
"Kak Calvin? Bahkan kak Rayna juga bersamanya." gumam Clara melihat Calvin dan Reyna di depannya tapi Clara langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat karena dia berpikir kalau kakak nya sudah meninggal dan tidak mungkin hidup lagi.
Calvin hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya. Sedangkan Reyna hanya diam saja tersenyum tipis.
"Anda siapa ya?" tanya Clara.
"Apa kau tidak mengenal aku?" tanya Calvin dengan senyum. Calvin merasa lucu melihat tingkah adiknya.
"Tidak. Tuan siapa? Dan ada keperluan apa di rumah ini?" tanya Clara menggelengkan kepalanya.
"Aku teman Harry. Apa aku boleh masuk ke dalam?" kata Calvin dengan senyum.
"Oh, teman kak Harry. Silakan masuk ke dalam." kata Clara langsung mempersilahkan Calvin dan Reyna masuk.
"Kak, teman kakak datang kenapa dibiarkan dia masuk ke dalam?" tanya Clara.
Harry langsung bingung mendengar perkataan adiknya. Berapa detik kemudian langsung tersenyum, Harry tahu pasti adiknya tidak mengenal Kak Calvin.
"Kak, aku ke kamar mandi dulu ya. Pastikan berikan teman kakak minum." kata Clara langsung ke kamar dan mandi.
Harry, Calvin, dan Reyna hanya tersenyum melihat perkataan Clara yang langsung masuk ke dalam kamar.
"Sepertinya adik kalian sangat polos. Bahkan dia tidak sadar kalau kakak nya ada di depannya." kata Reyna dengan senyum.
"Sepertinya ini akan sangat menarik jika seperti ini terus. Bagaimana? Apa kau mau lanjut Cal?" lanjut Reyna.
"Boleh juga. Melihat tingkah lakunya sangat gemes dan lucu." kata Calvin dengan senyum.
"Mau sampai kapan kak?" tanya Harry.
"Tidak lama. Sampai kita ke apartemen Reyna saja." kata Calvin.
__ADS_1
"Baiklah."
Rachel yang masih fokus ke gambarnya dan tidak sadar kalau Papa dan Aunty nya datang. Sedangkan Richie melihat papa dan Aunty nya datang langsung mendekati mereka.
"Papa datang?" tanya Richie mendekati Calvin.
"Ya. Papa menjemput kalian berdua." kata Calvin langsung menggendong Richie dan mencium pipinya.
Calvin selalu mencium pipi Richie, Rachel dan Rayna setiap Calvin pulang ke rumah. Ini sudah menjadi kebiasaan Calvin pada keluarganya. Ini membuktikan kalau dia mencintai keluarganya.
"Apa kita akan tinggal bersama lagi?" tanya Richie.
"Tentu saja. Maka dari itu papa menjemput kalian berdua. Kita akan tinggal bersama dan tidur bareng lagi." kata Calvin dengan senyum.
Richie langsung tersenyum mendengar akan tinggal bersama papa dan mamanya karena Richie ingin tidur dengan papa dan mamanya karena sudah beberapa hari ini tidur bersama Rachel terus.
"Rachel, kau ngapain? Apa kau tidak sapa teman Paman?" tanya Harry dengan senyum melihat Rachel sangat sibuk dengan kerjaannya.
"Jangan mengganggu Rachel paman, Rachel sedang fokus." kata Rachel yang masih fokus dengan gambarnya.
15 menit kemudian Clara keluar dari kamar nya karena baru selesai mandi. Clara langsung terkejut melihat Richie tertawa dan senang bicara dengan Calvin. Clara sangat jarang melihat keponakannya tersenyum pada orang asing.
"Kau sudah selesai mandi?" tanya Harry.
"Sudah kak." kata Clara.
"Ganti bajumu. Kita mau keluar." kata Harry.
"Kemana kak malam malam begini?" tanya Clara.
"Sudah jangan banyak tanya. Ganti baju sekarang." kata Harry menyuruh Clara cepat ganti baju.
__ADS_1
Clara hanya menurut langsung masuk kamarnya dan ganti bajunya. Clara masih bingung malam begini mau ke mana. Ditanya pada Harry pun juga percuma karena melihat Harry tidak mau menjawab.
"Rachel, kau juga pergi ganti baju. Kita pergi keluar." kata Harry.
"Rachel tidak mau. Rachel mau di rumah saja." kata Rachel yang masih fokus pada gambarnya.
"Apa kau yakin? Nanti kau akan menyesal jika tidak ikut loh." kata Harry dengan senyum.
"Tidak mau. Titik." kata Rachel dengan tegas.
Richie langsung mendekati Rachel dan berbisik sesuatu di telinga Rachel. Rachel awalnya tidak mau mendengarkan tapi mendengar bisikan kakaknya langsung berhenti dan melihat ke kakaknya.
"Apa kakak serius? Kakak tidak bohong kan pada Rachel?" tanya Rachel.
"Tentu saja. Sekarang Kau pergi ganti bajumu. Kita akan pergi sekarang. Jika kau tidak mau, kau tidak dapat bagian mu." kata Richie.
"Baiklah. Rachel pergi ganti baju." kata Rachel langsung berdiri dan ke kamar ganti baju.
"Apa yang kau katakan padanya Richie?" tanya Harry penasaran.
"Rahasia." jawab Richie datar.
"Kau sangat tidak bisa ajak bekerja sama.." kata Harry dengan kesal.
"Biarin. Itu salah paman sendiri karena pelit." kata Richie langsung pergi dan mendekati Calvin.
"Hish... Anak menyebalkan dan dingin pula lagi." kata Harry dengan kesal pada Richie.
Setelah Rachel dan Clara ganti baju, mereka semua langsung pulang ke apartemen Reyna. Rachel dan Clara tidak tahu mereka akan pergi ke apartemen Reyna.
Clara tidak mengenal Reyna dan Calvin berpikir kalau mereka akan pergi makan.
__ADS_1
Sedangkan Rachel dari tadi ingin fokus pada gambarnya dan tidak tahu kalau pergi ke apartemen Reyna. Bahkan Rachel tidak tahu kalau Reyna dan Calvin datang menjemputnya karena di kepalanya hanya ingin fokus dan ingin cepat menyelesaikan gambarnya.
T.B.C