
“Reyna, apa benar ini perusahaan temanmu?” tanya Yuna menatap gedung perusahaan di depannya sangat besar.
“Ya. Ayo masuk kedalam.” kata Reyna
Reyna dan Yuna langsung masuk kedalam Heaven Corporation dan pergi ke lantai 8 naik Lift. Setelah di lantai
8, Yuna menatap tidak percaya di lantai 8 semua barang kelihatan pada mahal semua.
“Selamat datang nona.” kata pak Satya melihat Reyna dan Yuna sudah didepan pintu ruangan CEO.
“Sore pak Satya.” kata Reyna dengan senyum.
“Perkenalkan ini teman aku Yuna. Yuna ini pak Satya dia adalah orang yang bertanggung jawab di perusahaan
Heaven.” kata Reyna.
“Sore pak. Senang berkenalan dengan anda.” kata Yuna dengan senyum berjabat tangan dengan pak Satya.
“Selamat datang di Heaven Corporation.” kata pak Satya dengan senyum.
“Pak Satya ini formulir dan bon untuk meja dan sofa di ruang CEO. Nanti orangnya akan mengantarkan ke sini, nanti bapak terima saja. Pastikan yang aku pesan tidak ada yang tergores atau bekas sedikit saja. Jika ada langsung saja complain pergi ke toko itu.” kata Reyna mengasih bon dan formulir ke pak Satya.
“Baik nona. Nanti akan saya lakukan. Apakah nona membeli meja kantor sebanyak 2 buah?” tanya pak Satya
melihat di bon tersebut ada pesan 2 meja.
“Ya. Saya pesan 2 paket meja dan kursi untuk di apartemen aku.” jawab Reyna dengan santai.
Yuna terkejut mendengar bahwa dia akan membawa paket meja kantor ke apartemannya.
“Reyna, apa kau yakin akan membawa ke apartemenmu? Bukankah itu milik perusahaan ini? Kenapa kau
mengambilnya?” tanya Yuna berbisik ke Reyna.
Reyna tersenyum mendengar perkataan Yuna. “Tidak apa Yuna. CEO disini memang akan memberikan aku 1 paket
meja kantor untuk aku. Karena aku sudah memilih barang yang dia mau, jadinya sebagai terima kasih dia mengasih aku hadiah apapun yang aku mau. Jadi aku memilih meja paket itu.” kata Reyna dengan santai.
__ADS_1
“Apa kau serius Reyna?” tanya Yuna dengan terkejut.
“Yup.” jawab Reyna dengan santai.
“Kau memang beruntung punya teman baik seperti CEO di Heaven Corporation ini.” kata Yuna kagum dengan Reyna.
Reyna hanya tersenyum, sedangkan pak Satya hanya senyum tipis mendengar kalau CEO Heaven Corporation akan memberikan hadiah pada Reyna karena telah membantu membelikan peralatan kantor untuk ruang CEO, padahal yang membelinya adalah CEO nya sendiri.
'Bagaimana reaksi teman nona Reyna ini jika tau kalau CEO Heaven Corporation adalah nona Reyna sendiri?’ batin pak Satya.
“Apa kau ingin ikut denganku melihat keliling perusahaan ini?” tanya Reyna.
“Tentu saja Reyna. Aku sudah sangat penasaran dengan perusahaan besar ini semenjak didepan pintu.” kata Yuna dengan cepat.
“Baiklah. Ayo kita keliling perusahaan ini.” kata Reyna langsung jalan dengan Yuna berkeliling perusahaannya.
Disisi lain suatu tempat…..
Ren sedang santai memakan cemilan sambil menonton TV.
Ping!
Ren hanya tersenyum tipis membaca pesan dari Andrew kalau ingin tau keberadaanya. Ren biarkan saja pesannya dan tidak membacanya. Ren pasti tau itu pasti dari mereka menyuruh Andrew untuk memberitahukan keberadaannya. Dan tentu saja Ren tidak akan memberitahu keberadaannya karena yang ada mereka suka ribut dan bertanya yang aneh-aneh.
“Siapa yang mau memberitahukan keberadaan aku pada mereka? Jika kalian memang ingin bertemu denganku maka cari saja dengan cara kalian sendiri.” kata Ren dengan santai sambil menonton TV.
