
"Apakah terjadi sesuatu kak?" tanya Harry.
"Ya. Rayna di culik, dan kami pergi menyelamatkannya." kata Calvin.
"Kak Rayna di culik?? Kenapa bisa??? Sekarang kak Rayna dimana? Apakah kak Rayna baik-baik saja?" Harry sampai berteriak dan langsung cemas dengan Rayna.
"Rayna tidak apa. Hanya saja tangannya sedikit lecet karena dia memaksa melepaskan ikatannya." kata Calvin.
"Rayna sedang pergi ke tempat teman Ren yang seorang dokter, untuk melihat lukanya. Awalnya kakak ingin menemaninya, tapi Rayna sangat cemas dengan Rachel dan Richie jadi menyuruh kakak balik dulu sama Reyna." jelas Calvin.
"Berarti kak Rayna nanti balik sendiri ke sini?" tanya Harry.
"Nanti Rayna sama Ren balik ke sini. Karena Ren juga ada luka juga, jadi sekalian saja di obati." kata Reyna keluar dari kamar Rayna.
"Bagaimana dengan Rachel dan Richie?" tanya Calvin ke Reyna.
"Sudah tidur. Aku juga sudah mengganti pakaian mereka." kata Reyna langsung duduk di sofa dan minum air.
"Kak Ren juga terluka?" tanya Harry. Harry sudah terbiasa memanggil Ren dengan namanya bukan memanggil Tuan lagi karena Reyna memaksa.
"Ya. Walaupun lukanya hanya memar dan bengkak sedikit." kata Reyna datar.
"Kenapa bisa? Bukankah kak Ren bisa bela diri? Aku tidak yakin kalau kak Ren bisa terluka." kata Harry dengan tidak percaya kalau Ren bisa terluka.
"Itu karena dia lengah dan berpikir yang tidak-tidak." kata Reyna dengan datar dan jawab sangat singkat.
"Berpikir yang tidak-tidak? Memangnya apa yang kak Ren pikirkan sampai dia lengah?" tanya Harry dengan penasaran.
"Memikirkan hal yang dia suka dan selalu ada di otaknya." jawab Reyna datar.
Harry semakin bingung dengan perkataan Reyna, Harry melihat ke kak Calvin hanya diam dan senyum tipis.
'Apa Ren selalu berpikir seperti itu selama di luar? Atau mungkin karena ada Reyna makanya selalu berpikir seperti itu?' batin Calvin.
__ADS_1
Calvin tidak berani bicara tentang Ren karena tau kalau Reyna sepertinya masih marah dengan Ren. Jika Calvin bicara tentang Ren, sudah pasti Reyna akan marah dan akan membanting barang di depannya.
Sifat Reyna seperti ini sangat mirip dengan Rayna, jika ada yang membuat mereka marah, pasti bicara hanya sedikit dan sangat singkat.
"Kau tidur saja Har. Ini sudah malam." kata Reyna.
"Tapi aku cemas dengan kak Rayna kak. Aku tidak bisa tidur jika tidak melihat keadaan kak Rayna." kata Harry merasa cemas dan ingin melihat Rayna.
"Jika kau tidak tidur, besok tidak bisa bangun pagi." kata Reyna.
"Walaupun aku tau tetap saja aku tidak bisa tidur kak." kata Harry.
"Jika menunggu mereka pulang, pasti bisa sampai jam 1. Apa itu tidak masalah bagi mu?" tanya Reyna.
"Tidak apa kak." kata Harry.
"Jika kau tidak tidur, kau tidak bisa pergi kerja Har. Rayna pasti akan baik-baik saja. Kau pergi tidur saja." kata Calvin.
"Besok aku minta izin kak. Karena siang mau ke sekolah. Sekolah minta semua murid ke sekolah untuk minta sidik jari untuk ijazah." kata Harry.
"Siang tadi sudah aku beritahu pak Satya, kak." kata Harry.
"Bagus jika sudah beritahu. Jika tidak nanti kau akan di tanya sama pak Satya." kata Reyna.
"Kak Reyna tenang saja. Aku sudah memberitahu pak Satya 3 hari lalu. Tadi siang aku hanya mengingatkan nya saja." kata Harry.
"Ok. Kalau begitu aku tidur duluan ya. Aku sudah sangat capek dan ingin istirahat." kata Reyna la langsung berdiri.
"Apa kak Reyna tidak menunggu kak Ren?" tanya Harry.
"Untuk apa aku menunggu singa mesum itu? Dari pada menunggunya mendingan aku tidur duluan dari pada khawatir dengannya." kata Reyna datar dan cuek dengan Ren.
'Singa mesum? Kenapa kak Ren di sebut singa mesum? Apa yang di lakukan kak Ren pada kak Reyna?' batin Harry dengan bingung.
__ADS_1
"Oh ya. Nanti kasih Rayna susu madu ya. Aku sudah membuatkan untuknya." kata Reyna.
"Ok. Terima kasih Reyna." kata Calvin.
"Dan juga, jika Ren ingin tidur, suruh dia tidur di kamar satu lagi. Jika dia tidak mau tidur saja di sofa, kalau tidak mau juga usir dia keluar dari sini dari pada di sini hanya bikin ribut." kata Reyna datar.
"Jika di masih tidak mau juga, maka aku tidak akan segan-segan mencincang cincangnya seperti semut." kata Reyna dengan dingin dan tajam. Reyna langsung masuk kamar dan menguncinya.
"Di usir? Mencincang? Kak Calvin, apa aku salah dengar apa yang barusan di bilang kak Reyna?" tanya Harry merasa terkejut dengan perkataan Reyna untuk mengusir dan mencincang Ren.
"Kau tidak tuli atau salah dengar, karena Reyna memang menyuruh Ren untuk tidur di luar dan tidak boleh tidur di kamar Reyna." kata Calvin.
"Apakah ada terjadi sesuatu pada mereka berdua?" tanya Harry.
"Ya. Mereka bertengkar. Walaupun di bilang bertengkar tidak juga sih. Tapi Ren yang mulai duluan dan telah membuat Reyna marah." kata Calvin.
"Apa yang di lakukan kak Ren pada Kak Reyna sampai kak Reyna marah?" tanya Harry.
"Hal seharusnya tidak boleh di lakukan oleh pacaran." Jawab Calvin datar.
"Apa maksud kakak?" tanya Harry dengan bingung.
"Kau masih kecil untuk mengetahui nya. Yang paling penting adalah Ren telah membuat kemarahan singa iblis betinanya meletus bagaikan gunung berapi." kata Calvin dengan datar.
Harry hanya mengangguk saja. Walaupun tidak tahu apa yang terjadi, yang pasti Harry tahu kalau kak Ren telah membuat Kak Reyna marah dengannya.
T.B.C
Maaf ya selalu malam update nya. πππ
Author sangat sibuk dan hanya bisa menulis dan update di malam hari. πππ
Terima kasih pada semua pembaca yang telah membaca novel Author.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment, dan vote supaya Author bisa ada semangat untuk menulis. βΊοΈβΊοΈβΊοΈ