Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 212 - HANYA TUNGGU HASIL


__ADS_3

"Tanah? Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Ren dengan bingung. Ren tidak tahu apa yang sedang di bicarakan oleh Reyna dan Calvin.


"Kecilkan suara kalian berdua. Yang lain sedang tidur." kata Reyna menyuruh Calvin dan Harry mengecilkan suara mereka.


"Apa kau yakin kalau perusahaan Ryuujin yang membeli tanah rumah orang tua aku Reyna?" tanya Calvin.


"Ya. Buktinya di Kertas yang tertempel di rumah kalian itu tertanda lambang keluarga Ryuujin." kata Reyna.


"Lambang?" tanya Calvin dengan bingung. Begitu juga dengan Harry.


Calvin langsung membuka HP-nya dan melihat gambar yang telah di fotonya.


Setelah Calvin dan Harry melihat, mereka tidak ada melihat ada lambang keluarga Ryuujin atau nama perusahaan Ryuujin.


"Dimana Reyna? Aku tidak melihat ada lambang di kertas?" tanya Calvin dengan bingung.


"Foto sudut kanan bawah, ada lambang yang transparan warna putih kan?" tanya Reyna.


"Ya. Disini memang ada gambar di sudut kanan bawah. Aku kagum dengan mu bisa melihat gambar ini." kata Calvin.


"Walaupun transparan dan warna putih, jika di lihat baik-baik maka akan terlihat gambar di sana." kata Reyna.

__ADS_1


"Terus, kenapa kau bilang kalau gambar ini adalah lambang keluarga Ryuujin?" tanya Calvin.


"Tentu saja aku tau, karena keluarga Ryuujin setiap ada yang menjual aset atau asetnya di tarik, maka mereka akan menggunakan lambang mereka sebagai bukti kalau itu adalah milik mereka." kata Reyna.


"Tanya saja sama Ren dan berikan Ren gambar itu padanya." kata Reyna.


Ren yang dari tadi diam saja karena tidak tahu apa yang Reyna dengan Calvin bicarakan, tapi setelah mendengarkan percakapan mereka akhirnya Ren tahu kalau rumah Calvin di beli oleh perusahaan nya.


"Ren, coba kau lihat. Apakah benar kalau tanah ini memang perusahaan kalian yang beli." kata Calvin memberikan HP-nya pada Ren.


Ren langsung melihat foto itu memang ada lambang keluarga nya. Ren mendengar ada yang memberikan aset rumah pada papa. Tapi Ren tidak ingin tahu lebih lanjut atau ingin tahu kenapa, karena itu bukan masalahnya.


Calvin dan Harry terkejut mendengar perkataan Ren, kalau rumah di beli oleh keluarga Ren.


"Jadi, memang benar kalau rumah kita di beli oleh mu Ren?" tanya Calvin.


"Ya. Memangnya apa yang terjadi? Kenapa kalian mau menjual rumah kalian pada keluarga aku?" tanya Ren. Ren tidak tahu masalah keluarga Calvin.


"Orang tua mereka menjual aset rumah mereka dan membawa semua uangnya kabur ke luar negeri." kata Reyna.


"Apa?? Apa kau yakin? Kenapa mereka mau melakukan itu?" tanya Ren dengan terkejut.

__ADS_1


"Entahlah. Maka dari itu aku ingin kau memeriksa atas nama siapa yang menjual rumah mereka. Kau bisa mendapatkannya langsung kan?" tanya Reyna.


"Tentu saja. Aku rasa 10 menit sudah dapat siapa yang menjual rumah itu." kata Ren dengan percaya diri.


"Benarkah? Apa kau bisa mendapatkannya secepat itu?" tanya Calvin dengan tidak percaya.


"Ya. Dimana alamat rumah kalian?" tanya Ren.


"Di jalan B no.888" jawab Harry.


Ren langsung membuka hpnya dan mengirimkan alamatnya ke suruhan papanya. Setelah selesai kirim alamatnya, Ren langsung telpon Orangnya.


"Cari informasi siapa yang menjual alamat rumah yang barusan aku kirim. Aku ingin 10 menit sudah kasih informasinya ke aku." kata Ren setelah itu baru tutup telponnya.


"Selesai. Sekarang hanya tinggal nunggu balasannya saja." kata Ren dengan santai.


Calvin dan Harry terkejut melihat Ren hanya mengasih alamatnya pada seseorang dan hanya tinggal tunggu hasilnya saja. Bukankah ini terlalu gampang?


Calvin merasa jika jadi orang kaya seperti keluarga Ren hanya gampang tinggal di suruh dan hanya menunggu hasil saja. Menjadi orang kaya memang sangat berbeda.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2