“Siapa yang mau pergi ke acara begituan? Hanya orang yang hanya ada tidak ada kegiatan saja yang ingin pergi
ke acara begituan. Acara yang tidak begitu penting bagiku, ngapain aku ikut. Walaupun kalian tahu keberadaan aku pastinya aku akan pergi ke tempat lain sampai kalian tidak bisa menemukanku.” Ren mengendus kesal.
Ren tidak akan mau pergi ke acara yang tidak begitu penting baginya walaupun itu sangat penting untuk keluarganya. Ren tidak suka ada yang mendekati untuk mendapatkan perhatian dan mendapatkan keuntungan. Maka dari itu Ren sangat tidak suka pergi ke acara apapun, walaupun itu acara bisnis penting orang tuanya.
Ren mendengar ada yang telpon langsung saja melihatnya dan ternyata Andrew menelponnya. Ren langsung memutar bola matanya yang kelihatan sangat malas untuk menjawab telpon itu.
Jika Ren menjawab telpon dari Andrew sudah pasti bukan Andrew yang telpon, pasti temannya yang sangat ingin
bertemu dengannya. Jika Ren menjawab pasti yang ada mereka tidak akan berhenti bicara.
__ADS_1
Teman Ren pernah membuatnya pingsan dan membawanya hanya karena Ren tidak mau ikut ke acara bisnis. Oleh karena itu Ren dalam seminggu ini tidak mau pergi kampus karena pasti cepat atau lambat mereka ingin cepat bertemu dengannya. Jika Ren bertemu dengan mereka yang ada pasti mereka akan melakukan hal yang sama yaitu membuat pingsan dan memaksanya pergi.
Ren melihat Andrew dan Kai tidak berhenti menelpon dan chatting dengannya membuat Ren kesal.
“Apa mereka tidak bisa membuat aku tenang?? Ini membuat aku tidak bisa santai nonton.” kata Ren mengendus kesal melihat Andrew dan Kai tidak berhenti menelponnya.
Ren langsung saja meng silent suaranya supaya mereka tidak menggangu istirahatnya dan melanjutkan nontonnya.
***
“Bagaimana Andrew? Apa Ren menjawab?” tanya seorang pemuda.
“Tidak, bahkan pesan aku tidak dibacanya.” jawab Andrew dengan menaikkan kedua bahunya. Andrew memperlihatkan pada temannya.
“Sial! Ren tidak mau menjawab telpon maupun membaca pesan kita.” kata pemuda lain dengan kesal melihat Ren tidak membaca pesan mereka.
“Apa kita perlu melakukan hal yang sama supaya dia ikut dengan kita?” tanya pemuda ke 3.
“Aku merasa melakukan hal yang sama dengannya tidak akan mempan dengannya. Karena Ren itu tidak bodoh akan kena untuk yang ke dua kalinya.”
“Bahkan kita tidak bisa melacak keberadaannya. Ren benar ahli dengan hal beginian.”
“Terus, apa yang harus kita lakukan padanya supaya bisa ikut acara itu? Jika dia tidak bisa ikut maka kita akan kena marah sama dia. Dia orangnya sangat cerewet jika Ren tidak ikut acara itu.”
“Sepertinya kita harus mencari cara lain supaya Ren harus ikut dengan kita.”
“Dia? Siapa yang kalian maksud?” tanya Kai dengan bingung.
“Apa orang tuanya?” tanya Andrew.
“Bukan orang tua Ren. Tapi seorang gadis yang cerewet.” jawab Temannya.
“Gadis?” tanya Andrew dan Kai dengan terkejut.
“Siapa gadis itu? Kenapa dia sangat ingin Ren ikut acara itu?” tanya Andrew.
“Tentu saja supaya mendapatkan Ren. Seingat aku mereka akan segera dijodohkan sama orang tua mereka berdua.” jawab Temannya dengan santai.
__ADS_1
“Jodoh? Ren akan dijodohkan sama orang tuanya?” tanya Andrew dengan terkejut, bahkan Kai juga ikut terkejut.
‘Jika Ren dijodohkan sama orang tuanya, kalau begitu bagaimana dengan Reyna? Apa Ren akan berpisah dengan Reyna?’ batin Andrew.