisa melawan kami semua?” tanya Anna dengan senyum.


“Katakan saja apa yang kalian inginkan. Aku sama sekali tidak punya waktu untuk kalian semua.” jawab Reyna dengan dingin datar. Reyna malas menghadapi maupun menemani Anna dan yang lain.


“Kau akan tau nanti. Kau sama sekali tidak takut padaku. Kau punya berani yang kuat.” kata Anna.


Reyna : “……”


“Jika kau tidak bilang maka aku akan pergi sekarang juga. Kau pikir aku tidak tau apa yang ingin kau katakan.” kata Reyna dengan dingin.


Reyna ingin cepat pulang dan capek meladeni Anna dan yang lain. Reyna merasa kalau mereka sangat penakut dan hanya membuang waktunya.


“Tidak perlu terburu-buru, karena kau akan tau sebentar lagi.” kata Sara memberikan kode pada temannya. Temannya mengerti dan menarik rambut Reyna dengan kuat sampai Reyna terkejut.


BYURRR..


Teman Sara menaruk muka Reyna ke baskom besar. Reyna yang terkejutpun hampir sudah bernafas…

__ADS_1


“Akh… Apa yang kau lakukan Sialan!!” teriak Reyna sampai terbatuk-batuk.


“Ini hanya hukuman kecil untukmu.” kata Sara dengan senyum sinis.


“Aku juga punya hukuman lain karena kau sudah mendekati Ren.” kata Anna dengan senyum sinis.


Reyna melihat ada yang mendekatinya memegang pisau silet. Reyna melihat itu langsung tahu apa yang ingin mereka lakukan.


“Aku ingin lihat wajah cantikmu itu sampai lebih cantik lagi..” kata Anna dengan sinis.


Reyna yang sudah mau melewati batas kesabarannya hanya diam dan tangannya sudah mau ingin mencabik-cabiknya.


Tangan Reyna sudah ditahan dengan kuat. Temannya yang baru saja mau mendekati muka Reyna dan ingin mengoresnya langsung Reyna menendang tangannya dengan kuat karena teman Sara dan Anna menahan tangannya.


“Akh…”


Reyna langsung saja melepaskan kedua tangannya sampai mereka terjatuh. Reyna menarik salah satu dari mereka yang memasukkan mukanya di baskom.


Reyna langsung menahan kepalanya ke baskom dengan kuat. Teman Sarapun langsung memberontak ingin keluar dari baskom tapi tidak bisa karena Reyna menahan dengan kuat.


“Bagaimana rasanya? Hmm?” tanya Reyna dengan tajam dan sinis dan tidak melepaskan rambutnya.


Reyna memasukkan lagi mukanya ke baskom dengan kuat sampai dia hampir tidak bisa bernafas. Reyna melepaskannya dan mendorongnya ke samping.


“Uhuk… Uhuk…” Teman Sara sampai terbatuk-batuk dan mengatur nafasnya.


Sara, Anna dan teman yang lain terkejut melihat kelakuan Reyna.


“Kenapa, Hm..? Bukankah kalian yang ingin memberikan hukuman padaku dan memperingatiku? Tidak mau melawan lagi?” tanya Reyna dengan datar.


Anna dan Sara saling pandang terkejut melihat Reyna dengan tidak ampun pada Teman mereka.


“Tadi kalian ingin memperingatiku kan? Sekarang aku yang akan memperingati kalian semua.” kata Reyna dengan tajam dan intimidasi.


“Jangan coba mengusik aku lagi jika tidak ingin melukai kalian lebih dari ini.” kata Reyna dengan tajam dan langsung keluar dari ruangan.


“Hah~.. Harusnya aku lakukan ini dari awal dari pada membuang waktuku.” Reyna menghela nafas.


Reyna keluar dengan tasnya. Baru saja Reyna keluar sudah dihadang sama Cecilia dan Serena.


Reyna : “……”


“Apa lagi ini?”


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2