Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 215 - EDGAR DAN RAYNA


__ADS_3

Pagi Rayna bangun dan langsung ke kamar mandi membersihkan diri.


Setelah 20 menit membersihkan dirinya langsung keluar kamar mandi. Rayna langsung melihat ke kasur melihat hanya ada Richie dan Clara. Rachel tidak ada di kasur membuat Rayna panik.


Rayna langsung melihat di balik selimut tidak ada Rachel membuat Rayna semakin panik. Rayna langsung keluar kamar mencari Rachel tetap saja tidak melihat Rachel membuat Rayna panik dan khawatir.


Rayna langsung saja mengeluarkan air matanya karena tidak menemukan Rachel. Rayna langsung ke kamar membangunkan Calvin.


"Kak... Hiks.. Hiks..." kata Rayna dengan pelan membangunkan Calvin sambil menangis terisak-isak.


Calvin yang merasa ada yang menggerakkan tubuhnya langsung membuka matanya dengan pelan.


"Ada apa?" tanya Calvin dengan suara serak seperti baru bangun tidur.


"Kak... Hiks... Hiks..."


"Ray? Kenapa? Loh?? Kenapa kau menangis?" tanya Calvin membuka matanya melihat Rayna menangis membuat Calvin terkejut.


"Hiks... Hiks..." Rayna menangis terisak-isak dan tidak berhenti.


"Kenapa Ray? Apa terjadi sesuatu?" tanya Calvin melihat Rayna menangis.


"Ra.. Rachel tidak ada kak... Hiks... A.. Aku sudah mencarinya di kamar dan di luar tidak ada.." kata Rayna dengan pelan sambil menangis.


"Rachel tidak ada? Tidak mungkin kan? Apa kau yakin sudah mencarinya?" tanya Calvin dengan terkejut mendengar Rachel tidak ada.


"Sudah kak.. Hiks..." kata Rayna dengan pelan.


"Ayo.. Aku pergi cari juga..." kata Calvin ingin menggerakkan tubuhnya tapi tidak bisa seperti ada yang memegang tubuhnya dengan erat.

__ADS_1


Calvin langsung melihat di dalam selimutnya, setelah melihat Calvin langsung tersenyum tipis.


"Ray.. Kau buka matamu dan lihat di depan mu." kata Calvin ke Rayna.


Rayna menghapus air matanya dan melihat ke Calvin. Calvin langsung menunjuk jarinya menyuruh Rayna melihat di depan nya.


Rayna langsung melihat yang di tunjuk Calvin langsung saja tersenyum dan lega. Ternyata Rachel tidur di samping Calvin dan memeluknya dengan erat dan tidak mau melepaskannya.


Malam tadi Rachel terbangun dan tidak melihat Calvin di sebelahnya membuat Rachel sedih karena Calvin tidak tidur dengannya.


Rachel turun dari kasur dan ingin keluar mencari Calvin, tapi baru saja turun dari kasur, Rachel melihat ternyata Calvin tidur di bawah dengan Harry.


Rachel tanpa berpikir panjang langsung mendekati Calvin dan masuk ke dalam selimut Calvin. Rachel memeluk Calvin dengan erat dan tidur dengan nyenyak.


"Sepertinya Rachel ingin tidur dengan ku. Karena dia tidak melihat aku di kasur langsung mencari aku, setelah melihat aku tidur di bawah, Rachel langsung tidur di samping aku." kata Calvin melihat Rachel yang tidur dengan nyenyak dan wajah polosnya.


"Kau membuat Mommy khawatir, Rachel. Mommy kira terjadi sesuatu padamu." kata Rayna memegang muka Rachel yang masih tidur.


"Aku juga tidak tahu kalau Rachel tidur di samping aku. Jika aku tahu, pasti aku tidak akan membiarkan Rachel tidur di bawah selimut kan." kata Calvin dengan lembut.


