Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 250 - BERTEMU SARA


__ADS_3

"Mommy, Rachel ingin bonek itu." kata Rachel melihat bonek yang di pajang di depan toko.


"Tidak untuk hari ini, Rachel. Bukankah Rachel sudah banyak boneka di rumah?" tanya Rayna dengan pelan.


"Tapi Rachel ingin boneka itu Mommy... Boleh ya...." Rachel mau merengek supaya Rayna mau membelikannya boneka.


"Biar Grandma yang beli kan untuk mu." kata Siska yang melihat Rayna tidak mau membelikan boneka untuk Rachel.


"Tapi Ma..." Rayna tidak ingin Rachel menjadi anak yang manja, makanya tidak ingin menuruti permintaannya. Tapi Siska malah membelikan boneka untuk Rachel.


"Benarkah Grandma?" tanya Rachel.


"Tentu saja."


"Waii.... Makasih Grandma.." Rachel teriak senang.


"Mama..." Rayna merasa ingin protes.


"Tidak apa. Anggap saja ini hadiah untuk cucu Mama." kata Siska.


Siska langsung masyk ke toko Boneka dan membelikan boneka untuk Rachel. Rachel sangat senang bisa dapat boneka yang diinginkannya.


"Kenapa Ray?" tanya Reyna.


"Tidak. Tidak apa." jawab Rayna.


"Kau jangan khawatir, Mama juga pasti mengerti apa yang kau pikirkan. Mama tidak akan mengajarkan Rachel yang tidak tidak." kata Reyna.


Rayna hanya mengangguk saja. Rayna melihat Rachel sangat senang dapat hadiah dari Siska membuat Rayna tersenyum.


***


"Bagaimana dengan yang ini?" tanya Siska.


"Bagus, Ma."


"Kalau yang ini?"

__ADS_1


"Ini juga bagus."


"Kalau begitu kita beli ke dua duanya."


"Ma, apa tidak terlalu banyak?" tanya Rayna merasa tidak ingin menerimannya.


"Tidak. Ini harus kau terima. Mama juga beli untuk Reyna. Apalagi kau adalah anak Mama, sudah pasti Mama akan membelikan kebutuhan mu. Walaupun kau sudah menikah, tetap saja sebagai orang tua tidak mungkin memberikan hadiah untuk pernikahan mu." kata Siska dengan tegas.


"Nanti mama juga akan membelikan emas untuk hadiah pernikahan mu." lanjut Siska.


Rayna melihat ke Reyna supaya membujuk Mama, tapi sayangnya Reyna hanya tersenyum dan mengangkat tangan kalau dia tidak bisa berbuat apapun. Akhirnya Rayna terpaksa menerimanya.


Siska langsung menuju ke kasir untuk bayar baju, Reyna juga pergi menemani Siska. Sedangkan Rayna melihat baju yang lain bersama Rachel dan Richie.


"Hm... Bukankah kau Rayna?" Seorang wanita tiba tiba melihat Rayna.


Rayna mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh ke arah suara. Rayna terkejut melihat orang yang memanggilnya.


"Sedang apa kau di sini? Apa mungkin kau bekerja jadi melayani pelanggan?" tanya wanita itu dengan sinis.


"Belanja? Apa aku tidak salah dengar?" Wanita itu langsung tertawa mendengar kalau Rayna belanja di Mall bahkan di toko baju desainer terkenal.


"Aku tidak berbohong." kata Rayna yang memegang tangan Rachel dan Richie dengan erat.


"Kau jangan berbohong pada ku, Rayna. Tidak mungkin kau hanya penduduk miskin tidak mungkin bisa membeli satu baju di toko ini." kata Sara.


Rayna hanya diam saja, karena apapun yang di bilangnya tidak akan percaya oleh Sara.


Rachel dan Richie awalnya ingin marah pada orang yang telah meledek Mommy mereka, tapi setelah melihat Mommy memegang tangan mereka dengan erat akhirnya mereka diam saja.


Mereka tahu kalau Rayna sedang menahan emosinya. Akhirnya Rachel dan Richie hanya menatap tajam Sara.


"Apa? Jangan bilang kalau mereka anak haram mu?" tanya Sara melihat Rayna sedang mengandeng tangan Rachel dan Richie.


"Kami bukan anak Haram! Jangan menjelek Mommy Rachel." teriak Rachel yang sudah tidak tahan mendengar kalau Mommynya di kena ejek.


"Bukankah memang benar? Dan lagi kalian memang anak yang tidak tahu diri. Dari mana kau belajar seperti pada orang yang lebih tua dari mu?" kata Sara dengan mengsilangkan tangan di dadanya.

__ADS_1


"Bukankah tante yang duluan memaki Mommy Rachel? Kenapa Rachel harus bilang baik pada Tante yang telah membuat Mommy sedih?" tanya Rachel dengan berani dan tidak takut pada Sara.


"Kau anak kurang ajar, beraninya bilang seperti itu padaku." Sara dengan marah mendekati Rachel dan ingin menamparnya.


PLAK


Rayna melindungi Rachel dan dia yang kena tamparan dari Sara. Sara yang melihat Rayna melindungi Rachel awalnya terkejut seketika langsung tersenyum.


"Waw... Sepertinya kau sangat sayang dengan anak haram mu itu." kata Sara dengan senyum.


"Mommy...." Rachel sudah mau menangis melihat Rayna kena tampar sama Sara karena melindunginya.


"Jangan menyakiti Mommy ku." Richie langsung di depan Rayna dan Rachel supaya melindungi Mommy dan adiknya.


"Sepertinya kau sangat di sayangi sama anak haram mu. Bukankah kau sangat hebat?" Sara dengan senyum agak kagum melihat Richie melindungi Rayna.


"Apa yang kau mau dengan ku? Jika tidak ada jangan menganggu kami." kata Rayna dan memegang tangan Richie supaya tidak kena pukul sama Sara.


Rayna ingin cepat Sara pergi. Rayna tidak menyangka akan bertemu dengan Sara di Mall, apalagi sara telah mengatakan Rachel dan Richie anak haram membuat Rayna menahan amarahnya.


Rayna rasanya ingin menampar mulut Sara yang telah mengatakan anaknya anak haram, tapi Rayna juga tidak ingin membuat keributan di Toko orang.


Tanpa mereka ketahui kalau sudah banyak orang yang telah melihat kejadian mereka. Semua orang di toko berbisik-bisik satu sama lain karena Sara bicara dengan suara agak keras.


"Ok, setelah ini kita pergi cari minum, pasti Rachel dan Richie sudah kehausan." kata Siska yang baru saja selesai membayar baju di kasir.


"Ma, sepertinya ada terjadi masalah." kata Reyna melihat banyak orang di dalam.


"Ada apa ya? Apa mungkin ada perkelahian?" tanya Siska dengan penasaran.


"Ayo kita pergi lihat Ma. Aku takut terjadi sesuatu pada Ray dan anak-anak." kata Reyna.


"Baiklah, Ayo." kata Siska.


Reyna mengambil belanjaan bajunya dan pergi dengan Siska melihat keributan.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2