Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 158 - REYNA MENGOMEL


__ADS_3

Di gedung sebelah hotel, Rayna di dalam mobil Ren sedang menuggu Reyna dan Calvin. Rayna merasa tidak tenang dan takut terjadi sesuatu pada Reyna dan Calvin.


"Kau jangan cemas begitu. Aku yakin Rey akan baik-baik saja." kata Ren melihat Rayna sangat cemas dan tidak tenang.


"Ta-tapi aku takut terjadi sesuatu padanya Tuan." kata Rayna.


"Dia akan baik-baik saja. Bukankah Calvin ada bersama dengannya? Aku yakin Rey akan baik-baik saja." kata Ren dengan pelan. Ren tau Reyna pasti akan baik-baik saja karena dia sudah banyak menghadapi wanita seperti itu.


"Um..." Rayna mengangguk, tapi hatinya tidak tenang.


Tok~ Tok~


"Reyna?" Rayna mengangkat kepalanya melihat Reyna di luar mobil. Rayna langsung saja keluar dari mobil dan memeluk Reyna.


"Apa kau tidak apa? Kau tidak ada yang terluka kan?" tanya Rayna dengan cemas.


"Aku tidak apa. Jangan khawatir." kata Reyna dengan lembut dan tersenyum.


"Apa terjadi sesuatu Rey?" tanya Ren melihat Reyna seperti memaksakan senyumnya. Rayna yang mendengar itu langsung saja melihat Reyna dengan teliti.


"Beneran tidak apa. Kita pergi cari makan dulu ya baru ke rumah sakit." kata Reyna.


"Bagaimana dengan mobilmu Rey?" tanya Ren.


"Aku sudah menyuruh seseorang menjemputnya nanti." kata Reyna masuk kedalam mobil belakang.


"Siapa yang jemput?" tanya Ren penasaran.


"Teman. Jangan kau pikirkan yang aneh-aneh." kata Reyna melihat Ren sudah mulai berpikir aneh-aneh.


"Baiklah." kata Ren.


"Ray, kau di belakang saja ya. Biar aku di depan." kata Calvin dengan lembut. Rayna hanya mengangguk dan pindah ke belakang.


"Jadi, kita mau pergi makan di mana nona muda?" tanya Ren.


"Sepertinya aku ingin makan seafood." kata Reyna.


"Siang hari begini mana ada jualan seafood. Yang ada jualan sore hari baru buka." kata Ren.


"Kalau begitu terserah padamu." kata Reyna.


"Rayna mau makan apa?" tanya Ren.


"Aku mau makan soto. Apakah boleh?" tanya Rayna.


"Tentu saja. Kita pergi makan soto. Tidak apa kan Rey?" kata Ren melihat ke Reyna.


"Tentu saja. Mendingan cepat jalan karena aku sudah kelaparan." kata Reyna dengan datar.


"Ok Tuan putri sekalian. Kita langsung berangkat." kata Ren langsung menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit di jalan, akhirnya sampai di warung soto.


"Kenapa berhenti Ren? Apa kita sudah sampai?" tanya Reyna.


"Sudah sampai. Tapi aku melihat warungnya tidak buka." kata Ren melihat warungnya tertutup.


"Kenapa di tutup?" tanya Reyna.


"Tidak tau. Apa kita cari makan yang lain?" tanya Ren.


"Apa saja boleh. Yang penting makan nasi." kata Reyna.


"Sepertinya semua toko pada tutup." kata Calvin melihat satu deret toko kiri dan kanan tutup semua.


"Kenapa tutup semua? Gimana kita bisa makan kalau semua warung pada tutup." kesal Reyna melihat sekeliling memang semua toko pada tutup.


"Kenapa kau begitu kesal? Apa kau sangat lapar Rey?" tanya Ren tiba-tiba berbunyi suara..


Kryuu~


"Aku sudah sangat lapar tau. Aku ingin makan nasi." teriak Reyna di mobil sampai semua orang didalam menutup telinga mereka.


"Apa yang bisa kita makan kalau semua warung pada tutup?" tanya Ren.


"Apa kau mau makan roti saja dulu?" tanya Calvin.