"Ya sudah. Aku keluar dulu membuat sarapan untuk kalian. Kak Calvin kalau masih ingin tidur, tidur saja kak. Masih ada waktu kakak untuk tidur sebelum pergi ke kantor." kata Rayna.


"Baiklah. Kau jangan memaksakan diri sendiri untuk memasak untuk Kita semua. Jika merasa capek, tidur saja." kata Calvin dengan senyum lembut.


"Tidak apa kak. Aku melakukan ini karena aku suka." kata Rayna dengan senyum langsung berdiri dan keluar kamar.


Sedangkan Calvin melihat Rayna keluar kamar langsung tersenyum dan bahagia melihat istrinya ingin melakukan terbaik untuk keluarga nya.


2 jam kemudian semuanya sudah bersiap siap makan sarapan mereka. Rayna juga menyiapkan bekal untuk Calvin, Rachel, Richie dan Clara. Untuk Reyna dan Harry nanti siang di antar Rayna sekalian mengantarkan pesanan menu makan siang di Heaven Corporation.

__ADS_1


Rayna juga menyiapkan bekal untuk Ren, tapi Ren menolak karena Ren tidak ingin merepotkan Rayna.


Setelah selesai makan, Ren dan Calvin langsung pergi ke kantor. Sedangkan Reyna dan Harry mengantarkan Clara, Rachel dan Richie ke sekolah mereka setelah itu baru ke perusahaan.


Di apartemen hanya tinggal Rayna dan kakek Edgar saja.


"Kakek, apa kakek aku buatkan kopi untuk kakek?" tanya Rayna ke kakek Edgar.


"Boleh." kata Kakek Edgar dengan senyum.


Rayna langsung menyiapkan kopi untuk kakeknya. Sedangkan Edgar melihat Rayna dengan tersenyum karena melihat Rayna perhatian padanya.


"Ini kek. Aku juga ada buat kue untuk kakek jika kakek mau makan." kata Rayna mengasih kue kecil di meja.


"Terima kasih Rayna. Kau memang sangat baik. Calvin sangat bersyukur memiliki istri perhatian seperti mu." kata Edgar dengan senyum.


"Tidak kok Kek. Bahkan aku merasa tidak berguna karena hanya bisa mengandalkan keuangan dari Kak Calvin dan Reyna saja. Aku rasa uang yang aku dapatkan dari pesanan makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak-anak." kata Rayna dengan pelan.


"Tidak kok. Kau sudah melakukan hal yang baik. Walaupun kau tidak bekerja kantor dan hanya mendapatkan uang tidak banyak, tapi setidaknya kau sudah berusaha mencari uang untuk kebutuhan keluarga mu." kata Edgar dengan senyum.


"Apa lagi kau sangat mirip dengan anak teman kakek, dia juga sama seperti mu yang perhatian, baik, dan cantik seperti mu. Dia mau melakukan apapun untuk keluarga nya." kata Edgar dengan senyum.


"Benarkah Kek?" tanya Rayna tersenyum mendengar perkataan Edgar. Rayna berpikir kalau Kakek Edgar akan marah, ternyata tidak.


"Tentu saja. Seorang istri itu bukan disuruh menyuruh atau menjadi pembantu di rumah. Tapi harus mendampingi suami di saat dia sedih, marah, maupun capek. Kau harus membantu Calvin dan mengatasi masalahnya. Jika Calvin tidak bisa mengatasinya maka kau membantu nya dan kalian mengatasinya bersama. Jangan biarkan Calvin mengatasinya sendiri karena setiap orang pasti tidak setiap saat bisa mengatasi masalahnya sendiri. Begitu juga dengan Calvin, dia juga akan membantu mu jika kau ada masalah." kata Edgar dengan senyum.


"Baik kek. Aku akan ingat." kata Rayna dengan senyum.


Rayna dan Edgar langsung berbicara berdua dengan banyak sampai mereka tertawa dan senyum bersama.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2