Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 260 - SANGAT NYAMAN


__ADS_3

"Daddy apa rumah hantu memang seperti ini?" tanya Richie.


"Ya. Kenapa? Apa kau takut?" tanya Calvin.


"Tidak, Daddy. Bahkan membuat aku bersemangat." kata Richie dengan senyum.


Calvin tersenyum mendnegar Richie tidak takut. Ternyata keberanian Calvin turun ke Richie. Calvin bisa merasakan kalau Richie hanya santai saja dan sama sekali tidak takut.


"Daddy.. bukankah itu kak Mira?" tanya Richie melihat Mira duduk di lantai sambil menutup mukanya dengan kedua kakinya.


"Kenapa dia ada di sini? Di mana Reyna dan Ren?" tanya Calvin melihat sekeliling tidak ada Reyna dan Ren.


Calvin mendekati Mira. Calvin ada mendengar suara tangisan. Calvin tahu kalau Mira sedang menangis.


"Mira."


Mira tersentak karena ada yang memanggil namanya. Mira langsung membuka matanya dan mendogak kepalanya.


"Hiks... Hiks...." Mira menangis dengan ketakutan.


"Mira kenapa duduk di sini? Reyna dan Ren kemana?" tanya Calvin langsung jongkok melihat Mira menangis.


"Hiks... Hiks... Ti.. Tidak tahu. Mira... Mira berpisah.... dengan... Ren-nii dan kak Reyna." kata Mira dengan terbata sambil menangis.


Calvin melihat Mira sangat ketakutan langsung mengendong dan menenangkannya.


"Mira dengan kita saja ya." kata Calvin dengan senyum.


"Ta.. Tapi.. bagaimana Ren-nii dan kak Reyna?" tanya Mira.


"Mereka tidak apa. Nanti kakak akan memberitahu pada mereka. Kita keluar sekarang ya." kata Calvin dengan pelan. Calvin merasa Mira sangat ketakutan dan Calvin ingin keluar secepatnya supaya Mira merasa nyaman.


"Ayo Richie." Calvin mengandeng tangan Richie dan langsung keluar dari Rumah Hantu.


***

__ADS_1


Sedangkan di tempat Reyna dan Ren.


"Hump..." Reyna memukul dada Ren supaya melepaskannya.


Ren dengan pelan melepaskan ciumannya. Ren melihat Reyna sudah mencari nafas karena kekurangan oksigen.


Ren dengan pelan melepaskan pelukannya dan memegang perut Reyna dari belakang dengan pelan. Ren langsung menyuruh Reyna duduk kursi panjang. Ren dengan pelan mencium bau tubuh Reyna.


"Aku kira akan mati karena kau tidak memberikan aku oksigen." kata Reyna.


"Bukankah kau sangat senang berciuman denganku?" tanya Ren dengan senyum.


"Siapa yang bilang aku senang, Hah?" Reyna dengan cepat memukul kepala Ren dengan cepat.


"Jangan bohong, Rey. Aku tahu kalau kau sangat suka berciuman denganku. Buktinya kau tidak mau melepaskan ciuman ku sejak awal." kata Ren dengan senyum.


"Hah~ Walaupun aku melepaskan ciuman ku, sudah pasti kau dengan cepat mencium balik aku lagi kan." kata Reyna menghela nafas.


"Hahaha... Kau memang yang terbaik. Paling tahu tentang ku." Ren tertawa mendengarnya.


"Mau bagaimana lagi, aku tidak tahan melihat bibir mu yang menggoda itu." kata Ren sambil senyum.


"Ayo kita balik sekarang." Reyna ingin berdiri tapi Ren menghentikannya.


"Biarkan seperti ini dulu. Aku sangat ingin seperti ini denganmu." Ren langsung menarik Reyna dan duduk di pangkuannya.


"Ada apa? Sepertinya kau sangat aneh hari ini." tanya Reyna dengan bingung dengan kelakuan Ren.


"Aku tidak aneh." jawab Ren.


"Lihat dari mana pun kau itu aneh. Kenapa kau tiba-tiba ingin dekat dengan ku? Jangan bilang kalau kau cemburu dengan Mira karena dia dekat denganku?" tanya Reyna menebak.


"Kau sudah tahu jawabannya jadi jangan tanya lagi." kata Ren dengan cemberut memeluk Reyna dengan erat.


Reyna benar-benar merasa lelah melihat sikap posesif Ren padanya. Anak kecil bahkan saudara sepupunya pun sudah cemburu. Apa lagi anak kecil itu adalah perempuan.

__ADS_1


Jika dirinya menyelamatkan ataupun berbicara pada anak kecil sekalipun, Ren sudah posesif dan cemburu mode on.


Tidak! Bahkan dengan binatang saja Ren sudah cemburu. Bukan hanya manusia tapi Bintang juga tidak boleh dekat dengannya.


'Tidak! Ini tidak bisa di biarkan. Jika Ren seperti ini terus aku tidak bisa bergerak.' batin Reyna.


"Ren bukankah sudah saatnya kita keluar? Nanti semua khawatir." kata Reyna.


"Biarkan saja. Mereka pasti mengerti karena mereka tahu kalau kita harus punya waktu bersama." kata Ren tanpa melepaskan pelukannya.


Ren benar-benar sangat nyaman di pelukan Reyna seperti selamanya ingin di peluk terus.


***


Rayna dan yang lain sedang duduk di cafe dan sambil berbincang-bincang.


"Rey dan yang lain lama benar ya ke Rumah Hantu." kata Rayna.


"Tidak apa. Di rumah hantu itu sangat banyak hal yang menarik dan banyak ruangan special. Pasti mereka akan lama baliknya." kata Siska.


"Banyak ruangan?" tanya Rayna dengan terkejut.


"Ya. Ddi rumah hantu itu ada 15 ruangan dan 3 lantai yang berbeda-beda." kata Siska.


"15 ruangan??" Rayna dan Hana terkejut.


"Ya. Aku rasa kalau mereka hanya melihat semua ruangan pasti bisa sampai 2 jam lebih. Paling minimal orang melihat rumah hantu itu 1 jam." kata Siska.


"Apa??!!"


Entah kenapa Rayna jadi khawatir dengan Richie karena takut Richie ketakutan. Rayna memikirkan ada 15 ruangan hantu saja sudah membuatnya merinding ketakutan.


Siska dan yanmg lain tidak tahu kalau Reyna dan Ren sedang bercumbu-cumbu walaupun itu Ren sendiri.


Sedangkan Calvin sedang mencari keluar bersama Mira dan Richie.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2