"Roti tidak membuat aku kenyang. Aku ingin makan nasi." kata Reyna dengan lemas.


"Sepertinya di sana ada jual nasi goreng seafood." kata Ren.


"Kalau begitu Ren, kita pergi makan di sana." kata Reyna dengan cepat.


"Ok." Ren langsung putar balik ke warung jalanan.


"Kalian mau makan apa?" tanya Ren.


"Aku apa saja tidak masalah." kata Calvin.


"Aku juga sama." kata Rayna.


"Kalau kau Rey?" tanya Ren.


"Nasi goreng seafood, nasi goreng ayam, kwetiau goreng seafood, kwetiau goreng ayam. Semuanya jumbo." kata Reyna membuat Calvin dan Rayna terkejut.


"Ok. Apa kita makan di sini saja?" tanya Ren.


"Bungkus saja, kita makan nanti makan di mobil saja." kata Reyna melihat banyak orang yang makan di tempat.


"Ok." kata Ren langsung mengambil dompet dan keluar mobil pesan nasi goreng.


"Reyna, apa kau yakin makan habis semuanya?" tanya Rayna.

__ADS_1


"Ya. Aku memang makan banyak." kata Reyna.


Setelah pesanan selesai dan di bungkus Ren langsung bayar dan masuk ke dalam mobilnya.


"Kita mau makan dimana? Tidak mungkin di tengah jalan kan? tanya Ren.


"Apa kita makan di rumah sakit saja? Disana ada tempat untuk makan." kata Reyna.


"OK." kata Ren langsung melajukan mobil ke rumah sakit.


Setelah 20 menit sampai rumah sakit. Ren langsung meminta antrian untuk tes DNA. Sedangkan Reyna dan yang lain langsung ke rumah sakit belakang untuk makan siang.


"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan nomor antrian?" tanya Reyna melihat Ren kembali.


"Ya. Sepertinya antriannya panjang bisa sekitar 2 jam-an." kata Ren.


"Tidak apa. Kita jadi bisa makan santai dan tidak terburu-buru." kata Reyna.


Ren hanya mengangguk saja dan mulai makan siang.


"Rayna makan mu sangat sedikit. Apa tidak enak?" tanya Reyna.


"Tidak. Makanannya enak kok. Aku hanya tidak bisa makan banyak." kata Rayna.


"Makan agak banyak Rayna. Nanti darah kita akan di ambil untuk tes DNA, jika kau makan sedikit nanti kau bisa pingsan." kata Reyna mengasih nasi gorengnya ke Rayna.


"Benar Ray. Makan banyak sedikit. Aku tidak mau kau pingsan nanti." kata Calvin.


"Baiklah." Rayna makan lagi nasi gorengnya. Rayna memang makan sedikit sudah kenyang, tapi Rayna bisa cepat lapar.


"Apa wanita itu lemah?" tanya Ren.


"Siapa?" tanya Reyna.


"Wanita di hotel yang telah berani melawan mu." kata Ren.


"Hanya wanita lemah. Sok bisa mengambil perhatian orang lain." kata Reyna dengan kesal.


"Sepertinya kau tidak puas melawannya." Kata Ren tahu kalau Reyna pasti tidak puas melawan wanita di hotel tadi.


"Bagaimana tidak puas? Aku hanya bilang melihat CCTV saja dia sudah tidak berkutik." kata Reyna.


"Biasanya memang seperti itu. Orang yang sudah memiliki bukti kuat pasti lawannya sudah tidak bisa melawan." kata Ren.


"Tetap saja aku masih merasa tidak puas." kata Reyna menggerutu.


"Sudah jangan di pikirin lagi. Mana tau nanti kau bisa mendapatkan lawan yang setara dengan mu." kata Ren.


Reyna yang masih tidak merasa puas makan dengan perasaan kesal dan terus menggerutu. Reyna tidak berhenti-henti mengomel sampai dia puas.


Rayna dan Calvin hanya diam mendengarkan Omelan Reyna sama wanita di hotel itu yang menurut Reyna sangatlah lemah. Sedangkan Ren mendengar dan menenangkan Reyna.

__ADS_1


__ADS_2